Banyak Orang Memalsukan Orgasme Karena Hal Ini
Banyak orang memalsukan orgasme ketika bercinta (Foto: Pexels/Pixabay)
BANYAK pasangan yang memalsukan orgasme. Memang, orgasme merupakan hal paling dicari dalam bercinta. Tanpa orgasme, seks terasa tak lengkap. Namun, bukan berarti kamu boleh memalsukan orgasme.
Seperti dilansir Health, sebuah survei terbaru yang dilakukan situs pendidikan seks Kinkly mencoba menganilisis 1.200 soal pengalaman orgasme mereka ketika bercinta. Hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 80% orang mengaku telah memalsukan orgasme sekali dalam seumur hidup mereka.
Baca juga:
Menu Makan Sehat, Kunci untuk Membuat Orgasme Pria Lebih Berkualitas
Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa 87% perempuan telah memalsukan orgasme di beberapa titik. Sementara jumlah pria yang memalsukan orgasme sebanyak 69%. Sebanyak 37% perempuan juga secara teratur berpura-pura mencapai klimaks sekitar. Sementara sekitar 9% pria juga memalsukan klimaks.
Perempuan juga lebih jarang mencapai orgasme dibandingkan pria. Namun, 74% partisipan juga tahu sebenarnya pasangan mereka pura-pura orgasme. Hanya saja mereka tidak mau membahasnya agar percintaan bisa berakhir dengan menyenangkan.
Ada alasan mengapa banyak orang memalsukan orgasme. Paling umumnya, mereka memalsukan orgasme karena tidak ingin pasangan mereka merasa 'buruk' di atas ranjang. Apalagi bagi pria. Tidak bisa membuat perempuan orgasme seakan tidak menunjukkan keperkasaan mereka.
Ada juga pasangan yang beralasan memalsukan orgasme karena ingin seks cepat-cepat berakhir. Kemungkinan mereka beralasan demikian karena tidak menikmati permainan sedikitpun.
Baca juga:
Wajar banyak orang yang merasa harus berbohong soal orgasme. Rupanya sebanyak 62% partisipan memiliki pemikiran bahwa seks seharusnya berakhir dengan klimaks untuk kedua partisipan. Padahal pemikiran tersebut salah.
Laman Kinkly tidak setuju dengan pemikiran itu. Karena orgasme atau klimaks tidak menjadi patokan suksesnya sebuah hubungan seks. Inti dari seks ialah kedua belah pihak sama-sama mendapatkan kesenangan, dan itu semua tidak hanya bisa didapat melalui orgasme. Penelitian itu menggarisbawahi bahwa orgasme bukan pertanda pertemuan seksual 'sukses'.
Jadi mulai sekarang, sahabat Merah Putih harus buang jauh-jauh pemikiran bahwa orgasme ialah segalanya dalam seks. Jika kamu sudah menanamkan pemikiran seperti itu, maka kamu tidak akan pernah berani memalsukan orgasme. Karena orgasme palsu hanya membuat seks berakhir tanpa kenikmatan sedikitpun. (ikh)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Ramalan Zodiak 13 Januari 2026: Siapa Paling Bermasalah soal Uang dan Cinta?
Ramalan Zodiak 12 Januari 2026: Asmara Diuji, Karier Penuh Tekanan!
Ramalan Zodiak 11 Januari 2026: Asmara Diuji, Keuangan Perlu Waspada
Ramalan Zodiak 8 Januari 2026: Asmara dan Keuangan Sedang Diuji?
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Ramalan Zodiak, 2 Januari 2026: Asmara dan Keuangan, Ini Masalah Utamanya