Banyak Posisi Kosong, Pemda DIY Ajukan 1700 CPNS Baru ke Kemenpan RB

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Jumat, 12 Januari 2018
Banyak Posisi Kosong, Pemda DIY Ajukan 1700 CPNS Baru ke Kemenpan RB

Sekda DIY Gatot Saptadi di Yogyakarta. (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- Penerimaan calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) di Pemerintah daerah akan dibuka pada 2018. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengajukkan kebutuhan 1700 calon Pegawai Negri sipil (PNS) kepada pemerintah pusat.

Sekretaris Daerah Pemda DIY Gatot Saptadi mengatakan, sebanyak 1700 CPNS dibutuhkan untuk menutupi kekosongan jabatan dalam lingkup semua SKPD diwilayah Pemda DIY.

“Tiap tahunkan banyak pegawai yang pensiun. Jadi banyak jabatan yang kosong,” ujarnya di Kantor Kepatihan Yogyakarta, Kamis (11/1).

Pemda sudah mengajukan kebutuhan tersebut kepada Kemenpan di awal tahun 2018. Ia berharap, pemerintah pusat mengabulkan seluruh jumlah kuota yang diajukan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Agus Supriyanto menjelaskan, Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur adalah bidang yang paling banyak membutuhkan CPNS.

“Yang paling banyak dibutuhkan itu guru dan pelaksana infrastruktur dilapangan. Tapi tiap Dinas tetap butuh pegawai baru,” tutur Agus.

Prosedur perekrutan dan tes CPNS tahun ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Para CPNS tahun ini wajib mengikuti test Computer Assisted Test (CAT) dan disusul dengan test bidang keahlian.

“Kemungkinan yang akan menyelenggarakan penerimaan CPNS dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) seperti pada recruitment CPNS Kementerian kemarin,” jelasnya.

Hingga kini, pihaknya belum mengetahui kapan keputusan kuota diumumkan oleh pemerintah pusat. Namun ia berharap agar Kemenpan- RB bisa segera membuka pendaftaran CPNS. Pasalnya, saat ini Pemda DIY membutuhkan banyak CPNS untuk mengisi kekosongan pegawai yang pensiun.

Sebagai gambaran, setiap tahun ada sekitar 800 PNS di lingkungan Pemda yang pensiun. Disatu sisi Pemda DIY masih memberlakukan moratorium (penghentian) penambahan CPNS sejak 2012.

“Jumlah pegawai yang pensiun dari tahun 2012 itu masih jauh lebih banyak dari 1700 CPNS yang kami ajukan. Tapi bisa kami akali dengan memaksimalkan kerja pegawai yang ada,” pungkasnya. (*)

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com, untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca juga artikel Teresa Ika di Unik, Polisi Jogja Patroli Keamanan Naik Kuda Impor

#Penerimaan CPNS #Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) #Yogyakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Indonesia
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk mewaspadai ancaman perubahan cuaca mendadak dalam beberapa hari ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Bagikan