Bahaya Kanker Dibalik Hijaunya Rumput Sintetis
(foto: ilustrasi)
MerahPutih Kesehatan – Siapa sangka rumput sintetis yang biasa ada di lapangan futsal itu berbahaya bagi kesehatan. Yang membahayakan itu adalah butiran-butiran hitam yang ada di rumput sintetis.
Karet berwarna hitam ini bernama crumb rubber. Butiran hitam itu merupakan karet ban bekas yang berfungsi untuk membuat lapangan menjadi lebih empuk dan meredam benturan saat pemain terjatuh. (Baca: Hati-hati, Boneka ini Berbahaya Bagi Kesehatan)
Enviromental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat awalnya merekomendasikan ini untuk menanggulangi limbah. Tapi baru-baru ini EPA menghentikan kampanye penggunaan limbah ban sebagai salah satu material di lapangan rumput sintetis.
memang belum dilakukan penelitian untuk kasus ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahan yang terkandung dalan karet ban. 4 bahan karsinogenik yang terdapat di semua jenis ban yang ada, yaitu arsenik, benzene, cadmium, dan nikel. Karsinogenik dapat menyebabkan kanker pada tubuh kita. (Baca: 4 Tips Menjaga Kesehatan Mata)
Asisten pelatih sepakbola wanita di University of Washington, Amy Griffin, sudah mulai mencurigai masalah ini sejak tahun 2009. Anak asuhannya yang berusia 18 tahun menderita kanker hodgkins lymphomia. Jordan Swarthout seorang penjaga gawang yang sering menjatuhkan diri di rumput sintetis. Ia selalu berlatih selama 20 jam per minggu.
Bagikan
Widi Hatmoko
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya