MUSISI Skotlandia Nina Nesbitt mengumumkan perilisan album terbarunya, Alskar, pada 2 September mendatang. Sebelum album penuhnya resmi rilis Nesbitt melempar single dan videoklip terbaru, Pressure Makes Diamonds.
Lagu terbaru dari musisi yang disebut Taylor Swift saat menerima penghargaan Billboard’s Woman in Music pada 2019 ini merupakan salah satu momen paling cemerlang dari albumnya mendatang. Nuansa alt-pop yang lembut dan melodi yang hidup dan memikat berpadu dengan vokal freestyle ala Nesbitt.
BACA JUGA:
Lagu ini penuh kontras, dengan irama yang menyenangkan, tapi mengungkapkan pesan yang kuat, yaitu tentang stereotipe gender dan apa yang diharapkan dari begitu banyak perempuan muda untuk menyesuaikan diri saat mereka mencapai usia 20-an.
Nesbitt menulis lagu ini bersama produsernya, Jack & Coke (Charli XCX, Tove Lo), dan musisi Swedia SHY Martin, dan di-mix oleh Manon Grandjean (Stormzy, Dave). "Aku menulis Pressure Makes Diamonds tentang bagaimana aku mencoba menemukan jalanku melalui tekanan sosial yang mulai aku rasakan sebagai seorang wanita di usia pertengahan 20-an,” kata Nesbitt dalam keterangan yang diterima Merahputih.com.
Dalam videoklip lagu ini, Nesbitt memainkan sejumlah karakter stereotipe perempuan yang umum dalam kisah fiksi. Namun, itu ternyata yang lebih dekat menjadi sebuah klise dunia fiksi ketimbang kenyataan. Dengan memainkan berbagai karakter seperti itu, Nesbitt ingin menunjukkan setiap orang berbeda-beda dan jauh lebih berwarna daripada stereotipe yang membatasi. Video ini merupakan hasil kerja sama dengan sutradara Wolf James dan berbagai kru yang kebanyakan perempuan.
BACA JUGA:
FLEUR! Sajikan Nuansa 60an di Album Debut 'Fleur Fleur FLEUR!'
Album Alskar, yang dalam bahasa Swedia berarti ‘mencintai’, merupakan karya tentang introspeksi dan rasa ketakutan dan kehilangan saat masa-masa lockdown. Album ini merayakan kehidupan dalam semua kompleksitasnya dan juga berbagai bentuk dari cinta. Nesbitt mengatakan membuat album ini merupakan pengalaman yang sama sekali berbeda dari apa pun yang pernah ia lakukan sebelumnya.
Album ini direkam secara bertahap. Dimulai pada musim panas 2019, ketika Nesbitt mulai menulis kala mengunjungi neneknya di Swedia. Rencana perjalanan kedua ke Swedia pada 2020 terhenti oleh pandemi, dan memaksa Nesbitt untuk fokus pada sesi Zoom dari kamar cadangan di rumah ibunya. Itu merupakan sebuah pengalaman yang sulit, tetapi juga memberi Nina kebebasan untuk benar-benar mengungkapkan emosinya melalui musik. Ia menulis atau ikut menulis setiap lagu yang ditampilkan dalam album ini, dan memproduseri atau ikut memproduseri banyak dari lagunya.
“Meskipun banyak musik yang dibuat dari jarak jauh, aku merasa bahwa aku telah memproses lebih banyak hal dan belajar banyak tentang hubungan dalam hidupku selama beberapa tahun terakhir ini. Aku ingin menangkap semua jenis cinta dalam berbagai bentuk, baik itu romantis, patah hati, persahabatan, kedewasaan, cinta keluarga atau cinta diri sendiri,” ujarnya.(dwi)