Musik

Argumentasi Gender Nina Nesbitt dalam 'Pressure Makes Diamonds'

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 14 Juni 2022
Argumentasi Gender Nina Nesbitt dalam 'Pressure Makes Diamonds'

Nina Nesbitt akan merilis album Alskar di 2 September mendatang. (foto: dok Secret Signal)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MUSISI Skotlandia Nina Nesbitt mengumumkan perilisan album terbarunya, Alskar, pada 2 September mendatang. Sebelum album penuhnya resmi rilis Nesbitt melempar single dan videoklip terbaru, Pressure Makes Diamonds.

Lagu terbaru dari musisi yang disebut Taylor Swift saat menerima penghargaan Billboard’s Woman in Music pada 2019 ini merupakan salah satu momen paling cemerlang dari albumnya mendatang. Nuansa alt-pop yang lembut dan melodi yang hidup dan memikat berpadu dengan vokal freestyle ala Nesbitt.

BACA JUGA:

Absen 2 Tahun, Joji Kembali dengan Single 'Glimpse of Us'

Lagu ini penuh kontras, dengan irama yang menyenangkan, tapi mengungkapkan pesan yang kuat, yaitu tentang stereotipe gender dan apa yang diharapkan dari begitu banyak perempuan muda untuk menyesuaikan diri saat mereka mencapai usia 20-an.

nina nesbitt
Merilis lagu dan videoklip 'Pressure Makes Diamonds'. (foto: Natalie Sakstrup)

Nesbitt menulis lagu ini bersama produsernya, Jack & Coke (Charli XCX, Tove Lo), dan musisi Swedia SHY Martin, dan di-mix oleh Manon Grandjean (Stormzy, Dave). "Aku menulis Pressure Makes Diamonds tentang bagaimana aku mencoba menemukan jalanku melalui tekanan sosial yang mulai aku rasakan sebagai seorang wanita di usia pertengahan 20-an,” kata Nesbitt dalam keterangan yang diterima Merahputih.com.


Dalam videoklip lagu ini, Nesbitt memainkan sejumlah karakter stereotipe perempuan yang umum dalam kisah fiksi. Namun, itu ternyata yang lebih dekat menjadi sebuah klise dunia fiksi ketimbang kenyataan. Dengan memainkan berbagai karakter seperti itu, Nesbitt ingin menunjukkan setiap orang berbeda-beda dan jauh lebih berwarna daripada stereotipe yang membatasi. Video ini merupakan hasil kerja sama dengan sutradara Wolf James dan berbagai kru yang kebanyakan perempuan.

BACA JUGA:

FLEUR! Sajikan Nuansa 60an di Album Debut 'Fleur Fleur FLEUR!'

Album Alskar, yang dalam bahasa Swedia berarti ‘mencintai’, merupakan karya tentang introspeksi dan rasa ketakutan dan kehilangan saat masa-masa lockdown. Album ini merayakan kehidupan dalam semua kompleksitasnya dan juga berbagai bentuk dari cinta. Nesbitt mengatakan membuat album ini merupakan pengalaman yang sama sekali berbeda dari apa pun yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Album ini direkam secara bertahap. Dimulai pada musim panas 2019, ketika Nesbitt mulai menulis kala mengunjungi neneknya di Swedia. Rencana perjalanan kedua ke Swedia pada 2020 terhenti oleh pandemi, dan memaksa Nesbitt untuk fokus pada sesi Zoom dari kamar cadangan di rumah ibunya. Itu merupakan sebuah pengalaman yang sulit, tetapi juga memberi Nina kebebasan untuk benar-benar mengungkapkan emosinya melalui musik. Ia menulis atau ikut menulis setiap lagu yang ditampilkan dalam album ini, dan memproduseri atau ikut memproduseri banyak dari lagunya.


“Meskipun banyak musik yang dibuat dari jarak jauh, aku merasa bahwa aku telah memproses lebih banyak hal dan belajar banyak tentang hubungan dalam hidupku selama beberapa tahun terakhir ini. Aku ingin menangkap semua jenis cinta dalam berbagai bentuk, baik itu romantis, patah hati, persahabatan, kedewasaan, cinta keluarga atau cinta diri sendiri,” ujarnya.(dwi)

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Mawar de Jongh Buka Fase Baru Bermusik Lewat Single 'KAN', Simak Lirik Lagunya
Mawar de Jongh membuka fase baru bermusik lewat “KAN”, single terbaru yang mengangkat kisah sahabat, patah hati, dan nasihat yang kerap diabaikan.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 4 menit lalu
Mawar de Jongh Buka Fase Baru Bermusik Lewat Single 'KAN', Simak Lirik Lagunya
ShowBiz
Dolly Parton dan Kisah di Balik 'I Will Always Love You'
'I Will Always Love You' bercerita tentang perpisahan yang dilakukan dengan penuh kasih.
Dwi Astarini - 1 jam, 25 menit lalu
Dolly Parton dan Kisah di Balik 'I Will Always Love You'
ShowBiz
CORTIS Bicara Obsesi Uang dan Gaya Hidup Produktif Lewat 'MONEYMONEYMONEY'
CORTIS merilis extended album GREENGREEN pada 24 Agustus 2026. Salah satu lagu tambahannya, 'MONEYMONEYMONEY', mengangkat ambisi finansial generasi muda.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 51 menit lalu
CORTIS Bicara Obsesi Uang dan Gaya Hidup Produktif Lewat 'MONEYMONEYMONEY'
ShowBiz
Hursa dan Nadhif Basalamah Bicara soal Kesedihan Lewat Lagu 'Bukan Kendalimu'
Hursa dan Nadhif Basalamah berkolaborasi dalam single 'Bukan Kendalimu', rilisan kedua dari EP 'Garis Tegak' milik Lafa Pratomo bersama KithLabo.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 15 menit lalu
Hursa dan Nadhif Basalamah Bicara soal Kesedihan Lewat Lagu 'Bukan Kendalimu'
ShowBiz
Adhitia Sofyan Akhirnya Rilis 'Don’t You Dare Touch My Kerupuk', Lagu yang Tersimpan 15 Tahun
Karya ini justru berawal dari persoalan sederhana: kerupuk yang tak kunjung hadir di meja makan.
Dwi Astarini - 2 jam, 33 menit lalu
Adhitia Sofyan Akhirnya Rilis 'Don’t You Dare Touch My Kerupuk', Lagu yang Tersimpan 15 Tahun
ShowBiz
Virzha Ajak Merenungi Takdir lewat 'Sebelum Waktu'
Lewat liriknya, Virzha menggambarkan perjalanan hidup sebagai rangkaian langkah yang terkadang sulit dipahami saat sedang dijalani.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Virzha Ajak Merenungi Takdir lewat 'Sebelum Waktu'
ShowBiz
Dongker Perkenalkan Dollar, Maskot yang Mewakili Kesedihan di Album 'Melankolia Radikal'
Dongker memperkenalkan Dollar, maskot yang merepresentasikan kesedihan dalam album Melankolia Radikal. Artwork album terinspirasi karya Agan Harahap.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Dongker Perkenalkan Dollar, Maskot yang Mewakili Kesedihan di Album 'Melankolia Radikal'
ShowBiz
Bukan Sekadar Soundtrack, Lagu' Seperti Rahim Ibu' Perkuat Pesan Perlindungan Anak di Film 'Memburu Pemangsa'
Lagu 'Seperti Rahim Ibu' karya Efek Rumah Kaca dan Najwa Shihab menjadi soundtrack film Memburu Pemangsa yang tayang 24 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Bukan Sekadar Soundtrack, Lagu' Seperti Rahim Ibu' Perkuat Pesan Perlindungan Anak di Film 'Memburu Pemangsa'
ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Bagikan