Kesehatan

Banyak Orang Memalsukan Orgasme Karena Hal Ini

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 20 Oktober 2019
Banyak Orang Memalsukan Orgasme Karena Hal Ini

Banyak orang memalsukan orgasme ketika bercinta (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK pasangan yang memalsukan orgasme. Memang, orgasme merupakan hal paling dicari dalam bercinta. Tanpa orgasme, seks terasa tak lengkap. Namun, bukan berarti kamu boleh memalsukan orgasme.

Seperti dilansir Health, sebuah survei terbaru yang dilakukan situs pendidikan seks Kinkly mencoba menganilisis 1.200 soal pengalaman orgasme mereka ketika bercinta. Hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 80% orang mengaku telah memalsukan orgasme sekali dalam seumur hidup mereka.

Baca juga:

Menu Makan Sehat, Kunci untuk Membuat Orgasme Pria Lebih Berkualitas

Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa 87% perempuan telah memalsukan orgasme di beberapa titik. Sementara jumlah pria yang memalsukan orgasme sebanyak 69%. Sebanyak 37% perempuan juga secara teratur berpura-pura mencapai klimaks sekitar. Sementara sekitar 9% pria juga memalsukan klimaks.

Perempuan lebih jarang mencapai orgasme dibandingkan pria (Foto: Pexels/Tess Emily Seymour)

Perempuan juga lebih jarang mencapai orgasme dibandingkan pria. Namun, 74% partisipan juga tahu sebenarnya pasangan mereka pura-pura orgasme. Hanya saja mereka tidak mau membahasnya agar percintaan bisa berakhir dengan menyenangkan.

Ada alasan mengapa banyak orang memalsukan orgasme. Paling umumnya, mereka memalsukan orgasme karena tidak ingin pasangan mereka merasa 'buruk' di atas ranjang. Apalagi bagi pria. Tidak bisa membuat perempuan orgasme seakan tidak menunjukkan keperkasaan mereka.

Ada juga pasangan yang beralasan memalsukan orgasme karena ingin seks cepat-cepat berakhir. Kemungkinan mereka beralasan demikian karena tidak menikmati permainan sedikitpun.

Baca juga:

Bisakah Pria Orgasme Tanpa Ejakulasi?

Banyak pasangan memalsukan orgasme karena tidak ingin membuat pasangannya kecewa (Foto: Pexels/bruce mars)

Wajar banyak orang yang merasa harus berbohong soal orgasme. Rupanya sebanyak 62% partisipan memiliki pemikiran bahwa seks seharusnya berakhir dengan klimaks untuk kedua partisipan. Padahal pemikiran tersebut salah.

Laman Kinkly tidak setuju dengan pemikiran itu. Karena orgasme atau klimaks tidak menjadi patokan suksesnya sebuah hubungan seks. Inti dari seks ialah kedua belah pihak sama-sama mendapatkan kesenangan, dan itu semua tidak hanya bisa didapat melalui orgasme. Penelitian itu menggarisbawahi bahwa orgasme bukan pertanda pertemuan seksual 'sukses'.

Jadi mulai sekarang, sahabat Merah Putih harus buang jauh-jauh pemikiran bahwa orgasme ialah segalanya dalam seks. Jika kamu sudah menanamkan pemikiran seperti itu, maka kamu tidak akan pernah berani memalsukan orgasme. Karena orgasme palsu hanya membuat seks berakhir tanpa kenikmatan sedikitpun. (ikh)

Baca juga:

3 Fakta Menarik Orgasme Perempuan

#Kesehatan #Orgasme #Bercinta #Percintaan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan