Awan Hujan Mulai Sedikit, Warga Diminta Hemat Air
Warga mencari air bersih di sumber air yang telah menyusut wilayah Slahung, Ponorogo (ANTARA/HO - BPBD Ponorogo)
MerahPutih.com - Fenomena El Nino akan diprediksi bertahan hingga Oktober. Sementara itu, teknologi modifikasi cuaca (TMC) hanya bisa dilakukan jika ada pergerakan awan ke wilayah-wilayah target untuk digarami.
Jika tidak ada awan-awan, hanya bisa berharap kedatangan fenomena regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO).
Baca Juga:
Strategi Kementerian PUPR Atasi Dampak Kekeringan di Masyarakat
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan awan hujan mulai berkurang, bahkan sangat sedikit sekali sehingga lembaga tersebut mengimbau pemerintah daerah antisipasi debit air.
"Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan bagian selatan, hingga Lampung dalam 1 minggu ini itu sangat sedikit sekali dapat awan hujan. Bahkan, mungkin Jawa tidak dapat awan hujan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Ia mengatakan, tiap wilayah memiliki karakteristik berbeda jika terdampak fenomena El Nino. Ketika fenomena tersebut terjadi di lahan gambut, akan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhurtla). Hal ini berdampak sangat nyata bagi manusia, yakni kekurangan air bersih.
Abdul mencatat, terjadi penurunan muka air di sejumlah waduk seperti Waduk Jatiluhur Jawa Barat dan Waduk Gajah Mungkur Jawa Tengah.
Berikutnya Bendung Katulampa di Jawa Barat terdapat penurunan muka air secara signifikan, artinya sumber mata air di awal titik nol Ciliwung, Citarum sudah turun.
Pada bulan April—Mei, telah dilakukan upaya teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk meningkatkan debit air di waduk dan bendung. Namun, hal itu belum cukup untuk pemakaian 2—3 bulan ke depan.
"Jadi, memang kita harus berhemat dalam menggunakan air bersih, dan tentu saja untuk pemerintah daerah yang memerlukan dukungan perangkat atau alat perangkat untuk distribusi air bersih seperti mobil dan lain-lain," katanya.
BNPB, kata ia, kalau daerah membutuhkan meminta status siaga darurat atau tanggap darurat kekeringan pihaknya akan mendukung. (Knu)
Baca Juga:
Berbagai Wilayah Mulai Kekeringan, BNPB Minta Warga Hemat Air
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Sudah Satu Bulan Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di Riau, Status Tanggap Darurat Diperpanjang
BNPB Pantau Kondisi Kekeringan di Indonesia, Ribuan Liter Air Dikirim ke Berbagai Desa
Puncak Kemarau, Satuan Tugas Desk Penanganan Karhutla Siaga Hingga Agustus
Jawa Tengah Mulai Dilanda Kekeringan, Warga Mulai Memohon Bantuan Air Bersih
38 Daerah di 7 Provinsi Tidak Hujan Lebih Dua Bulan, Kekeringan Ekstrem Melanda
Puan Maharani Minta Pemerintah Siapkan Langkah untuk Antisipasi Kekeringan
10 Kecamatan Boyolali Alami Kekeringan, Pemkab Suplai Air Bersih
Musim Kemarau Panjang, 2.073 Kepala KK di Sragen Kekurangan Air
Yogyakarta Tetapkan Darurat Kekeringan, Siapkan Hujan Buatan
Pemkot Solo Segera Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan