Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Arist Merdeka Sirait: Kemerdekaan Milik Segala Bangsa, Termasuk Anak

Asty TCAsty TC - Senin, 21 Agustus 2017
Arist Merdeka Sirait: Kemerdekaan Milik Segala Bangsa, Termasuk Anak

Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Foto: Instagram/komnasanak)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AGUSTUS merupakan bulan sakral bagi rakyat Indonesia, di mana seluruh pelosok negeri memperingati kemerdekaan RI. Berbagai macam perayaan, lomba, dan festival turut diselenggarakan dengan mengadopsi nilai-nilai perjuangan.

Luapan kebangsaan dalam bentuk perayaan kebudayaan pun hadir melalui "Festival Nusantara" di Pluit Village, Minggu (20/8). Dengan mengundang Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak, putra-putri bangsa turut mendapat bimbingan di Panggung Nusantara.

Pejabat pelopor perlindungan anak ini memiliki sudut pandang tersendiri dalam memaknai sebuah kemerdekaan. "Penderitaan, eksploitasi, kekerasan seksual, kekerasan fisik, bullying, perdagangan manusia, pengakuan yang salah... dari itu semualah anak-anak harus merdeka," kata orator Komnas PA itu dengan bersemangat.

Arist mengaku bahwa kedatangannya di "Festival Nusantara" adalah untuk berbagi arti kemerdekaan anak yang sesungguhnya. "Agar anak bisa merdeka dari segala bentuk penganiayaan, penelantaran. Inilah makna 72 tahun kemerdekaan Republik Indonesia," kata Arist, yang sudah menangani berbagai kasus penganiayaan anak, salah satunya kasus Angeline yang dikubur hidup-hidup oleh orang tuanya di Bali.

Saat acara kebudayaan Indonesia untuk anak-anak ini berlangsung, Arist menunjukkan senyum lebarnya. Ia turut tertawa saat Imam Suherman berdongeng mengisahkan seekor monyet pemimpin upacara.

"Hari ini saya datang ke Panggung Nusantara dengan beberapa anak dari belasan daerah, yang saat ini diasuh di salah satu panti. Ini adalah salah satu wujud keperdulian masyarakat, yaitu agar anak-anak bisa gembira dan merasakan kemerdekaan," ucap Arist usai pertunjukan Tari Semut.

Lebih lanjut, Aris mengatakan, "Kemerdekaan itu milik seluruh bangsa, termasuk anak. Kalau Indonesia mau hebat, Indonesia harus merdekakan anak dari eksploitasi dan segala bentuk kekerasan, penganiayaan, dan penelantaran."

Imbauannya untuk menyetop penganiayaan terhadap anak selain untuk alasan kemanusiaan, juga untuk tujuan yang lebih besar. "Supaya dia bisa tertawa, bergembira, dan bertumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang baik," pungkasnya. (Bing)

Baca juga artikel lainnya di sini: Desainer Amy Atmanto: Konsep Busana Adat Jokowi Sangat Matang

#Arist Merdeka Sirait #Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait #Anak #HUT KEMERDEKAAN Ke-72 RI #Perayaan Kemerdekaan #Hari Kemerdekaan Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Asty TC

orang Jawa bersuara alto
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Indonesia
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Pemberian tiket gratis hanhya bagi anak-anak untuk menikmati pengalaman rekreasi wisata edukatif dan hiburan dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Bagikan