Otomotif

Awas! Ganti Kampas Rem Berdampak pada Disk Rem

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 20 Mei 2020
Awas! Ganti Kampas Rem Berdampak pada Disk Rem

Penggantian kampas rem harus memperhatikan tipe yang digunakan. (Foto; Unsplash/Chinmay Jade)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

REM salah satu organ vital pada mobil. Tanpa rem yang maksimal sebaiknya kendaraan jangan dijalankan sebelum diperbaiki.

Salah satu komponen pada rem adalah kampas rem. Bagian ini harus diganti bila sudah aus termakan gesekan selama pemakaian. Namun penggantiannya tidak boleh sembarangan. Kalau tidak tepat yang jadi korban adalah disk remnya.


Baca Juga:

Mumpung #DiRumahAja Bersihkan Helm Kamu

rem
Kampas rem harus diganti bila sudah aus terpakai. (Foto: Unsplash/serjan midili)


Menurut laman KabarOto, kampas rem yang sudah masuk masa penggantian cukup dilihat dari tonjolan besi. Maka besi ini akan bergesekkan dengan cakram dan menimbulkan bunyi sebagai tanda waktunya penggantian.

Menurut Suhendra Hanafiah, Operation Manager, PT. Sumber Berkat Anugrah yang dikutip dari KabarOto mengatakan bahwa kampas rem itu memiliki 3 tipe, yaitu soft, medium dan hard.

Perbedaannya itu disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau hanya dipakai untuk sehari-hari cukup dengan bahan soft atau medium. Biasanya untuk soft menggunakan bahan organik seperti serbuk kaca, karbon atau kevlar. Sementara tipe medium menggunakan bahan keramik dengan sedikit campuran serat tembaga.


Baca Juga:

Mobil Listrik Tetap Awet Selama WFH, Begini Kiatnya!

rem
Periksa kampas rem pada 20 ribu km. (Foto: Unsplash/Vadym Lebedych)


Kedua bahan itu memang nyaman digunakan harian. Ini memberikan pengereman yang lebih halus, maksimal dan tidak akan merusak disk rem. Yang tipe medium biasanya lebih banyak debu sisa pengereman. Kemudian menimbulkan suara agak kasar ketika mengerem dan harga lebih mahal ketimbang soft. Umumnya kampas rem OEM menggunakam bahan ini karena sesuai standar.

Untuk tipe hard hard biasanya merupakan kampas rem aftermarket. Hendra mengatakan bahwa tipe hard biasanya lebih banyak kandungan metal dan besinya. Kampas tipe Hard tidak cocok dengan piringan cakram standar pabrik.

Bahan metalnya yang keras akan merusak piringan, sehingga piringan cakram akan cepat habis atau bergelombang. Jika bergelombang, maka saat melakukan pengereman akan timbul bunyi berdecit dan pengereman tidak akan maksimal.

Waktu yang dianjurkan untuk mengganti kampas rem juga cukup lama sekitar 60.000 – 70.000 km. Namun lakukanlah pengecekan tiap 15.000 – 20.000 km untuk keamanan. (*)


Baca Juga:

Mobil Balap dari Amerika yang Mengangkangi Eropa

#Rem Blong #Mobil
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Olahraga
Duel Panas Mercedes, Kimi Antonelli Memenangi GP Kanada 2026
Russell sempat memimpin balapan setelah start, tetapi Antonelli terus memberikan tekanan. Ketegangan memuncak pada lap ke-24 ketika keduanya bersenggolan ringan di chicane terakhir.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Duel Panas Mercedes, Kimi Antonelli Memenangi GP Kanada 2026
Indonesia
Anggaran Negara Malah Perkaya India, DPR Minta Rencana Impor Mobil Niaga Agrinas Segera Disetop
Alih-alih melirik produk luar negeri, Said mempertanyakan alasan perusahaan pelat merah tersebut tidak menggandeng produsen otomotif dalam negeri
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Februari 2026
Anggaran Negara Malah Perkaya India, DPR Minta Rencana Impor Mobil Niaga Agrinas Segera Disetop
Indonesia
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pick Up dari India Ditunda, Tunggu Prabowo Pulang dari AS
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta rencana impor pick up dari India ditunda. Pembahasan itu bisa dibicarakan usai Prabowo pulang dari AS.
Soffi Amira - Selasa, 24 Februari 2026
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pick Up dari India Ditunda, Tunggu Prabowo Pulang dari AS
Indonesia
Pagar Rumah Jusuf Kalla Ditabrak Mobil, Pengemudi Diduga Mengantuk
Pagar rumah Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla, ditabrak oleh sebuah mobil pada Rabu (18/2) pagi.
Soffi Amira - Rabu, 18 Februari 2026
Pagar Rumah Jusuf Kalla Ditabrak Mobil, Pengemudi Diduga Mengantuk
Lifestyle
Mazda Tancap Gas di IIMS 2026, Perkenalkan The New CX-60 Sport
Mazda memperkenalkan The New CX-60 Sport di IIMS 2026. Mobil tersebut tampil dengan gaya yang lebih sporty.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Mazda Tancap Gas di IIMS 2026, Perkenalkan The New CX-60 Sport
Lifestyle
LEPAS L8 SUV Anti Banjir dengan Water Wading 600 mm
Bagi LEPAS, ketangguhan bukan tentang menantang kondisi ekstrem, melainkan tentang menghadirkan rasa tenang
Angga Yudha Pratama - Minggu, 01 Februari 2026
LEPAS L8 SUV Anti Banjir dengan Water Wading 600 mm
Fun
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Desain logo baru Honda itu akan memulai debutnya 2027, sekaligus merepresentasikan komitmen Honda dalam menghadapi era elektrifikasi dan teknologi cerdas
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
Berita
Mobil Hadirkan Formula Pelumas Baru yang Mendukung Mesin Konvensional dan Hybrid
Mobil menghadirkan Mobil Super All-In-One Protection dengan spesifikasi API SQ dan GF-7A, mendukung efisiensi bahan bakar dan mesin hybrid.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Desember 2025
Mobil Hadirkan Formula Pelumas Baru yang Mendukung Mesin Konvensional dan Hybrid
Indonesia
Pria ODGJ Ngamuk, 3 Mobil di Showroom Kartasura Jadi Korban
Mobil yang dirusak pelaku adalah jenis Nissan Serena, Toyota Avanza, dan Mazda 3, dengan kerusakan pada bagian kaca depan.
Wisnu Cipto - Minggu, 14 Desember 2025
Pria ODGJ Ngamuk, 3 Mobil di Showroom Kartasura Jadi Korban
Indonesia
Terungkap, Pengemudi Mobil MBG yang Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru Ternyata Sopir Pengganti
Pengemudi mobil MBG yang tabrak siswa SDN 01 Kalibaru ternyata merupakan sopir pengganti. Insiden ini pun cukup mengejutkan.
Soffi Amira - Kamis, 11 Desember 2025
Terungkap, Pengemudi Mobil MBG yang Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru Ternyata Sopir Pengganti
Bagikan