Apa Itu BRICS? Sejarah, Tujuan, dan Mengapa Indonesia Memutuskan Bergabung

ImanKImanK - Senin, 07 Juli 2025
Apa Itu BRICS? Sejarah, Tujuan, dan Mengapa Indonesia Memutuskan Bergabung

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Untuk pertama kalinya sejak dilantik, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, pada 6–7 Juli 2025.

Kehadiran ini menandai peran baru Indonesia sebagai anggota penuh BRICS mulai awal tahun 2025. Selain mengikuti agenda utama KTT, Presiden Prabowo juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara guna memperkuat kerja sama lintas sektor.

Kehadiran Indonesia di forum internasional ini bukan sekadar simbolik. BRICS saat ini berkembang menjadi salah satu kelompok strategis dunia, baik dari sisi ekonomi, politik, maupun keamanan global.

Baca juga:

KTT BRICS Yang Dihadiri Presiden Prabowo Hasilkan Deklarasi Rio, Desak Reformasi PBB

Apa Itu BRICS?

BRICS adalah akronim dari lima negara pendiri: Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (South Africa). Kelompok ini dibentuk sebagai wadah kerja sama antar negara berkembang dengan tujuan memperkuat pengaruh dalam tata kelola global, terutama dalam isu ekonomi, geopolitik, dan pembangunan berkelanjutan.

Meski awalnya hanya terdiri dari lima anggota, kini BRICS telah berkembang menjadi BRICS+, dengan tambahan negara baru seperti Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang diumumkan pada KTT 2023 di Johannesburg.

Sejarah Singkat BRICS

Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat hadir bersama para pemimpin negara dan delegasi di sesi rapat pleno KTT BRICS di Gedung Museum Seni Modern Rio De Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). (ANTARA/Andi Firdau

Gagasan pembentukan BRICS dimulai dari pertemuan para menteri luar negeri Rusia, Brasil, India, dan China di New York pada 2006.

Pertemuan ini diinisiasi oleh Rusia dan menjadi langkah awal menuju kerja sama strategis jangka panjang antar negara berkembang.

Empat negara ini kemudian menggelar KTT perdana pada tahun 2009 di Yekaterinburg, Rusia. Di sinilah mereka menyepakati visi bersama: memperkuat dialog dan kolaborasi dengan cara yang terbuka, bertahap, dan pragmatis. Afrika Selatan resmi bergabung pada 2010, menjadikan BRIC menjadi BRICS.

Tujuan dan Peran BRICS di Dunia Global

Secara umum, BRICS dibentuk untuk:

  • Mendorong keseimbangan kekuatan global agar tidak hanya didominasi negara-negara maju Barat.

  • Memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan antar negara berkembang.

  • Menjadi platform alternatif dalam menyuarakan kepentingan negara-negara Global South.

  • Mendukung reformasi lembaga-lembaga internasional seperti PBB, IMF, dan Bank Dunia agar lebih inklusif dan representatif.

  • Membahas isu-isu krusial seperti perubahan iklim, teknologi kecerdasan buatan (AI), dan keamanan pangan.

Dalam KTT BRICS 2025, isu yang akan dibahas mencakup:

Baca juga:

Indonesia Resmi Gabung BRICS, WNI di Brasil Ungkap Harapan Baru saat Prabowo Berkunjung

  • Konflik geopolitik yang terus berlangsung di berbagai kawasan.

  • Reformasi tata kelola global dan sistem multilateral.

  • Kolaborasi di bidang ekonomi, keuangan, dan teknologi, termasuk pengembangan regulasi AI.

  • Aksi perubahan iklim dan kesehatan global.

Mengapa BRICS Penting Bagi Indonesia?

Dengan bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, terbuka banyak peluang strategis, antara lain:

  • Akses ke pasar negara berkembang yang memiliki potensi besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

  • Peningkatan kerja sama investasi, terutama di sektor energi terbarukan, infrastruktur, dan industri digital.

  • Penguatan posisi Indonesia dalam diplomasi global, khususnya sebagai jembatan antara negara-negara Selatan (Global South) dan Barat.

  • Diversifikasi mitra strategis, yang selama ini terlalu bergantung pada negara-negara G7 atau Barat.

Keterlibatan aktif Indonesia di BRICS bisa membawa dampak positif, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang secara lebih kolektif dan seimbang.

Baca juga:

Dinosaur Egg Grow a Garden: Pet Dinosaurus Terbaik dan Cara Mendapatkannya Gratis

BRICS dan Kekuatan Ekonomi Global

Jika digabung, negara-negara anggota BRICS mencakup lebih dari 40% populasi dunia dan menyumbang sekitar 30% dari Produk Domestik Bruto (PDB) global. Kekuatan mereka terletak pada:

  • Jumlah penduduk yang sangat besar

  • Akses ke sumber daya alam yang melimpah

  • Pertumbuhan ekonomi yang konsisten

Kondisi ini membuat BRICS dianggap sebagai kekuatan alternatif di tengah dominasi Barat, khususnya dalam sistem keuangan dan kebijakan global.

Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS mencerminkan arah baru dalam politik luar negeri: lebih terbuka, lebih strategis, dan lebih berimbang.

Di tengah dunia yang semakin multipolar, Indonesia memposisikan diri sebagai pemain aktif, bukan hanya pengikut.

#Apa Itu BRICS #BRICS #Indonesia #Sejarah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Sejarah Honda NSR 150 dan Daftar Lengkap Variannya, Legenda Motor Sport 2 Tak yang Harganya Tembus Ratusan Juta
Penasaran dengan sejarah Honda NSR sang legenda motor sport 2 tak? Cek evolusi lengkapnya dari NSR500 balap hingga NSR 150SP yang harganya tembus ratusan juta!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
Sejarah Honda NSR 150 dan Daftar Lengkap Variannya, Legenda Motor Sport 2 Tak yang Harganya Tembus Ratusan Juta
Olahraga
Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Fakta Kekuatan Skuad Garuda
Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak fakta kekuatan skuad Garuda, head to head, dan daftar 23 pemain Indonesia.
ImanK - Kamis, 24 September 2026
Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Fakta Kekuatan Skuad Garuda
Olahraga
Emas Dayung Ganda Putra Asian Games Lepas, Pelatih Indonesia Bingung Febrian/La Memo Bisa Finis ke-4
"Malah bukan prediksi lagi, memang harusnya dapat medali karena akselerasi mereka juga bagus," kata Pelatih Dayung Indonesia, Muhammad Hadris.
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Emas Dayung Ganda Putra Asian Games Lepas, Pelatih Indonesia Bingung Febrian/La Memo Bisa Finis ke-4
Tradisi
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Hari Jadi Kabupaten Kudus resmi digeser dari 23 September ke 23 Agustus mulai tahun 2027 berdasarkan kajian ilmiah Prasasti Masjid Menara Kudus.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Olahraga
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 22 September akan menghadirkan 17 cabor. Salah satunya adalah bulu tangkis.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Olahraga
Jadwal Bola 22-25 September: Ada Indonesia vs Singapura, Cek Jam Tayangnya
Jadwal bola hari ini 22-25 September 2026 lengkap dengan jam tayang, siaran langsung, dan link live streaming Indonesia vs Singapura.
ImanK - Senin, 21 September 2026
Jadwal Bola 22-25 September: Ada Indonesia vs Singapura, Cek Jam Tayangnya
Dunia
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Para pemimpin BRICS juga menyatakan “komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah”.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Indonesia
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo menjadi bentuk perhatian dan apresiasi bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Indonesia
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
KTT ke-18 BRICS berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12-13 September 2026, di bawah keketuaan India.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
Dunia
Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Keikutsertaan Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Jakarta dalam kerja sama multilateral, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan negara-negara berkembang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
 Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Bagikan