Asal Muasal Museum Zoologi

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 04 Januari 2017
Asal Muasal Museum Zoologi

Papan penunjuk Museum Zoologi, Bogor, Jawa Barat. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Tradisi - Sampurasun Sobat Indonesiana. Mungkin ketika mendengar nama Kota Bogor yang terbersit di hati kalian adalah sebuah kota yang penuh dengan angkutan umum, beberapa sopir angkot yang terkadang menyebalkan, kemacetan, kota segudang kuliner, dan panorama alamnya yang memesona.

Namun, tahukah kalian di antara semuanya, di tempat yang berjuluk Kota Hujan itu memiliki segambreng museum yang konon juga sarat akan nilai historis tinggi, salah satunya adalah Museum Zoologi yang berada di Jalan Ir H Juanda, Bogor, Jawa Barat.

Bangunan Museum Zoologi, Bogor, Jawa Barat. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Bangunan Museum Zoologi, Bogor, Jawa Barat. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Menurut pengelola museum, M. H. Sinaga, tercatat dalam sejarah mengenai perkembangannya di setiap zaman telah mengalami 11 kali pergantian nama dan dapat dikelompokkan menjadi 3 periode. “Pertama pada periode awal (1984 – 1901), periode pancaroba (1901 – 1986), dan periode pemekaran (1987 – sekarang),” tuturnya kepada merahputih.com saat menyambangi ruang kerjanya, Selasa (3/1).

Sebelum menjadi sebuah museum, M.H. Sinaga menjelaskan bahwa awalnya merupakan laboratorium zoologi dengan nama Landbouw Zoologisch Laboratorium yang didirikan pada tahun 1984 oleh ahli botani berkebangsaan Jerman yang bernama J.C. Koningsberger. “Tujuan laboratorium awal didirikan sebagai sarana penelitian yang berkaitan dengan pertanian dan zoologi,” jelasnya.

Dan pada saat itu pula (1894 – 1918), J.C. Koningsberger untuk pertama kali menjadi pemimpin Landbouw Zoologisch Laboratorium dengan luas 402 m2. Dan menariknya, sekira tahun 1906 nama tersebut diubah menjadi Zoologisch Museum and Wekplaats dan 4 tahun kemudian diubah kembali menjadi Zoologisch Museum en Laboratorium.

Kehadiran tempat itu, kata Sinaga, tak ayal menjadi pusat perhatian masyarakat luas guna mendapatkan informasi pelbagai macam tentang dunia hewan. “Selama ia menjabat sebagai pemimpin, Koningsberger hanya dibantu oleh seorang konservator, P.A Ouwens. Ia bertugas untuk mengumpulkan, menata, mempelajari, dan menyebarkan informasi koleksi yang dimiliki Zoologisch Museum en Laboratorium,” kata Sinaga.

Waktu terus berganti, umur Koningsberger dan Ouwens pun semakin tua, yang akhirnya memutuskan Koningsberger untuk pergi ke Belanda pada tahun 1919. Setelah mereka berdua pergi, kemudian ditunjuklah pakar zoologi lainnya untuk mengurus museum.

“Untuk menggantikan mereka, kemudian ditunjuklah K.W Dammerman (1919 – 1939). Selain merupakan pakar zoologi, ternyata Dammerman juga sangat tertarik pada perkembangan ilmiah serta membina beberapa koleksi fauna yang ada. Saat ia memimpin, jumlah tenaga pun mulai diperbanyak agar perawatan koleksi semakin terjaga, juga untuk menarik perhatian yang lebih besar,” pungkas Sinaga.

Setelah itu, Sinaga juga memaparkan bahwa tampuk kepemimpinan museum pun mulai kembali diganti oleh seorang pakar serangga, M.A Lieftinck (1939 – 1954).

Pada masa inilah, Sinaga menambahkan, keberadaan museum memasuki masa yang tidak stabil. Semua kegiatan yang ada di museum tidak berkembang dikarenakan arus pergolakan politik yang besar (pada masa pendudukan Jepang). “Dan di antara masa itu, museum sempat dipimpin oleh T. Nakai dan diubah menjadi Dabutsu Hakobutsukan. Dan setelah Perang Dunia II berakhir pada tahun 1944, Lieftinck kembali mengambil alih pengelolaan museum. Sejak tahun 1945 sampai 1947, nama Zoologisch Museum en Laboratorium dihidupkan lagi dan pada tahun 1947 diganti dengan nama Museum Zoologicum Bogoriense,” tambah Sinaga.

Tidak berhenti di situ, sejak tahun 1954 sampai 1960, kepemimpinan Lieftinck pun kemudian digantikan oleh seorang kolektor zoologi asal Jerman, AMR. Wegner. “Pada tahun 1955, museum kembali diganti nama menjadi Lembaga Museum Zoologicum Bogoriense. Dan sayangnya, pada masa kepemimpinan Wegner, museum tidak juga berkembang yang akhirnya diserahkan oleh orang pribumi, S. Kadarsan (1962 – 1971).

“Nama Lembaga Museum Zoologicum Bogoriense usianya juga tidak panjang, hanya sampai tahun 1962. Sejak kepemimpinan dipegang oleh S. Kadarsan, namanya diubah kembali menjadi Museum Zoologicum Bogoriense,” paparnya.

Lorong pintu masuk Museum Zoologi. (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

“Pada tahun 1977 sampai 1986, museum dipimpin oleh Soehartono Adisoemarto. Dan pada tahun 1986 sampai 1994, museum dipimpin oleh Mohammad Amir. Pada masa beliau, namanya diubah menjadi Museum Zoologi yang berada di bawah naungan Pusat Penelitian Biologi (LIPI),” imbuhnya.

Dan sebagai tambahan informasi, tempat koleksi museum ini memiliki 24 ruangan koleksi dan baru ditempati pada 1997, dengan pembangunan yang didanai dari dana hibah Bank Dunia dan Jepang.

#Museum Zoologi #Kebun Raya Bogor #Kota Bogor #Tempat Wisata Bogor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bogor Bakal Punya Embarkasi Haji Sendiri, 7 Lantai Bentuknya Mirip Zamzam Tower
Warga Bogor bakal memiliki embarkasi haji sendiri tidak lagi bergabung di Pondok Gede Jakarta. Embarkasi yang dibangun di kawasan Stadion Pakansari itu rencana memiliki tujuh lantai dengan konsep mirip Zamzam Tower.
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Bogor Bakal Punya Embarkasi Haji Sendiri, 7 Lantai Bentuknya Mirip Zamzam Tower
Indonesia
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Bogor Usai Kejar-kejaran Dramatis di Tol
Pelaku pembunuhan perempuan di Bogor berhasil ditangkap polisi setelah aksi kejar-kejaran dramatis di jalan tol. Mobil pelaku sempat terguling saat mencoba kabur.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Bogor Usai Kejar-kejaran Dramatis di Tol
Berita Foto
Penginapan OTW di Parung Bogor Disegel Sementara oleh Satpol PP Kabupaten Bogor
Suasana Gedung Penginapan OTW di Jalan Mad Noer, Kampung Binong, Desa Iwul, Kecamatan Parung, Jawa Barat, Senin (23/2/2026).
Didik Setiawan - Senin, 23 Februari 2026
Penginapan OTW di Parung Bogor Disegel Sementara oleh Satpol PP Kabupaten Bogor
Indonesia
Sindikat Obat Aborsi Ilegal Bogor Digerebek, Ini Nama Merek dan Tokonya
Sindikat peredaran obat aborsi ilegal merek Cytotech Misoprostol di Bogor, Jawa Barat, terbongkar lewat strategi penyamaran penyidik.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Sindikat Obat Aborsi Ilegal Bogor Digerebek, Ini Nama Merek dan Tokonya
Indonesia
Tambang di Bogor yang Ditutup Dedi Mulyadi Kembali Dibuka, Pemkab Berdalih Ekonomi Warga Harus Jalan
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Bogor bersama para pengusaha sepakat membangun jalan khusus angkutan tambang sepanjang 15 kilomete
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
Tambang di Bogor yang Ditutup Dedi Mulyadi Kembali Dibuka, Pemkab Berdalih Ekonomi Warga Harus Jalan
Indonesia
Hujan di Wilayah Bogor Sejak Siang Bikin Debit Bendung Katulampa Sempat Naik dan Berada di Level Siaga 3
Masyarakat di bantaran Sungai Ciliwung diminta agar tetap siaga terhadap potensi peningkatan debit
Frengky Aruan - Jumat, 05 Desember 2025
Hujan di Wilayah Bogor Sejak Siang Bikin Debit Bendung Katulampa Sempat Naik dan Berada di Level Siaga 3
Berita Foto
Rencana Rute LRT Jabodebek akan Diperpanjang hingga Bogor
Rangkaian Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek melintas jalur atas Tol Dalam Kota ruas Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 24 Oktober 2025
Rencana Rute LRT Jabodebek akan Diperpanjang hingga Bogor
Berita Foto
Aksi Unjuk Rasa Sopir Tolak Penghentian Operasional Truk Tambang di Cigudeg Bogor
Massa yang terdiri dari sopir truk tambang dan keluarga mereka serta sejumlah anggota Asosiasi Transporter Tangerang-Bogor (ATTB) melakukan aksi unjuk rasa dengan membakar ban bekas di Kawasan Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9/2025).
Didik Setiawan - Senin, 29 September 2025
Aksi Unjuk Rasa Sopir Tolak Penghentian Operasional Truk Tambang di Cigudeg Bogor
Indonesia
Sindikat di Bandung dan Bogor Jual Beras ‘Oplosan’ Kualitas Medium dengan Harga Premium, Konsumen Rugi Sampai Miliaran Rupiah
Enam orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang diduga merugikan konsumen hingga miliaran rupiah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Agustus 2025
Sindikat di Bandung dan Bogor Jual Beras ‘Oplosan’ Kualitas Medium dengan Harga Premium, Konsumen Rugi Sampai Miliaran Rupiah
Indonesia
Penumpang Transjabodetabek Bogor-Blok M Tidak Bisa Turun Naik di Terminal Baranangsiang
modifikasi yang dilakukan adalah memindahkan titik penaikan dan penurunan penumpang Transjabodetabek P11 di Kota Bogor, yang semula di Cidangiang dan Terminal Barangnangsiang menjadi di Botani Square.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 29 Juni 2025
Penumpang Transjabodetabek Bogor-Blok M Tidak Bisa Turun Naik di Terminal Baranangsiang
Bagikan