Antisipasi Tsunami, BPBD Bantul Baru Pasang 29 EWS dari Seharusnya 45 di Pesisir Pantai Selatan

Frengky AruanFrengky Aruan - Senin, 28 April 2025
Antisipasi Tsunami, BPBD Bantul Baru Pasang 29 EWS dari Seharusnya 45 di Pesisir Pantai Selatan

Salah satu lokasi kawasa pantai selatan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta telah memasang sebanyak 29 early warning system (EWS). Jumlah ini belum ideal seperti disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bantul Agus Yuli Herwanto.

Sehingga, menurutnya, wilayah pesisir pantai selatan masih butuh tambahan alat EWS.

“Secara kajian, kita memang butuh tambahan EWS, untuk idealnya berdasarkan hasil kajian kita, seharusnya ada 45 EWS, karena ada pertambahan komunitas masyarakat yang ada di pinggir pantai selatan Bantul," katanya dikutip dari Antara.

Agus Yuli Herwanto mengatakan demikian usai menghadiri Apel Kebencanaan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Bantul, Ahad.

"Antisipasi kita untuk penanggulangan tsunami itu dengan 29 EWS yang dipasang di pinggir pantai dan masjid-masjid kawasan pesisir," katanya.

Baca juga:

Gempa Bolaang Mongondow Pagi Ini, Guncangan Terasa Sampai Gorontalo

Menurut dia, sistem peringatan dini yang terkoneksi di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul tersebut setiap tahun dilakukan pemeliharaan, dan tiap bulan setiap tanggal 26 dilakukan uji coba fungsi alat tersebut.

"Jadi, ada pemeliharaan, dan setiap tanggal 26 harus kita cek, kita ujicoba sistemnya. Tanggal 26 April kemarin kita cek berfungsi semua dan ketika ada kerusakan pada satu-dua alat langsung kita perbaiki," katanya.

Selain dengan EWS, BPBD Bantul bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga membentuk kelurahan siaga tsunami yang terdapat di wilayah pesisir pantai.

Kelurahan Siaga Tsunami sudah dibentuk di Bantul dan sudah diakui UNESCO, kelurahan itu ada di pinggir pantai, yaitu Kelurahan Parangtritis, Tirtohargo, Gadingsari dan Poncosari itu kelurahan siaga tsunami," katanya.

Dia mengatakan, potensi gempa bumi yang bisa maupun tidak menimbulkan gelombang tsunami di Bantul tersebut berasal dari dua sumber, yaitu Sesar Opak untuk gempa bumi di daratan, kemudian lempeng Indo-Australia Eurasia yang bisa berpotensi Megathrust dan tsunami.

"Jadi kita punya dua potensi, yaitu gempa Megathrust dan Sesar Opak. Di Bantul tiap tahun bencana banjir dan longsor, kekeringan, kebakaran itu pasti terjadi, tetapi yang paling berat itu gempa bumi, tsunami semoga tidak terjadi, tetapi harus waspada karena ada potensinya," katanya. (*)

#Tsunami #Pantai Selatan #Pesisir Selatan #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Langkah antisipasi mulai disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, termasuk memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
BNPB sebelumnya telah menerima kucuran Dana Siap Pakai (DSP) tahap awal tahun 2026 sebesar Rp 4,62 triliun untuk penanggulangan tanggap darurat di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun Buat Tanggulangi Bencana di Berbagai Daerah
Indonesia
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
BMKG mengungkapkan, bahwa potensi tsunami di Selat Sunda tergolong rendah. Hal itu berdasarkan pemantauan data HF Radar.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
Indonesia
Gelombang 4 Meter Ancam Pantai Selatan DIY, Turis Dilarang Berenang
BMKG Yogyakarta memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di pantai selatan Jawa pada 24–27 Agustus 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Gelombang 4 Meter Ancam Pantai Selatan DIY, Turis Dilarang Berenang
Indonesia
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah, BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia
BNPB memperbarui data korban gempa NTT, Sabtu (15/8). Sebanyak 14 orang meninggal dunia, kemudian 13 lainnya luka-luka.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah, BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia
Indonesia
BMKG Cabut Peringatan Tsunami Setelah Gempa NTT
BMKG mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang dimutakhirkan menjadi M 7,0 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
BMKG Cabut Peringatan Tsunami Setelah Gempa NTT
Indonesia
Tsunami ‘Kecil’ Terjadi di Sejumlah Wilayah Menyusul Gempa M 7,7 NTT
Di Sikka dan Labuan Bajo, NTT, gelombang tsunami masing-masing setinggi 0,19 meter dan 0,36 meter.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
Tsunami ‘Kecil’ Terjadi di Sejumlah Wilayah Menyusul Gempa M 7,7 NTT
Indonesia
Peringatan Tsunami di NTT, Gempa M7,7 Guncang Nagekeo hingga Dirasakan di Flores
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang sekitar 30 kilometer laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
Peringatan Tsunami di NTT, Gempa M7,7 Guncang Nagekeo hingga Dirasakan di Flores
Bagikan