Bali Dilanda Banjir, Denpasar Terparah: 5 Korban Meninggal, 2 Orang Hilang Masih dalam Pencarian

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 11 September 2025
Bali Dilanda Banjir, Denpasar Terparah: 5 Korban Meninggal, 2 Orang Hilang Masih dalam Pencarian

Peta titik banjir di Bali. (Foto: dok. Google)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Banjir yang terjadi di Bali kembali memakan korban jiwa dan membuat ratusan warga terdampak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu (10/9) malam, sembilan orang meninggal dunia, dua orang masih hilang, serta 202 kepala keluarga atau 620 jiwa terdampak banjir.

Banjir melanda enam kabupaten/kota, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Gianyar, Klungkung, Badung, dan Tabanan. Dari keseluruhan wilayah tersebut, Denpasar menjadi yang terparah dengan lima korban meninggal dan dua orang masih dalam pencarian.

Baca juga:

Wayan Koster Sebut Banjir di Bali Disebabkan Curah Hujan Tinggi, Juga Singgung Persoalan Sampah

Di Kabupaten Jembrana, dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 103 kepala keluarga atau 200 jiwa terdampak. Kabupaten Gianyar mencatat satu korban jiwa, begitu pula di Kabupaten Badung. Adapun di Klungkung terdapat 99 kepala keluarga atau 420 jiwa terdampak, sementara data dari Kabupaten Tabanan masih dalam pendataan.

“Karena banjir tersebut, sebagian warga terpaksa mengungsi karena tempat tinggal mereka terendam,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Kamis (11/9).

BNPB juga merinci jumlah pengungsi. Di Jembrana, sebanyak 85 jiwa mengungsi di sejumlah posko, antara lain Balai Desa Yeh Kuning, Balai Banjar Yeh Kuning, Musholla Assidiqie, dan Musholla Darul Musthofa.

Sementara di Denpasar terdapat 108 jiwa yang mengungsi di SD 25 Pemecutan, Banjar Sedana Merta Ubung, serta Banjar Dakdakan Peguyangan.

Baca juga:

Fenomena Gelombang Rossby, Pemicu Hujan Ekstrem dan Banjir di Bali

Hujan Deras Picu Banjir di Bali: Denpasar, Gianyar, Tabanan, hingga Jembrana Terendam

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto kini berada di Bali untuk memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bencana bersama unsur forkopimda Bali. Dalam rapat tersebut, ia menekankan pentingnya memprioritaskan pencarian, pertolongan, serta penyelamatan masyarakat terdampak.

“Selain itu, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus dimaksimalkan,” imbuh Abdul.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan mengguyur Bali dalam sepekan ke depan.

“Diperkirakan hujan ringan terjadi di sebagian wilayah Bali,” ujar Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani.

BMKG juga mencatat hujan dengan intensitas ekstrem terjadi di Bali pada Selasa (9/9), terutama di Jembrana dan Denpasar. Kondisi ini memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

“Sejumlah fenomena memengaruhi dinamika atmosfer, di antaranya aktifnya gelombang atmosfer Rossby equatorial yang mendukung pembentukan awan konvektif di wilayah Bali,” jelas Andri. (Knu)

#Banjir #Bali #Cuaca Ekstrem #BNPB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Minta Warga Waspada Karhutla, Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar
BNPB meminta warga mewaspadai karhutla. BNPB meminta jangan membuka lahan dengan cara membakar.
Soffi Amira - Sabtu, 29 Agustus 2026
BNPB Minta Warga Waspada Karhutla, Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar
Indonesia
BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Dilakukan Terpadu, Masyarakat Diminta Waspada
BNPB memastikan pemerintah terus menangani karhutla secara terpadu. Masyarakat diminta tidak membakar lahan, waspada titik api, dan menggunakan masker.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Dilakukan Terpadu, Masyarakat Diminta Waspada
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Dunia
Belanda Alami Panas Malam Sangat Parah, Pemanasan Global Bisa Naikkan Suhu Capai 4 Drajat Celcius
Di Maastricht, suhu bertahan di atas 22 derajat Celsius selama tiga malam berturut-turut untuk pertama kalinya dalam catatan pengukuran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Belanda Alami Panas Malam Sangat Parah, Pemanasan Global Bisa Naikkan Suhu Capai 4 Drajat Celcius
Indonesia
Prabowo ke Kabupaten Nagekeo Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Prabowo ke Kabupaten Nagekeo Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
Indonesia
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Gempa susulan di Flores kini mulai menurun. Namun, BNPB tetap mengingatkan warga agar tetap waspada.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
BNPB Ungkap Aktivitas Gempa Susulan di Flores Mulai Menurun, Masih Bisa Terjadi 3-4 Minggu
Indonesia
Pemerintah Gabungkan Pengendalian Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia
Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian dan informasi yang jelas kepada masyarakat di tengah kekhawatiran atas dampak karhutla.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Pemerintah Gabungkan Pengendalian Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia
Indonesia
BNPB Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalimantan, 30 Helikopter Disiagakan
BNPB kembali intensifkan operasi modifikasi cuaca atau OMC untuk menangani karhutla di Kalimantan. Sebanyak 30 helikopter disiagakan untuk water bombing dan patroli udara.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
BNPB Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalimantan, 30 Helikopter Disiagakan
Indonesia
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 SR di NTT, terdiri atas 19.006 rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 rusak ringan.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
53.971 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Ini Peta Sebarannya di 7 Kabupaten
Indonesia
Pemerintah Klaim Penanganan Warga Terdampak Gempa sudah Maksimal, Akses Kawasan Terparah Membaik
Penanganan akan terus dikawal hingga kehidupan masyarakat pulih seperti sebelum gempa terjadi.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Pemerintah Klaim Penanganan Warga Terdampak Gempa sudah Maksimal, Akses Kawasan Terparah Membaik
Bagikan