Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
The Sounds Project

Baper Parah, Penampilan Sal Priadi di The Sounds Project Series

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 28 Juli 2019
Baper Parah, Penampilan Sal Priadi di The Sounds Project Series

Sal Priadi tampil dapam The Sounds Project Series (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WAKTU sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB. Para penonton masih memadati area penonton depan panggung. Mereka duduk selonjoran. Berbincang bersama teman-teman mereka. Ada juga penonton yang membawa pasangannya. Mereka tampak mesra bergendengan tangan sambil berbagi makanan kecil berdua.

Begitulah suasana di Mega Bekasi Hypermall, Bekasi, Sabtu (27/7) malam. Di mal tersebut tengah dihelat festival musik bertajuk The Sounds Project Series. Pada festival musik itu, ada enam band ternama air yang tampil, Maliq and D'Essentials, Sal Priadi, The Upstairs, Pamungkas, Kelompok Penerbang Roket, dan Jamrud.

Baca juga:

'Goks'! Ini 5 Spot Paling Instagramable di We The Fest 2019

Mayoritas penonton yang anak kekinian itu tengah menunggu penampilan Sal Priadi. Setelah sebelumnya mereka menikmati keindahan lantunan lagu dari Maliq and D'Essentials yang kebagian tampil pada sore hari tepatnya pukul 17.00 Wib.

Tak lama kemudian. Suasana panggung tiba-tiba gelap. Namun lampu sorot langsung menyorot standing mic yang ada di panggung. Penonton pun lekas berdiri. Benar saja. Akhirnya, saat yang paling ditunggu-tunggu mereka, penampilan Sal Priadi.

Panggung gelap saat Sal mau tampil (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Seperti biasa musisi asal Malang tersebut tampil bersama personel musiknya. Enggak lupa, perempuan cantik berbusana dress putih menjadi backing vokal pada penampilan Sal. Perempuan tersebut cukup menjadi perhatian penonton. Dia sangat manis, anggun dan kalem. Suaranya serak-serak basah.

Ya, benar sekali. Sebagai penampil kedua. Sal benar-benar bikin baper penonton dengan membawakan enam lagu bertema cinta karangannya sendiri. Yaitu, Di Ubud, Dalam Diam, Ikat aku Di Tulang Belikatmu, Jangan Bertengkar Lagi Ya? Oke?, Melebur Semesta, Amin Paling Serius, dan Kultusan.

Sal membuka penampilannya dengan menyanyikan lagu Di Ubud. Suasana begitu sendu saat Sal menyanyikan lagu ini. "Tepuk tangannya dulu ayo," seru Sal kepada penonton yang langsung disambut begitu meriah.

Para penonton benar-benar menikmati setiap lantunan lagu Sal. Lagu-lagu Sal terkenal bikin seseorang yang jatuh cinta baper. Begitu pula yang terjadi kepada penonton malam ini. Mereka benar-benar begitu terbawa perasaan saat mendengarkan lagu-lagu Sal.

Penonton sangat baper saat Sal tampil (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Apalagi ketika lagu selesai dinyanyikan. Sal langsung berkata kepada penonton seperti ini. "Buat kalian cemburu sama orang bilang ini ke telinganya yang kenceng!," kata Sal. Penonton pun langsung merespon, "yeeeah,".

Kebaperan penonton semakin menggila-gila ketika lagu kedua dimulai, Dalam Diam. Lagi-lagi Sal melontarkan kalimat yang membuat penonton baper. "Untuk yang suka sama seseorang tapi cuma bisa diem!," teriak Sal.

Irama lagu ini cukup ceria. Sal pun bergoyang di atas panggung sambil bernyanyi. Goyangan dan irama musik bertempo cepat juga mengundang penonton untuk bergoyang.Tapi tetap saja setiap liriknya bikin hati tergores. Karena memang menceritakan seseorang yang hanya bisa diam. Ketika mencintai seseorang begitu dalam.

Baca juga:

'Summer Outfit' Mendominasi Gelaran We The Fest 2019

Tapi, Solois ini memberikan nasehat kepada penonton yang tak bisa berbuat apa-apa ketika jatuh cinta. Kata dia hal itu enggak masalah karena cinta merupakan sesuatu yang mahal. "Disimpen di dalem tapi gapernah ngomong. Kalau kalian gak berani diem aja, gapapa," tutur Sal.

Setelah lagu kedua selesai. Sal istirahat sejenak sambil berbincang sedikit dengan para penonton. Ia pun menyapa para penonton dan memuji kecantikan penonton perempuan. "Apa kabar Bekasi? Saya Sal Priadi apa kabar semua? Kalian (penonton perempuan) cantik-cantik," sapa Sal.

Sal sukses membuat penonton baper maksimal (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Tanpa menunggu waktu lama. Sal langsung melanjutkan penampilan ketiganya dengan menyanyikan lagu Ikat Aku Di Tulang Belikatmu. Sama seperti lagu-lagu sebelumnya, para penonton tetap dalam kondisi baper. Begitu pula ketika Sal membawakan lagu keempat Jangan Bertengkar Lagi Ya? Oke?, lagu kelima Melebur Semesta, dan lagu keenam Amin Paling Serius.

Hingga akhirnya Sal sampai kepada penampilan penutupnya. Untuk menutup penampilannya, Sal Priadi membawakan lagu Kultusan. Lagu yang satu ini bisa dibilang menjadi puncak kebaperan penonton.

Bagaimana enggak, lagu ini berkisah tentang kekasih yang berkhianat alias berselingkuh. Terlihat jelas pada para penonton yang ikut bernyanyi. Seraya mengatakan banyak penonton yang pernah merasa diselingkuhi.

Di penampilan terakhir ini, Sal kembali memberikan pesan kepada penonton yang pernah diselingkuhi tapi sulit move on. "Ini waktunya kalian marah-marah karena ada yang selingkuh tapi masih kalian maafin. Tapi kalian gak tahu perasaan apa yang kalian rasain," seru Sal.

Lagu Kultusan benar-benar menutup penampilan Sal dengan begitu sempurna. Terlihat juga dari raut wajah penonton mereka begitu puas dengan penampilannya. Kesimpulannya, Sal Priadi sukses membuat penonton The Sounds Project Series baper maksimal!. (ikh)

Baca juga:

Travis Jadi Penutup Spektakuler Hari Kedua We The Fest 2019

#Festival Musik #Musik #The Sounds Project
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan