Anton Soedjarwo, Pasukan Brimob yang Jadi Kapolri

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Minggu, 15 November 2015
Anton Soedjarwo, Pasukan Brimob yang Jadi Kapolri

Biografi Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Polisi Anton Soedjarwo (MerahPutih Foto/Bahaudin Marcopolo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Korps Brigade Mobil (Brimob). Dalam sebuah upacara yang digelar di lapangan upacara Multifungsi Polri di Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (14/11) Kapolri mengucapkan selamat ulang tahun ke-70 kepada korps Baret Biru Tua tersebut.

Dalam amanatnya, Kapolri menjelaskan bahwa pasukan Brimob memiliki peran panting dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Bahkan negara sudah mengakui Bapak Brimob Polri Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Moehammad Jasin sebagai pahlawan nasional.

Kapolri juga menjelaskan setiap tahun peringatan hari lahirnya Korps Baret Biru tua selalu diliputi dengan semangat hari pahlawan. Peringatan HUT Brimob bukan hanya dilakukan di Jakarta atau kota-kota besar di Indonesia. Perayaan tersebut juga dilakukan di seluruh markas Brimob di Indonesia.

"Perayaan ini tidak hanya dilakukan di Bogor saja. Namun juga diseluruh pelosok Indonesia," kata lulusan Akademi Polisi tahun 1982 tersebut.

Selain Komjen Pol Purn Moehammad Jasin, sosok lain yang berasal dari Korps Brimob yang dinilai berperan penting dan bisa duduk sebagai Kapolri adalah almarhum Jenderal Polisi (Purn) Anton Soedjarwo.

Dalam buku biografinya berjudul "Mengenang Jenderal Polisi Anton Soedjarmo" terbitan Paguyuban Keluarga Besar Alumni Pendidikan Inspektur Polisi ABCDE, 2002 dijelaskan sepak terjang Jenderal Polisi (Purn) Anton Soedjarwo.

Anton Soedjarwo bukan hanya dikenal di lingkungan Polri saja, melainkan juga dikenal di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Fisiknya yang gagah dan tinggi besar serta berkumis lebat adalah cirinya. Kehadirannya di berbagai medan tugas memberikan warna sendiri bagi satuan personel yang dipimpinnya.

Pria kelahiran 21 September 1930 di Bandung adalah Komandan Pertama Datasemen Pelopor yang sebelumnya bernama Batalyon Ranger. Batalyon Ranger sendiri dibentuk untuk menanggulangi gerakan separatis dan pemberontakan di dalam negeri.

Saat menyandang pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Anton Soedjarwo masuk dan dilatih dalam bagian Batalyon Ranger yang juga angkatan pertama. Pendikan Ranger dilaksanakan selama 22 minggu dan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama selama 12 minggu latihan di Posong dan tahap kedua adalah latihan di Watukosek, Jawa Timur selama 10 minggu.

Pasukan Brimob Ranger bersama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga bertugas dalam operasi tempur merebut Irian Barat pada tahun 1962.

Pada bulan Mei tahun 1962 sejumlah pasukan Brimob Ranger ditempatkan di pulau Gorom, sebuah pulau di Maluku Tenggara yang lokasinya amat berdekatan sekali dengan Irian Barat.

Bukan hanya itu pasukan Anton Soedjarwo juga berhasil melaksanakan tugas dengan baik. Mereka berhasil melakukan infiltrasi ke dalam wilayah musuh. Pada tanggal 17 Agustus tahun 1962 Bendera Merah Putih berhasil dikibarkan di Rumbai, Irian Barat. Atas prestasi itu negara memberikan penghargaan kepada 53 orang personel Brimob Ranger berupa Tanda Kehormatan Bintang Sakti dari pemerintah Republik Indonesia.

Setelah operasi Trikora selesai, atas perintah dan petunjung Presiden Sukarno, nama Ranger diubah menjadi Pelopor. Kemudian Anton Soedjarwo ditunjuk sebagai Komandan Batalyon pelopor pertama. Pada tahun 1965 batalyon pelopor statusnya dinaikkan menjadi Resimen Pelopor dengan komandan Anton Soedjarwo dibantu Soetrisno Ilham.

Karier Anton Soedjarwo dalam Kepolisian terus melonjak. Pada tanggal 4 Desember 1982 Anton Soedjarwo diangkat sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Awaloedin Djamin. Sebelum duduk sebagai Kapolri, Anton Soedjarwo juga pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dengan pangkat Mayor Jenderal Polisi.

BACA JUGA:  

  1. Selamat Ulang Tahun Korps Brimob 
  2. HUT Brimob ke-70, Kapolri: Teladani Semangat Juang Komjen M Jasin 
  3. Eks Brimob: Kalau Bom Berhasil Dijinakkan Pasti Hati Senang 
  4. HUT Brimob ke-70: Brimob Siap Amankan Pilkada Serentak 2015 
  5. Panglima TNI Setujui TNI Latih Brimob

 

#Korps Brimob #Liputan Khusus #Brimob Ranger #Anton Soedjarwo #HUT Brimob Ke-70 #Brimob
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Brimob Diterjunkan Bubarkan Tawuran Warga di Klender, Senjata Rakitan Ikut Disita
Tawuran antarwarga di Klender, Jakarta Timur, Senin pagi, dibubarkan aparat Brimob dengan gas air mata. Polisi menyita busur, ketapel, dan petasan dari lokasi bentrokan.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
Brimob Diterjunkan Bubarkan Tawuran Warga di Klender, Senjata Rakitan Ikut Disita
Indonesia
Kapolda Metro Peringatkan Anggota Brimob, jangan Arogan dan Sakiti Hati Rakyat
Kehormatan sebagai anggota Polri harus tecermin dalam sikap disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
Kapolda Metro Peringatkan Anggota Brimob, jangan Arogan dan Sakiti Hati Rakyat
Indonesia
Demo Polda DIY Imbas Kasus Brimob Maluku, Mabes Polri: Kami Paham Kemarahan Rakyat
Polri menghormati penyampaian pendapat di muka umum sebagai bagian dari mekanisme kontrol terhadap institusi publik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
Demo Polda DIY Imbas Kasus Brimob Maluku, Mabes Polri: Kami Paham Kemarahan Rakyat
Indonesia
Pengamat Minta Brimob Dipensiunkan dari Urusan Sipil, Urus Konflik Berdarah Saja
Peristiwa tragis ini memicu gelombang protes keras, menuntut evaluasi total atas keberadaan pasukan elit di tengah hiruk-pikuk masyarakat sipil
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Februari 2026
Pengamat Minta Brimob Dipensiunkan dari Urusan Sipil, Urus Konflik Berdarah Saja
Indonesia
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Bripda MS terancam 15 tahun penjara setelah menganiaya pelajar MTS hingga tewas di Tual, Maluku. Ia juga bisa dikenakan denda Rp 3 miliar.
Soffi Amira - Rabu, 25 Februari 2026
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Indonesia
Kapolri Pecat Bripda MS Usai Siswa MTs Tewas di Tual, DPR: Tak Boleh Ada Impunitas
Kapolri Listyo Sigit pecat Bripda MS usai kasus siswa MTs tewas di Tual. Komisi III DPR minta proses pidana tetap berjalan tanpa impunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
Kapolri Pecat Bripda MS Usai Siswa MTs Tewas di Tual, DPR: Tak Boleh Ada Impunitas
Indonesia
Sahroni Minta Atasan Oknum Penganiaya Remaja di Maluku Ikut Diproses, Tanggung Jawab karena Lalai Jaga Anak Buah
Selain menjaga muruah institusi, pemecatan tersebut mempermudah lembaga penegak hukum memproses hukuman pidana Bripda MA.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
Sahroni Minta Atasan Oknum Penganiaya Remaja di Maluku Ikut Diproses, Tanggung Jawab karena Lalai Jaga Anak Buah
Indonesia
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Di sisi lain, proses pidana tetap bergulir secara independen sesuai ketentuan hukum berlaku guna memenuhi rasa keadilan publik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Februari 2026
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Indonesia
DPR Dukung Pemecatan Oknum Brimob yang Aniaya Remaja hingga Tewas, Disebut Beban Institusi
Meminta Bripda MS juga diproses secara pidana karena tindakannya yang menewaskan remaja tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
DPR Dukung Pemecatan Oknum Brimob yang Aniaya Remaja hingga Tewas, Disebut Beban Institusi
Indonesia
Bripda MS Resmi Dipecat dari Polri usai Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku
Anggota Brimob, Bripda MS, resmi dipecat dari polri usai menganiaya pelajar MTS hingga tewas di Tual, Maluku.
Soffi Amira - Selasa, 24 Februari 2026
Bripda MS Resmi Dipecat dari Polri usai Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku
Bagikan