Basarnas Cari Korban Kapal Tenggelam KMN Cahaya Sinar
Tim Basarnas diberangkatkan untuk mengevakuasi korban Kapal KMN Cahaya Sinar yang tenggelam di sekitar Perairan Wawonii, Sultra. (Antara/HO-Basarnas Kendari)
MerahPutih.com - Tim Penyelamat Basarnas Kendari melakukan operasi pencarian terhadap delapan korban Kapal KMN Cahaya Sinar yang tenggelam di sekitar Perairan Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), sejak dinihari tadi sekitar pukul 02.27 WITA.
Delapan orang awak kapal yang dinyatakan hilang itu masing-masing bernama Subhan yang merupakan kapten kapal, kemudian Suherman, Suriadi, Suryanto, Rian, Aco, Arjun, dan Rival. Peristiwa kecelakaan kapal pertama kali diinformasikan salah seorang ABK.
Baca Juga:
"Yang melaporkan bahwa telah terjadi kecelakaan kapal yakni KMN Cahaya Sinar tenggelam di Perairan Wawonii," kata Kepala Basarnas Kendari Muhammad Arafah di Kendari, dilansir dari Antara, Rabu (28/2)
Berdasarkan informasi tersebut, Tim Penyelamat Basarnas Kendari diberangkatkan dengan menggunakan KN SAR Pacitan menuju lokasi yang diinformasikan. "Adapun jarak menuju lokasi kecelakaan kapal itu sekitar 70 mil laut dari Dermaga Basarnas Kendari," ujar Arafah.
Baca Juga:
Tim SAR Evakuasi 151 Penumpang Kapal Kandas di Perairan Pangkalpinang
Total penumpang kapal naas itu sebanyak 11 orang. Tiga orang bernama Sudirman, Nadi, dan Syukur, berhasil selamat, sedangkan delapan orang lainnya masih dalam pencarian.
"Unsur yang terlibat dalam operasi pencarian itu yakni Penyelamat Basarnas Kendari lima orang, ABK KN SAR Pacitan 24 orang, dan dari korban selamat dua orang," tutur Kepala Basarnas Kendari itu.
Kapal KMN Cahaya Sinar diketahui berangkat dari Kendari dengan tujuan mencari ikan di sekitar Perairan Pulau Wawonii pada Senin (26/2). Namun, pada 27 Februari 2024 sekitar pukul 08.30 WITA kapal itu dihantam gelombang yang mengakibatkan air masuk hingga akhirnya tenggelam. (*)
Baca Juga:
Ulang Tahun Ke-51 Basarnas, Jokowi: Terima Kasih Atas Dedikasinya
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
BMKG dan BNPP Diminta Gandeng Influencer dan Aplikasi Populer Sebagai Modernisasi Early Warning System
DPR Kritik Pemotongan Anggaran Basarnas di Tengah Risiko Bencana Nasional yang Meningkat
Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Dasar Jurang, Jasadnya Tidak Utuh
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung
Basarnas Sebut Rekaman Langkah Kaki Kopilot ATR 42-500 Merupakan Data Beberapa Bulan Lalu saat di Yogyakarta
Korban Pesawat ATR 42-500 Sulit Dijangkau, Teknik Rappelling Digunakan dalam Proses Evakuasi
Satu Korban Laki-laki Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi dari Jurang Kedalaman 200 Meter Bukit Bulusaraung
Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu
Pencarian Korban Hilang Akibat Banjir di Aceh Dihentikan, 31 Orang Masih Dinyatakan Hilang
Bocah 10 Tahun Hilang di Sungai Inggoi, Pawang Buaya Ternate Ikut Turun Tangan