MerahPutih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo menyebutkan jika sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi selama sepekan ke depan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau, masyarakat dan juga masing-masing pemerintah daerah di wilayah provinsi setempat untuk mewaspadai dampak terjadinya cuaca ekstrem dan fenomena hidrometeorologi .
Baca Juga:
Heru Budi akan Bertemu Menteri PUPR Bahas Persoalan Banjir
Dikutip Antara, beberapa wilayah di Jawa Timur mengalami bencana banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, mencatat banjir di wilayah itu melanda hingga lima kecamatan dengan 13 titik lokasi kejadian.
Di Malang, berdasarkan data sementara yang diterima, sejumlah titik yang mengalami bencana banjir, di antaranya Desa Lebakharjo, Desa Pujiharjo, dan Desa Purwodari di Kecamatan Ampelgading.
Kemudian, Desa Sitiarjo, Desa Tamban, Desa Sumberagung, dan Desa Harjokuncaran di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Sukodono dan Desa Srimulyo di Kecamatan Dampit.
Banjir yang terjadi di wilayah tersebut disebabkan adanya hujan dengan intensitas tinggi, ditambah pasang air laut. Hujan intensitas tinggi menyebabkan muka air di Sungai Desa Kedung Banteng tercatat mengalami kenaikan hingga empat meter.
Sementara itu di Jember, tim SAR gabungan bersama aparat kepolisian mengevakuasi puluhan siswa yang terjebak di Air Terjun Tancak yang berada di lereng selatan Gunung Argopuro di Kabupaten Jember, Jawa Timur, di tengah derasnya hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Banjir juga terjadi di pusat kota Banyuwangi. Banjir ini menggenangi wilayah Banyuwangi dengan ketinggian hingga 1 meter. Banjir berdampak pada 200 kepala keluarga.
Bencana alam ini, juga melanda Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Ada sekitar 179 warga yang berada di posko evakuasi. Sementara 600 KK terdampak banjir ini dan pembelajaran di 15 sekolah terdampak banjir dialihkan secara daring.
Pemkab Blitar telah menyiapkan dua posko pengungsian dan dapur umum. Masing-masing berlokasi di Balai Kelurahan Sutojayan dan Sukorejo. (*)
Baca Juga:
BMKG Beri Peringatan Dini Banjir, Pemprov DKI Siagakan Tim Reaksi Cepat