MerahPutih.com - Mawar de Jongh membuka fase baru dalam perjalanan musiknya lewat KAN, single terbaru yang hadir dengan warna musik berbeda dari karya-karya sebelumnya.
Kehadiran KAN tidak hanya menandai eksplorasi musikal baru bagi Mawar, tetapi juga membawa cerita yang dekat dengan dinamika persahabatan dan hubungan asmara.
Baca juga:
Lirik Lagu 'Tinggal' dari Soundtrack Film Tinggal Meninggal dari Mawar de Jongh
Makna di Balik Judul 'KAN'
Pemilihan judul KAN menyimpan permainan makna yang sederhana, tetapi cukup kuat. Terdiri dari tiga huruf, KAN dapat diasosiasikan dengan ungkapan 'sudah kubilang' atau 'I told you so'.
Singkat dan mudah diingat, judul tersebut kemudian menjadi semacam jargon yang merangkum keseluruhan kisah dalam lagu.
Baca juga:
Cerita Sahabat yang Nasihatnya Kerap Diabaikan
Ketika pertama kali mendengarkan “KAN”, Mawar mengaku langsung merasa dekat dengan cerita yang diangkat. Ia teringat pada sejumlah pengalaman orang-orang di sekitarnya yang memiliki kisah serupa.
Bagi Mawar, lagu ini menggambarkan suara hati seorang sahabat yang kerap menjadi tempat curhat, tetapi nasihatnya justru sering diabaikan.
Ceritanya berpusat pada seseorang yang tengah patah hati, sementara sang sahabat sebenarnya sudah lama memperingatkan bahwa terdapat berbagai tanda yang menunjukkan hubungan tersebut tidak sehat.
Lirik KAN - Mawar de Jongh
Bukan kali pertama
Kau buta karena jatuh cinta
Sudah biasa
Tapi katamu ini beda
Dia lain dari yang sebelum-belumnya
Kau abaikan semua
Ku tersenyum saja
Tunggu saja kan datang waktunya
Dari pertama kubilang kan?
Sudah lebih baik kau tinggalkan
Yang kau agungkan
Kau dewakan
Dia bukan-bukan
Sekarang kena batunya kan
Kau menangis semalaman
Hingga terang datang
Ya kan, benar, apa ku bilang?
Sampai kering bibir berkata
Apa tak kau lihat yang sebelum belumnya
Kau acuhkan pertanda
Ku tersenyum saja
Lalu kubilang tunggu tanggal mainnya
Dari pertama kubilang kan?
Sudah lebih baik kau tinggalkan
Yang kau agungkan
Kau dewakan
Dia bukan-bukan
Sekarang kena batunya kan
Kau menangis semalaman
Hingga terang datang
Ya kan, benar, apa ku bilang?
Ku tau jatuh cinta memang indah
Tapi cukup beri hatimu alakadarnya
Jangan berlebihan
Semua kau berikan
Menangis kau belakangan
Sekarang kena batunya kan
Kau menangis semalaman hingga terang
Ya kan, benar, apa ku bilang?
Dari pertama kubilang kan?
Sudah lebih baik kau tinggalkan
Yang kau agungkan
Kau dewakan
Dia bukan-bukan
Sekarang kena batunya kan
Kau menangis semalaman
Hingga terang datang
Ya kan, benar, apa ku bilang?
Sungguh tak pernah salah
Dia memang bendera merah
Sekarang sudah kepalang
Kan sudah kubilang
Tak perlu tanya orang pintar
Dari dulu kelihatan
Ya kan, benar, apa ku bilang?
(Far)