Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Basboi Rayakan Kekacauan Hidup Lewat EP 'PARAH MAX', Dibungkus dengan Musik Penuh Ekspresi dan Kejujuran

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 14 Agustus 2025
Basboi Rayakan Kekacauan Hidup Lewat EP 'PARAH MAX', Dibungkus dengan Musik Penuh Ekspresi dan Kejujuran

Basboi lepas EP terbaru. (foto: dok/basboi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tiga tahun setelah merilis album debut Adulting for Dummies pada 2021, Basboi kembali dengan karya terbarunya yang sarat emosi dan refleksi diri.

Mini-album (EP) bertajuk PARAH MAX ini menjadi wadah baginya untuk menuangkan perasaan, pengalaman, dan kisah dari masa-masa sulit yang ia lalui, dibungkus dalam bentuk musik yang penuh ekspresi dan kejujuran.

Inspirasi PARAH MAX berangkat dari perjalanan hidup yang tidak mudah. Basboi menghadapi pembatalan album keduanya yang sudah berjalan separuh jalan, terjangan situasi ekonomi yang lesu, hingga beragam persoalan personal dan sosial yang menumpuk. Semua itu memunculkan rasa bahwa dunia seakan bergerak tidak seperti yang ia harapkan.

“EP ini gue kerjakan dengan apa adanya, begitu pun dengan lirik yang gue tulis untuk PARAH MAX ini,” ucap Basboi, menegaskan keotentikan proses kreatifnya.

Baca juga:

Basboi Cerita Awal Mula Berkolaborasi dengan The Adams

'Itu Aku' Jadi Kolaborasi Perdana Basboi dengan The Adams

Lewat PARAH MAX, ia tidak hanya bercerita, tetapi juga merayakan kekacauan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Alih-alih menolak, ia memilih untuk mengakui dan menerima momen tersebut, lalu mengolahnya menjadi musik—cara yang paling ia kenal untuk merespons dunia.

View this post on Instagram

A post shared by Basboi (@bas.boi)

Baca juga:

Rapper Basboi Membagikan Kisah Romansanya Lewat 'Wanita (Want It I)

Basboi Tampil 'Gangster' di Video Musik 'Menangislah'

Lirik Lagu 'Wanita (Want It I)' Basboi, Ceritakan Kisah Cinta yang Kembali Terulang

Mini-album ini memuat enam lagu: Muqaddimah, Sendirian, We Out, Shopping Spree, Parah Max, dan Rest Baby Rest. Dua lagu pertama berasal dari materi yang awalnya dipersiapkan untuk album kedua yang batal dirilis, sementara empat lagu sisanya tercipta sebagai respons atas masa transisi yang ia alami.

Proses produksi melibatkan deretan nama seperti Kareem Soenharjo (BAP), CVX, Fat Rorry, Concerto, dan Mildwave (Panji Wisnu dari The Panturas). Mixing dan mastering dikerjakan oleh Reonaldi Jessup alias Erik Soto, yang sebelumnya juga terlibat dalam album debut Basboi.

Secara musikal, PARAH MAX menawarkan palet warna yang kaya—dari hentakan hip hop yang padat, groove funk yang memikat, hingga energi hardcore yang membuncah—menjadikannya potret jujur perjalanan Basboi menghadapi hidup. (far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - 2 jam, 50 menit lalu
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan