Kuliner

Banyak Cara Menikmati Menu Sayuran

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 18 Mei 2021
Banyak Cara Menikmati Menu Sayuran

Ada banyak cara menikmati sayuran. (foto: unsplash/jez timms)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA hari setelah hari raya, pasti banyak yang mulai bosan dengan makanan bersantan penuh bumbu. Sajian segar dan berserat tinggi mendadak amat dirindukan. Olahan sayuran jadi salah satu yang banyak dicari setelah puas menikmati menu Lebaran.

Faktanya, sayuran bisa dinikmati kapan saja, bahkan untuk menu sarapan. Menyantap sayuran saat sarapan membuatmu kenyang hingga jam makan siang. Serat yang ada dalam sayur terbukti dapat membuat perutmu terasa penuh hingga waktu makan siang tiba. Yang paling bagus, menu sayuran menjaga lingkar perut dan pinggangmu terkontrol.

Selain bisa dinikmati kapan saja, sayuran juga mudah diolah. Tidak cuma ditumis kok, ada beberapa cara lain untuk menikmatinya.

BACA JUGA:

Perlu Tahu nih, 5 Manfaat Teh Hijau bagi Kesehatan


1. Buat salad sebagai menu sarapan sayur

salad
Salad juga nikmat untuk sarapan. (foto: pixabay/NHBS)

Jika tak punya banyak waktu untuk membuat sarapan, kamu bisa mengandalkan sayur dan dressing salad sebagai menu sarapan di pagi hari. Kamu cukup mempersiapkan berbagai jenis sayur untuk salad, seperti daun selada, tomat, wortel, bayam, atau timun. Tambahkan dressing salad di atasnya dan telur rebus jika kamu suka. Jangan lupa untuk mencuci sayur dengan bersih sebelumnya.


2. Ganti teh atau kopi dengan smoothie sayur

green
Tambah susu atau yogurt dalam smoothie. (foto: pixabay/evita-ochel)

Sekali-kali ganti menu minuman kamu menjadi minuman yang lebih sehat. Tukar secangkir kopi atau teh dengan smoothie sayur yang segar dan tentunya enak. Mudah kok untuk membuatnya. Kamu cukup menyediakan sayur-sayuran yang ingin kamu buat jus, kemudian tambahkan susu, yogurt, atau perasan jeruk segar dan jadilah menu sarapan yang nikmat sekaligus sehat.


3. Padukan sayur dengan telur

egg
Masukkan sayur omelet. (foto: pixabay/congerdesign)

Tidak ada yang tidak cocok untuk dipadukan dengan telur. Ya, bagi pencinta telur, kamu bisa memasukkan sayur ke menu omelet. Jangan hanya tambahan daging atau sosis, tapi sempurnakan gizinya dengan menambahkan potongan berbagai sayuran, seperti bayam, jamur, wortel, hingga brokoli.


4. Pakai sayur untuk menu kesukaan

vegetables
Tambahkan sayur ke menu favorit. (foto: pixabay/jackmac34)

Sebenarnya, menu sarapan pada umumnya bisa ditambah sayur-mayur agar lebih bernutrisi dan mengenyangkan. Misalnya nasi goreng atau nasi kuning. Kamu bisa menambahkan kubis, timun, wortel, labu, atau sawi. Bahkan, bubur ayam juga akan terasa lebih nikmat kalau ditambah daun bawang dan potongan wortel.(Dwi)

#Kesehatan #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan