Antisipasi Pilpres, IHSG Bertahan di Level 5.000

Misdam -Misdam - - Selasa, 08 Juli 2014
Antisipasi Pilpres, IHSG Bertahan di Level 5.000

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Bisnis MP - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bergerak perkasa menjelang pemilihan Presiden pada 9 Juli 2014. Penguatan indeks saham ini di tengah bursa saham Asia tertekan karena kekhawatiran pelaku pasar global terhadap rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (8/7/2014), IHSG naik 35,68 poin atau 0,72 persen ke level 5.024,71. Indeks saham LQ45 menguat 1,22 persen ke level 859,41. Meski demikian, penguatan indeks saham ini memang tidak sekencang perdagangan saham pada Senin 7 Juli 2014 yang menguat 1,7 persen.

Tren IHSG positif pada hari ini. IHSG dibuka naik 19 poin ke level 5.008,46 pada pra pembukaan perdagangan saham. IHSG berada di level tertinggi 5.050,55 dan level terendah 5.008,15.

Penguatan indeks saham ini ditopang dari 120 saham berada di zona hijau. Namun penguatan indeks saham ini tertahan karena 178 saham berada di zona merah. Sementara itu, 91 saham diam di tempat.

Transaksi harian perdagangan saham juga cukup aktif hari ini. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 271.097 kali dengan volume perdagangan saham 7,66 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 10,59 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham cenderung menguat hari ini. Sektor saham keuangan naik 2,09 persen, lalu sektor saham aneka industri mendaki 1,53 persen, dan sektor saham konstruksi menguat 0,74 persen.

Transaksi Saham di Pasar Nego

Transaksi harian saham besar ini karena ada crossing saham PT Citra Marga Nusapala Persada Tbk (CMNP) di pasar negosiasi mencapai Rp 1,4 triliun. Harga saham CMNP yang ditransaksikan di pasar negosiasi sebesar Rp 3.100 per saham.

Perusahaan sekuritas yang memfasilitas transaksi harian saham itu antara lain PT Bloom Nusantara Capital, PT Citigroup Securities Indonesia dan PT UBS Securities Indonesia.

Selain itu, di pasar negosiasi juga ada transaksi saham BTPN sebesar Rp 846,8 miliar. Harga saham BTPN yang ditransaksikan sekitar Rp 5.800 per saham.

Investor asing pun terlihat mengantisipasi hasil pemilihan presiden. Hal ini terlihat dari aksi beli bersih asing mencapai Rp 1,6 triliun pada hari ini. Sementara itu, pemodal lokal melakukan aksi jual bersih sektiar Rp 1,5 triliun.

Saham-saham lapis kedua dan ketiga mencatatkan top gainer pada hari ini. Saham-saham itu antara lain saham SIAP naik 24,63 persen ke level Rp 253 per saham, lalu diikuti saham BPII naik 10 persen menjadi Rp 550 per saham, dan saham RAJA mendaki 9,01 persen ke level Rp 605 per saham.

Adapun saham-saham yang menekan indeks saham yaitu saham MGNA turun 21,29 persen ke level Rp 122 per saham, saham OKAS turun 20,12 persen ke level Rp 131 per saham, dan saham SOBI tergelincir 15,91 persen ke level Rp 1.850 per saham.

Analis PT BNI Securities, Thendra Crisnanda menuturkan,  laju IHSG bergerak perkasa sepanjang Selasa pekan ini ditopang dari kelanjutan katalis positif pemilihan Presiden. Hal itu karena ada harapan terhadap calon presiden yang terpilih sesuai dengan harapan pelaku pasar.

"Exit poll dari hasil pemilihan umum presiden yang telah diadakan di luar negeri menunjukkan hasil keunggulan salah satu calon presiden yang menjadi harapan pelaku pasar sehingga mendorong ekspektasi pasar untuk di domestik," ujar Thendra, saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, padahal jumlah penduduk Indonesia di luar negeri hanya 0,05 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sementara itu, sentimen eksternal belum ada yang terlalu mempengaruhi indeks saham.

"Sentimen domestik mendominasi pergerakan indeks saham," kata Thendra.

Dengan melihat sentimen pemilihan Presiden, Thendra memproyeksikan, IHSG dapat tembus level 5.300 pada 2014.
Bursa saham Asia cenderung melemah pada Selasa pekan ini. Indeks saham Jepang Nikkei turun 0,3 persen. Hal ini diikuti indeks saham Hong Kong Hang Seng tergelincir 0,1 persen dan indeks saham Australia melemah 0,1 persen. Sedangkan bursa saham Shanghai naik 0,1 persen. Lalu indeks saham Korea Selatan Kospi, indeks saham Mumbai, dan Taipei bergerak mendatar. (Ahm/)

(Agustina Melani)

#Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Misdam -

Berita Terkait

Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Indonesia
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dengan peluang yang sangat potensial, ajang tahunan ini menjadi magnet bagi pelaku usaha waralaba dan kemitraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 11 Oktober 2025
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Indonesia
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
Dharma Jaya mencatat lonjakan bisnis 190 persen sambil menjaga ketahanan pangan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Oktober 2025
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
ShowBiz
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Perusahaan makanan berebut menggandeng megahit Netflix tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
 ‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Lifestyle
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
John Elkann dan saudara-saudaranya, Lapo dan Ginerva, akan membayar 183 juta euro atau sekira Rp 3,53 triliun kepada otoritas pajak Italia.
Dwi Astarini - Rabu, 10 September 2025
 Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Indonesia
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Kopdes adalah program besar yang mahal dan berisiko, sehingga pemerintah perlu test the water dengan melakukan piloting
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Indonesia
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Sejalan dengan itu, kinerja operasional KAI terus menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Bagikan