Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Bahas Fikih Anak, KPAI Apresiasi Muhammadiyah

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 22 Januari 2018
Bahas Fikih Anak, KPAI Apresiasi Muhammadiyah

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati. (kpai.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati, mengapresiasi pembahasan Fikih Perlindungan Anak oleh Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-30 pada 23-26 Januari 2018 di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh).

"KPAI menyambut baik Munas Tarjih Muhammadiyah yang secara khusus akan membahas fikih anak," kata Rita seperti dilansir Antara, Senin (22/1).

Menurut dia, di tengah maraknya kasus kekerasan terhadap anak, pelibatan tokoh agama dalam perlindungan anak menjadi salah satu kunci upaya pencegahan dan penanganan kasus.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, kata Rita, fatwa keagamaan masih menjadi panduan masyarakat untuk berperilaku dan bertindak.

Dia mengatakan tingginya kasus kekerasan terhadap anak seolah-olah meniadakan pendidikan dan pengajaran keagamaan masyarakat.

"Padahal beragama bukan hanya soal ritual ibadah, tetapi bagaimana menjalankan relasi kepada sesama termasuk bagaimana memperlakukan anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa," katanya.

Rita berharap fatwa dari Majelis Tarjih dan Tajdid yang membahas isu-isu krusial terkait anak dapat menjadi panduan masyarakat beragama dalam memperlakukan anak secara baik, terutama dari sudut pandang agama Islam.

Hasil Munas Tarjih Muhammadiyah, kata dia, juga agar menjadi fondasi perbaikan pemahaman masyarakat dan keluarga tentang bagaimana melindungi anak oleh keluarga dan masyarakat sehingga dapat mengurangi kasus kekerasan terhadap anak.

"Panduan beragama sebagaimana fatwa akan menjadi panduan keagamaan Muslim untuk mendidik dan mengasuh anak. Persoalan anak ini cukup banyak seperti pemenuhan hak anak, pengasuhan terbaik bagi anak, pengangkatan anak, kekerasan terhadap anak hingga perkawinan usia anak," kata dia. (*)

#KPAI #Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Indonesia
Siswa SMP Tewas Uji Coba Proyek Senpi, KPAI Larang Tugas Sekolah Libatkan Senjata
Kewaspadaan orang tua harus lebih peka khususnya untuk memastikan materi tugas sekolah yang diberikan tidak berpotensi membahayakan keselamatan anaknya.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 April 2026
Siswa SMP Tewas Uji Coba Proyek Senpi, KPAI Larang Tugas Sekolah Libatkan Senjata
Indonesia
Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Usai Buka Bareng, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas
Dari hasil koordinasi KPAI dengan polisi, diduga tidak terjadi bentrokan langsung antara siswa SMAN 5 Bandung dengan siswa SMAN 2 Bandung saat itu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 16 Maret 2026
Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Usai Buka Bareng, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Bagikan