Apa yang Terjadi jika Anda Berhenti Berolahraga?

 Irene Gianov Irene Gianov - Kamis, 20 April 2017
Apa yang Terjadi jika Anda Berhenti Berolahraga?

Kira-kira apa yang terjadi pada tubuh kita kalau berhenti berolahraga? (Foto: sentralfitnes.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Olahraga bentuk apa pun—berlari, angkat beban, senam—punya banyak manfaat positif bagi tubuh jika dilakukan secara rutin dan benar. Misalnya saja mengurangi stres, menjaga bentuk tubuh, sampai meningkatkan kinerja otak. Tapi, bagaimana jika kita berhenti dari rutinitas berolahraga?

Break berolahraga sejenak tidak masalah, contohnya karena jenuh atau sekadar ingin leyeh-leyeh tanpa melakukan apa pun. Meskipun begitu, jangan terlalu lama berhenti dari rutinitas berolahraga, ya Sahabat Merah Putih.

Jangan berhenti terlalu lama dari rutinitas berolahraga (Foto: Stocksy)

Seperti yang mindbodygreen.com tulis, setelah sepuluh hari tanpa olahraga, pria dan perempuan dewasa telah mengurangi aliran darah ke hipokampus, bagian otak yang membentuk memori dan emosi. Bagian ini tentu penting. Jadi, terbayang kan bila aliran darah ke otak kurang?

Kemudian, setelah dua minggu tanpa olahraga, menaiki tangga pun akan terasa lebih sulit dari sebelumnya, karena tubuh kehilangan kebugarannya dengan cepat. Memang masih cukup kuat, tapi akan lebih cepat merasakan lelah.

Dalam dua bulan break dari olahraga, kesehatan metabolisme akan menurun, lemak tubuh akan meningkat, otot akan hilang, serta hormon kekebalan insulin akan berkembang, sehingga gula darah pun meningkat.

Setelah tiga bulan, lebih dari 20% kebugaran kardiovaskular, yang berhubungan dengan jantung, akan hilang. Bagaimana pun, jika Anda tetap berolahraga ringan dalam seminggu, penurunannya bisa berkurang menjadi 5% saja.

Idealnya, Anda membutuhkan olahraga lima kali seminggu, makan makanan bergizi, serta tidur delapan jam setiap hari. Sayangnya, kebutuhan ideal itu terkadang sulit dilakukan. Karena itu, olahraga paling tidak 20 menit setiap hari sudah cukup untuk membuat kita lebih fit. Jadi, jangan 'cuti' terlalu lama ya!

#Kesehatan #Olahraga
Bagikan
Ditulis Oleh

Irene Gianov

Love Indonesia

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Olahraga
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
KSOC mengunjungi NOC Indonesia pada Jumat (9/1). Pertemuan ini memperkuat kerja sama dan pengembangan olahraga di kedua negara.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet, pemerintah memberikan sejumlah bonus yang berkisar Rp 157 juta hingga Rp 1 miliar.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Indonesia Sukses Raih 91 Emas di SEA Games 2025, CdM Puji Dedikasi dan Semangat Juang para Atlet
Bayu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan ofisial yang telah berjuang sepanjang SEA Games Thailand 2025.
Dwi Astarini - Minggu, 21 Desember 2025
Indonesia Sukses Raih 91 Emas di SEA Games 2025, CdM Puji Dedikasi dan Semangat Juang para Atlet
Bagikan