Atasi Kekeringan, Ini yang Dilakukan PDAM

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Sabtu, 16 September 2017
Atasi Kekeringan, Ini yang Dilakukan PDAM

Salah satu sawah warga yang terkena dampak kekeringan. (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kulon Progo (KP) berencana menambah saluran pipa air ke 1.200 warga di Kulon Progo pada 2018. Program tersebut dilakukan guna menekan dampak kekeringan yang terjadi selama musim kemarau.

Pasalnya, musim kemarau hampir selalu menimbulkan kekeringan hebat di beberapa desa di Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta.

Kepala PDAM KP Jumantoro mengatakan, pihaknya akan memasang saluran pipa air baru di Banjar Harjo Kecamatan Kalibawang dan di Kecamatan Kokap dan Lendah.

"Di Kalibawang akan kami pasang ke 500 rumah tangga. Total ada 1.200 rumah tangga baru yang akan mendapat pipa air di 2018. Pemasangannya gratis," kata Jumantoro melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Sabtu (16/9).

Air yang akan dialirkan berasal dari sumber mata air di sekitar desa tersebut di antaranya Sungai Progo dan waduk. Dengan adanya sambungan pipa, Jumantoro menegaskan bahwa warga tak perlu lagi meminta droping air.

Pada tahun ini, PDAM KP menargetkan memasang pipa baru untuk sekitar 1.100 warga. Pipa air akan dipasang di dua desa yang terletak di dua kecamatan yakni Desa Karangsari Kecamatan Pengasih dan Desa Salamrejo di Kecamatan Sentolo.

"Kedepannya kami akan memperbanyak pemasangan pipa di wilayah yang terdampak kekeringan. Sehingga diharapkan 4-5 tahun mendatang pemerintah tidak perlu melakukan droping air," katanya.

Hingga 2017, Jumantoro mengklaim PDAM telah memasang sambungan pipa air untuk 24.620 orang kepala keluarga. Sambungan pipa itu di antaranya turut dipasang di daerah kekeringan.

Saat ini, Kabupaten Kulon Progo telah berstatus Siaga Darurat Bencana. Penetapan status ini akan berakhir pada Oktober pertengahan. Setidaknya ada 12 ribu warga di lima Kecamatan yang terdampak cukup parah kekeringan. (*)

Berita ini berdasarkan laporan Teresia Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Ojek Online Dilarang Ngetem, Mahasiswa UIN Kebingungan

#Musim Kemarau #PDAM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
BMKG mencatat lebih dari 61 persen wilayah Indonesia masih kemarau. Bantul mengalami 131 hari tanpa hujan, musim hujan diprediksi mulai November-Desember 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
Indonesia
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November-Desember 2026. Awalnya tak serentak dan sejumlah daerah diprediksi terlambat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
Indonesia
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
El Nino ekstrem hingga Desember 2026 mengancam kepunahan satwa endemik NTB akibat kekeringan parah
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
El Nino Ekstrem Kepung NTB, Satwa Endemik Terancam Punah Dilindas Kemarau
Indonesia
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Wilayah yang masuk kategori Awas meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Indonesia
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Sebanyak 2.000 santri Ponpes Budi Utomo menggelar Salat Istisqa di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Soloraya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Indonesia
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Difokuskan pada antisipasi kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Indonesia
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Cari tahu info terbaru potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhir Agustus 2026. Cek daftar wilayah zona merah di Sumatera, Jawa, Kalimantan serta update operasi modifikasi cuaca di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 27 Agustus 2026
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Indonesia
Hujan Buatan Guyur Jakarta, Pramono: Awan Sekecil Apa Pun Akan Kita Buat untuk Hujan
Pramono Anung menyebut hujan yang mengguyur Jakarta pada Rabu (19/8) merupakan hasil operasi modifikasi cuaca BPBD DKI. Memanfaatkan awan Cumulus Congestus.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
Hujan Buatan Guyur Jakarta, Pramono: Awan Sekecil Apa Pun Akan Kita Buat untuk Hujan
Lifestyle
Tips Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA pada Musim Kemarau
Cuaca panas dan meningkatnya polusi udara selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
Tips Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA pada Musim Kemarau
Indonesia
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem 10 Agustus 2026, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai
BMKG memperingatkan cuaca ekstrem pada 10 Agustus 2026. Hujan lebat hingga angin kencang melanda sebagian wilayah Indonesia.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem 10 Agustus 2026, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai
Bagikan