MerahPutih.com - Organisasi profesi kesehatan yang tergabung dalam Komunitas Profesi dan Asosiasi Kesehatan (KOMPAK) mengadakan dialog nasional mengenai Pembangunan Kesehatan Indonesia dengan para Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Selasa (16/1) secara daring via zoom.
Dialog tersebut dihadiri oleh Pasangan Calon Presiden Nomor Urut 1 Anies Baswedan secara daring.
Dalam pemaparannya, Anies Baswedan memaparkan potret ketimpangan di Indonesia.
Baca Juga:
Debat Keempat, KPU Beri Kesempatan Cawapres 2 Jam untuk Saling Adu Gagasan
Dia mengatakan butuh waktu 10 tahun agar indeks pembangunan manusia (IPM) di Sumatera dan Jawa naik 5 persen.
Menurut Anies, pada 2013 silam, Sumatera dan Jawa skor IPM mencapai 69,
“Dan, wilayah Sumatera dan Jawa di tahun 2022, skor IPM-nya mencapai 74. Sekarang coba lihat kawasan timur di skornya di tahun 2022 itu 69. Jadi bukan selisih 5 poin, yang harus kita perhatikan selisih 10 tahun. Meraih 5 poin itu 10 tahun," ujar Anies.
Dia mengatakan 68 persen dokter dan 74 persen rumah sakit berada di pulau Jawa dan Sumatera.
"Lalu, 68 persen rumah tangga di luar Sumatera dan Jawa merasa kesulitan akses rumah sakit," ujarnya.
Anies mengatakan ketimpangan dan ketidakadilan tak boleh dibiarkan dan harus dikoreksi.
Dia menilai peningkatan IPM merupakan salah satu cara untuk mempercepat pembangunan manusia di seluruh wilayah Indonesia.
"Dengan potret itu tidak ada pilihan lain bagi kita untuk mempercepat pembangunan manusia di seluruh wilayah Indonesia agar ketertinggalan bisa segera dikoreksi dan maju bersama jangan maju sebagian," ujarnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini ingin membangun akses kesehatan berkualitas menuju Indonesia yang adil dan makmur secara merata.
"Ketika ini dikerjakan, bapak, ibu sekalian, maka kita semua berusaha untuk mengikhtiarkan agar adil makmur itu untuk semua," tutup Anies. (knu)
Baca Juga:
TKN Pastikan Prabowo Tidak Gunakan Singkatan Asing saat Debat Ketiga