Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Bakal Digusur, Warga Tanah Tinggi Tetap Tenang

Muchammad YaniMuchammad Yani - Sabtu, 19 September 2015
Bakal Digusur, Warga Tanah Tinggi Tetap Tenang

Suasana pembongkaran di Kampung Pulo pasca bentrok antara Satpol PP dengan warga, Jakarta Timur, Kamis (20/8). (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Warga Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat berusaha tenang meskipun Pemda bakal menggusur rumah dan bangunan milik mereka yang berada di bantaran kali Sentiong.

Aktivitas warga tetap berlangsung sebagaimana biasanya. Tak tampak raut cemas dan khawatir.

Seorang warga, Edo, mengatakan memang sudah ada surat peringatan dari Pemda untuk segera meninggalkan rumah dan bangunan yang berada di pinggir kali Sentiong. Namun, hingga hari ini belum jelas kapan eksekusinya.

"Surat peringatan sudah ada, tapi belum jelas kapan eksekusinya, warga ya tenang-tenang saja," katanya, kepada merahputih.com, Jumat (18/9).

Sementara itu, Ketua RW 08, Tanah Tinggi, Ade Muhaka, mengatakan surat peringatan sudah tiga kali dikeluarkan, tapi belum ada kejelasan kapan penggusurannya.

Dia mengatakan di Kelurahan Tanah Tinggi yang sudah menerima surat peringatan bakal digusur ada 5 RW yaitu RW 08,09,10,11 dan RW 05.

"Lima RW kelurahan Tanah Tinggi sudah menerima surat peringatan, di kampung Rawa dan Galur juga katanya mau digusur," ujarnya.

M. Herliman, Ketua RT 01/RW 06, Kampung Rawa, Galur, Jakarta Pusat, saat dikonfirmasi mengatakan hal yang sama. Namun kata dia, sampai saat ini kampung Rawa belum menerima surat peringatan untuk meninggalkan rumah dan bangunan.

"Rencananya bakal digusur, karena sudah didata oleh kelurahan, tapi belum ada surat peringatan," bebernya.

Diakuinya warga yang bakal digusur terdiri dari tiga kelurahan yaitu Galur, Kampung Rawa dan Tanah Tinggi.

"Untuk RT saya saja berjumlah 13 rumah, yang bakal digusur," tukasnya.

Warga berharap meskipun harus digusur, mestinya harus melalui dialog terlebih dahulu. (Fdi)

 

Baca Juga:

  1. PHK Massal, Warga Tanah Tinggi Jakpus Jadi Tukang Parkir
  2. Tuntutan Ekonomi Alasan Banyak Supir Tembak
  3. Dua Bulan Setelah Lebaran Klaim JHT Meningkat
  4. PHK Massal Marak, Pengamat: Nawacita Jadi Nawasiksa
  5. Cegah PHK Massal, Pemerintah Jangan Anti Subsidi

 

#DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Legislator PSI Minta Polda Metro Buka Identitas Pemilik Alphard yang Terlibat Cekcok Satpam Bundaran HI
Ada dugaan pemakaian pelat nomor palsu oleh kendaraan Alphard yang berada di tengah-tengah insiden ini.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Legislator PSI Minta Polda Metro Buka Identitas Pemilik Alphard yang Terlibat Cekcok Satpam Bundaran HI
Indonesia
Satpam HI yang Sempat Cekcok dengan Mobil Alphard sudah kembali Bekerja
Sang satpam memastikan hari ini ia telah kembali bekerja di area tempat kerjanya di kawasan Bundaran HI.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Satpam HI yang Sempat Cekcok dengan Mobil Alphard sudah kembali Bekerja
Indonesia
Transformasi TPST Bantargebang, Pemprov DKI Pakai Skema Creative Financing
Skema ini melengkapi pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta sumber lainnya untuk mempercepat penerapan controlled landfill menuju zero open dumping.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Transformasi TPST Bantargebang, Pemprov DKI Pakai Skema Creative Financing
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Satpam Penjaga Penyeberangan di HI tak Dipecat, Sopir Alphard Harus Disanksi
Hasil rekaman kamera pengawas milik Pemprov DKI di lokasi menunjukkan satpam tersebut justru menjalankan tugas dengan baik.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
Gubernur Pramono Minta Satpam Penjaga Penyeberangan di HI tak Dipecat, Sopir Alphard Harus Disanksi
Indonesia
Perbaikan JPO Tendean yang Capai Rp 6 Miliar, Salah Satunya Pakai Dana KLB
Gubernur Pramono Anung meminta agar proses pembangunan dilakukan secepatnya.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Perbaikan JPO Tendean yang Capai Rp 6 Miliar, Salah Satunya Pakai Dana KLB
Indonesia
Pemprov DKI Prioritaskan Perbaikan SDN Kebayoran Lama 09 yang Roboh
Kondisi bangunan dikategorikan rusak berat sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Pemprov DKI Prioritaskan Perbaikan SDN Kebayoran Lama 09 yang Roboh
Indonesia
Konser Akbar di Monas, 13 KA keberangkatan Gambir Berhenti di Jatinegara
Pola operasi berhenti luar biasa (BLB) tersebut diterapkan untuk memberikan alternatif akses keberangkatan kepada pelanggan.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 Juli 2026
Konser Akbar di Monas, 13 KA keberangkatan Gambir Berhenti di Jatinegara
Indonesia
Dishub DKI Pasang Rambu Batas Ketinggian, Mitigasi JPO Ditabrak Kendaraan Angkutan Barang
Dishub DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya juga akan meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Dishub DKI Pasang Rambu Batas Ketinggian, Mitigasi JPO Ditabrak Kendaraan Angkutan Barang
Indonesia
Realisasi Investasi Jakarta Triwulan II Tahun 2026 Capai Rp 94,9 Triliun
Semakin menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat investasi dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Realisasi Investasi Jakarta Triwulan II Tahun 2026 Capai Rp  94,9 Triliun
Indonesia
Halte Kebon Sirih Arah Kota tak Melayani Pelanggan untuk Sementara Mulai Hari Ini
Pelanggan yang biasa menggunakan Halte Kebon Sirih arah Kota diimbau untuk memanfaatkan halte terdekat sebagai alternatif perjalanan.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Halte Kebon Sirih Arah Kota tak Melayani Pelanggan untuk Sementara Mulai Hari Ini
Bagikan