Anies: Penyelundup Tabung Oksigen dan Penimbun Obat-obatan Pengkhianat Bangsa

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 10 November 2021
Anies: Penyelundup Tabung Oksigen dan Penimbun Obat-obatan Pengkhianat Bangsa

Gubernur Anies Baswedan saat memperingati Hari Pahlawan di halaman Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (10/11). (Foto: MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Para tenang kesehatan (nakes) dapat disebut sebagai sosok pahlawan masa kini, karena telah berjuang memerangi pandemi COVID-19 selama kurang lebih 1,5 tahun.

Mereka bekerja dengan tingkat risiko yang tinggi terpapar virus corona, bahkan banyak juga yang kehilangan nyawa.

Hal ini dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai kegitan upacara Hari Pahlawan di halaman Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (10/11).

Baca Juga:

Peringati Hari Pahlawan, Anies Punya Tradisi Ziarah ke Makam MH Thamrin

Tak hanya itu, ia juga menyebut, pribadi-pribadi yang memilih menyelamatkan sesama dari bencana kesehatan dapat disematkan sebagai seorang pahlawan.

"Mereka semua adalah pahlawan-pahlawan kita hari ini, orang yang memilih untuk mementingkan kepentingan orang banyak di atas kepentingan dirinya," ujarnya.

"Ketika kita melakukan pembatasan di tepi jalan berderet petugas kepolisian, petugas TNI, petugas dishub dan keamanan lain yang mengatur warga. Mereka interaksi dengan orang-orang tidak dikenal," sambungnya.

Baca Juga:

Jakarta Masih Kebanjiran, PSI: Anies Jangan Berfokus pada Program Gimmick

Dari para pahlawan masa kini itulah kemudian Pemprov DKI mengambil hikmah dengan cara mementingkan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan tertentu.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran dan mengambil hikmah bagi kita di Hari Pahlawan ini," paparnya.

Tapi sangat disayangkan, ada saja oknum-oknum yang mengiris hati ketika Jakarta sedang darurat COVID-19, memanfaatkan kondisi ini untuk meraup keuntungan.

Anies pun menyebut mereka para penyelundup tabung oksigen dan penimbun obat-obatan selama masa pandemi COVID-19 sebagai pengkhianat bangsa.

"Kita menyaksikan orang-orang yang mencari keuntungan, lihatlah penyelundup tabung oksigen, penimbun obat-obatan. Itulah contoh-contoh yang mengkhianati bangsa, mengkhianati kemanusiaan," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

Sambangi KPK, Anak Buah Anies Serahkan Dokumen Dugaan Korupsi Formula E

#Anies Baswedan #Hari Pahlawan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Tiga anggota intel kodim itu mengaku sebelumnya menghadiri rapat pemantauan wilayah dan hendak makan siang di Soto Mbok Giyem. .
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Indonesia
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah membenarkan tiga pria TNI yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intel Kodim Karanganyar.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Beredar narasi di media sosial yang menyebut kehadiran Anies di lokasi bencana alam Aceh membuat beban korban hilang. Cek kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Diketahui, konteks asli video yakni momen Anies tumpengan dalam peresmian jembatan jembatan gantung di Desa Cihanjuang, Pandeglang, Banten.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Hari Pahlawan, Ketua Fraksi PKB Serukan Persatuan Bangsa
Peristiwa heroik di Surabaya pada 1945 menjadi bukti bahwa seluruh elemen masyarakat Indonesia mampu meraih kemenangan ketika bersatu menghadapi ancaman bersama. ?
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Hari Pahlawan, Ketua Fraksi PKB Serukan Persatuan Bangsa
Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto (kiri) memberikan selamat kepada putra presiden kedua RI Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto (kanan) Bambang Trihatmodjo (kiri) dan Siti Hardijanti Hastuti Rukmana usai upacara pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto dan sembilan tokoh lainnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Didik Setiawan - Senin, 10 November 2025
Momen Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara
Indonesia
Jasa Besar Gus Dur sebagai Bapak 'Pluralisme' Indonesia: dari Penghapusan Diskriminasi hingga Gelar Pahlawan Nasional
Gus Dur resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Dikenal sebagai ‘Bapak Pluralisme’, jasa besar Gus Dur bagi umat Tionghoa dan perjuangannya menegakkan kesetaraan menjadi warisan abadi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 November 2025
Jasa Besar Gus Dur sebagai Bapak 'Pluralisme' Indonesia: dari Penghapusan Diskriminasi hingga Gelar Pahlawan Nasional
Bagikan