Kecantikan

Bahan-Bahan Alami Ini Bikin Bebas Jerawat

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 19 Oktober 2020
Bahan-Bahan Alami Ini Bikin Bebas Jerawat

Jerawat dapat diatasi dengan bahan alami (Foto: Unsplash/Ayo Ogunseinde)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WAJAH sedang break out? Kebanyakan orang telah mencoba berbagai produk skincare untuk perawatan wajah mereka. Sayangnya, susah mendapatkan yang cocok dan benar-benar bisa mengobati jerawat kita.

Jerawat memang menyebalkan dan membuat kita terus berputar otak mencari solusi tepat. Tidak jarang ada produk membuat wajah menjadi semakin break out.

Baca juga:

Posisi Jerawat Ceritakan Kondisi Kesehatan Kamu

Dilansir dari The List ada beberapa bahan alami mudah didapatkan agar wajah kamu bebas jerawat, misalnya:

1. Es Batu

Es batu bisa membantu meredekan peradangan.(Foto: Unsplash/Victoria Wendish)


Siapa sangka es batu bisa menjadi solusi untuk jerawat. Seorang dokter kulit mengatakan kepada The List dengan menggunakan es batu mampu meminimalkan peradangan dan juga kemerahan.

Es batu juga mampu membantu mengurangi usia jerawat dengan lebih cepat. Gunakan kain untuk membungkus es agar tidak terlalu dingin di wajah.

2. Tea Tree Oil

Tea tree oil memiliki kandungan antiseptik yang mampu menghilangkan jerawat. (Foto: Unsplash/Nordwood Themes)


Minyak ini memiliki sifat antiseptik untuk mengatasi penyakit kulit. Bahan ini bagus untuk menghilangkan jerawat, kamu juga bisa menggunakannya sebagai toner atau cukup dioleskan pada jerawat.

Namun, perlu hati-hati karena bisa juga menjadikan kulit kering atau iritasi. Larutkan dalam air sebelum mengaplikasikannya ke wajah agar efektif.

Baca juga:

Kenapa Sih Tidak Boleh Memencet Jerawat?

3. Madu

Madu berupakan bahan anti inflamasi untuk kulit. (Foto: Unsplash/Arwin Neil Baichoo)


Bahan yang satu ini anti inflamasi. Biasanya madu digunakan untuk meredakan kemerahan dan juga menenangkan kulit iritasi. Kandungan pH madu ini cenderung asam, sehingga mampu membantu proses penyembuhan. Cukup gunakan madu satu kali dalam seminggu.

4. Kulit Pisang

Kulit pisang mampu mengurangi kemerahan dan bengkak pada jerawat (Foto: Unsplash/Mike Dorner)


Biasanya kita membuang kulit pisang begitu saja. Padahal kulit pisang dapat kamu gunakan untuk mengatasi jerawat. Kulit pisang mengandung antioksidan dan potasium yang membuat jerawat lebih cepat sembuh.

Cara menggunakannya potong kecil-kecil kulit pisang, kemudian gosok pada daerah berjerawat. Penggunaan kulit pisang akan mengurangi kemerahan dan bengkak pada jerawat.

5. Lidah Buaya

Lidah buaya dapat membantu meredekan kemerahan pada jerawat. (Foto: Unsplash/Foodism3609)


Bisanya lidah buaya atau aloe vera digunakan untuk kulit terbakar matahari atau rambut. Ternyata tanaman ini juga mampu mengatasi jerawatmu.

Khasiatnya mampu meredakan kemerahan, peradangan, dan juga gatal-gatal. Biasanya jerawat akan hilang hampir dalam semalam, cukup dengan meletakkannya di bagian jerawatmu. (ren)

Baca juga:

5 Cara Sederhana Menangani Masalah Jerawat Menggunakan Minyak Jarak

#Jerawat #Kesehatan Kulit #Kesehatan #Kecantikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Lifestyle
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
MS Glow memiliki pabrik dan gudang utama di Malang. Setiap harinya, ribuan pengiriman diproses.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan