Apa Itu Bulletproof Coffee? Kenali Baik dan Buruknya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Februari 2020
Apa Itu Bulletproof Coffee? Kenali Baik dan Buruknya

Bulletproof coffee memiliki 3 kelemahan (Foto: healthline)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BULLETPROOF COFFE adalah jenis minuman kopi berkalori tinggi yang dimaksudkan untuk menggantikan sarapan. Biasanya terdiri dari dua cangkir (470 ml) kopi, dua sendok makan (28 gram) dari rumput, mentega tawar, dan dua sendok makan (15-30 ml) minyak MCT (Medium Chain Triglyceride) yang kemudian dicampur dalam blender.

Baca juga:

Begini Cara Kerja Kafein, Kandungan Kopi yang Bikin Melek

Metode ini awalnya dipromosikan oleh Dave Asprey, pencipta Bulletproof Diet. Kopi yang diproduksi dan dipasarkan oleh perusahaan Asprey seharusnya bebas dari mikotoksin. Namun, sampai saat ini belum ada bukti. Bulletproof coffee menjadi semakin populer, terutama di kalangan paleo dan pelaku diet rendah karbohidrat.

Meskipun meminum bulletproof coffee terkadang mungkin tidak berbahaya, tapi metode tersebut tidak disarankan untuk rutin dikonsumsi. Kenapa?

1. Rendah nutrisi

Apa Itu Bulletproof Coffee? Kenali Baik dan Buruknya
Bulletproof coffee rendah nutrisi (Foto: Unsplash/olenka_kotyk)

Asprey dan promotor lainnya merekomendasikan agar kamu mengonsumsi bulletproof coffee di tempat sarapan setiap pagi.

Meskipun racikan tersebut menyediakan banyak lemak, yang mengurangi nafsu makan dan memberikan energi, kopi ini kekurangan sejumlah nutrisi. Dengan minum bulletproof coffee, kamu mengganti makanan bergizi dengan pengganti yang buruk.

Sementara mentega yang diberi grass-fed mengandung beberapa asam linoleat terkonjugasi (CLA), butirat, vitamin A dan K2, dan minyak trigliserida rantai-menengah (MCT) yang merupakan lemak olahan dan olahan tanpa lemak esensial.

Jika kamu mengonsumsinya tiga kali sehari, mengganti sarapan dengan bulletproof coffee kemungkinan akan mengurangi sepertiga total asupan gizi.

2. Tinggi lemak jenuh

Apa Itu Bulletproof Coffee? Kenali Baik dan Buruknya
Bulletproof coffee mengandung tinggi lemak jenuh (Foto: Unsplash/canweallgo)

Bulletproof coffee sangat tinggi kandungan lemak jenuh. Sementara efek kesehatan dari lemak jenuh kontroversial, banyak profesional kesehatan percaya bahwa asupan tinggi adalah faktor risiko utama untuk beberapa penyakit dan harus dihindari.

Meskipun beberapa studi mengaitkan asupan tinggi lemak jenuh dengan peningkatan risiko penyakit jantung, yang lain tidak menemukan hubungan yang signifikan. Namun, sebagian besar pedoman diet resmi dan otoritas kesehatan menyarankan orang untuk membatasi asupan mereka.

Baca juga:

Modal Kopi, Wajah Bisa Cantik Maksimal

Sementara lemak jenuh dapat menjadi bagian dari diet sehat ketika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, mungkin berbahaya dalam dosis besar. Jika kamu khawatir tentang lemak jenuh atau kadar kolesterol tinggi, pertimbangkan untuk membatasi asupan bulletproof coffee, atau menghindarinya sama sekali.

3. Dapat meningkatkan kadar kolesterol

Apa Itu Bulletproof Coffee? Kenali Baik dan Buruknya
Sama seperti fast food, bulletproof coffee meningkatkan kadar kolestrol (Foto: Pixabay/ArtsyBee)

Banyak penelitian telah dilakukan pada diet rendah karbohidrat dan ketogenik yang seringkali tinggi lemak dan mungkin termasuk bulletproof coffee. Sebagian besar penelitian menegaskan bahwa diet ini tidak meningkatkan kadar kolesterol total dan LDL kamu.

Namun, mentega tampaknya sangat efektif untuk meningkatkan kadar kolesterol LDL. Sebuah studi pada 94 orang dewasa Inggris menunjukkan bahwa makan 50 gram mentega setiap hari selama empat minggu meningkatkan kadar kolesterol LDL lebih dari mengonsumsi minyak kelapa atau minyak zaitun dalam jumlah yang sama.

Studi lainnya pada pria dan wanita Swedia dengan kelebihan berat badan menemukan bahwa mentega meningkatkan kolesterol LDL sebesar 13%, dibandingkan dengan whipping cream. Para peneliti berhipotesis bahwa itu mungkin ada hubungannya dengan struktur lemaknya.

Perlu diingat bahwa tidak semua orang merespons dengan cara yang sama dengan diet tinggi lemak. Beberapa orang melihat peningkatan dramatis dalam total dan kolesterol LDL, serta penanda risiko penyakit jantung lainnya. Bagi mereka yang memiliki masalah kolesterol saat menjalani diet rendah karbohidrat atau ketogenik, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghindari asupan mentega yang berlebihan. Ini termasuk bulletproof coffee.

Baca juga:

Kocak, 10 Ilustrasi Karakter Kartun yang Bete Karena Pagi-Pagi Belum Ngopi

Nah, bulletproof coffee memang memiliki tiga kelemahan seperti yang telah dijelaskan di atas. Meski demikian, bulletproof coffee mungkin aman bagi kamu yang tidak memiliki kadar kolesterol tinggi, serta kamu yang mengikuti diet rendah karbohidrat atau ketogenik.

Jika kamu tertarik untuk mencoba bulletproof coffee, sebaiknya berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan untuk memeriksakan penanda darah kamu. (arb)

#KOPILABORASI #Minuman Kopi #Kopi #Kopi Unik #Kopi Sehat #Info Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Berita
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Expat. Roasters resmi membuka gerai di AEON Mall BSD Tangerang. Hadirkan pengalaman coffee sensory, kelas edukasi kopi, dan lebih dari 12 origin kopi Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 11 April 2026
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Fun
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Angkat Peran Barista Perempuan Lewat 'Women of Purposeful Light'
Roemah Koffie merayakan Hari Kartini lewat kampanye 'Women of Purposeful Light' dengan menghadirkan kreasi kopi dari barista perempuan sebagai simbol inspirasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Angkat Peran Barista Perempuan Lewat 'Women of Purposeful Light'
Fun
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Roemah Koffie Academy hadirkan program edukasi kopi untuk perempuan dengan diskon 21% selama April dalam rangka Hari Kartini.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 April 2026
Sambut Hari Kartini, Roemah Koffie Beri Akses Belajar Kopi untuk Perempuan
Fun
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Bekas pabrik kopi legendaris Koffie Branderij Margo Redjo, yang berdiri sejak 1915, tetap hidup dan kini menjelma sebagai Dharma Boutique Roastery.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Indonesia
Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi
Presiden Prabowo Subianto menyoroti tata kelola komoditas strategis Indonesia seperti kopi dan cokelat yang dinilai memiliki kualitas terbaik di dunia.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026
Prabowo Heran Kopi Indonesia Terbaik Tapi Masih Impor, Pabrik Pohon Industri Jadi Solusi
Indonesia
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Kopi arabika merupakan komoditas unggulan asal Kabupaten Aceh Tengah yang telah mendunia dan menjadi penghasilan utama masyarakat di dataran tinggi Gayo itu.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
Lifestyle
Roemah Koffie Perkenalkan ‘Anak Daro’, Hampers Kopi Eksklusif Pembawa Cerita Minangkabau ke Dunia
Roemah Koffie memperkenalkan Anak Daro di Jacoweek 2025, Jumat (31/10). Hampers kopi ini membawa cerita Minangkabau.
Soffi Amira - Jumat, 31 Oktober 2025
Roemah Koffie Perkenalkan ‘Anak Daro’, Hampers Kopi Eksklusif Pembawa Cerita Minangkabau ke Dunia
Fun
Roemah Koffie Ramaikan Jakarta Coffee Week 2025, Angkat Kopi Nusantara lewat Latte Art Competition
Roemah Koffie kembali tampil di Jakarta Coffee Week 2025 di ICE BSD City, usung kompetisi Latte Art bertaraf global untuk majukan kopi Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Roemah Koffie Ramaikan Jakarta Coffee Week 2025, Angkat Kopi Nusantara lewat Latte Art Competition
Kuliner
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Tahun ini, Jakarta Coffe Week memasuki usia satu dekade, menunjukkan aksi progresif.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Lifestyle
Pemanasan Global Ancam Stok Kopi, Picu Kenaikan Harga
Banyak petani kopi yang mengeluhkan aktivitas pertanian kopi tak produktif lantaran menurunnya jumlah produksi biji kopi.
Dwi Astarini - Senin, 13 Oktober 2025
Pemanasan Global Ancam Stok Kopi, Picu Kenaikan Harga
Bagikan