Kesehatan

Bahaya Kesehatan Bagi Perokok Pasif

Muchammad YaniMuchammad Yani - Selasa, 02 Juli 2019
Bahaya Kesehatan Bagi Perokok Pasif

Perokok pasif (Sumber: Pixabay/geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Bukan rahasia lagi kalau merokok berbahaya bagi kesehatan. Namun, penyakit berbahaya tak hanya menyerang perokoknya saja, melainkan orang yang ada di sekitarnya. Bahkan berdasarkan penelitian perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif.

Hal itu karena perokok pasif menghirup dua bentuk asap pembakaran tembakau. Pertama asap yang dihembuskan oleh perokok dan kedua berasal dari ujur rokok yang dibakar. Semakin sering menjadi perokok pasif, maka semakin tinggi tingkat bahan kimia berbahaya ini masuk ke dalam tubuh.

Dilansir dari Boldsky, berikut ini beberapa bahaya yang akan diterima jika menjadi perokok pasif.

1. Kanker paru-paru

Kanker (Sumber: Pixabay/PDPics)
Kanker (Sumber: Pixabay/PDPics)

Orang yang terpapar asap rokok orang lain semakin rentan terhadap kanker paru-paru. Risiko kanker paru-paru pada orang-orang perokok pasif meningkat sekitar 20 hingga 30% dibandingkan dengan porokok aktif.

2. Masalah pernapasan

Masalah paru-paru (Sumber: Pixabay/oracast)
Masalah paru-paru (Sumber: Pixabay/oracast)

Masalah lain yang diderita perokok pasif adalah penyakit pada pernapasan. Hal ini sangat umum bagi perokok pasif baik dewasa maupun anak-anak. Jika berada di area rawan asap rokok terlalu sering, dipastikan kamu akan menderita masalah pernapasan.

3. Serangan jantung

Serangan jantung (Sumber: Pixabay/Pexels)
Serangan jantung (Sumber: Pixabay/Pexels)

Perokok pasif dapat menyebabkan darah kamu menjadi lengket. Hal itu membuat arteri tersumbat. Bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam asap meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Selain serangan jantung, perokok pasif juga memiliki risiko tinggi terkena penyakit koroner.

4. Keguguran

Keguguran (Sumber: Pixabay/hhach)
Keguguran (Sumber: Pixabay/hhach)

Wanita hamil berisiko tinggi terkena dampak negatif dari merokok pasif. Asap dari bekas rokok akan menyebabkan komplikasi internal dan menyebabkan ibu dan bayi yang ada di kandungan kekurangan oksigen.

5. Membuat berat badan bayi rendah

Membuat berat badan bayi rendah (Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures)
Membuat berat badan bayi rendah (Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures)

Risiko lain ketika ibu hamil menjadi perokok pasif adalah berat badan bayi saat dilahirkan rendah, yang dapat berakibat fatal pada kebanyakan kasus. Dalam kasus lain, bayi dengan berat badan rendah saat dilahirkan akan rentan terhadap sejumlah besar masalah kesehatan di masa depan.

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan