Anies Diminta Gandeng Polisi Amankan Begal Sepeda di Jakarta

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 27 Oktober 2020
Anies Diminta Gandeng Polisi Amankan Begal Sepeda di Jakarta

Korban penjambretan saat bersepeda di kawasan Medan Merdeka Barat, Senin (26/10/2020). (ANTARA/HO/instagram @jurnalisupdate)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov untuk menggandeng Kepolisian Polda Metro Jaya dalam membantu keamanan terkait maraknya begal sepeda di kawasan ibu kota beberapa waktu terakhir ini.

Legislatif juga menyarankan Gubernur Anies untuk menambah kamera pengintai atau CCTV di area rawan kriminal. Hal ini untuk mempermudah penegak hukum mengungkap kasus kejahatan.

"Harus diperbanyak CCTV, patroli dari Dishub bekerja sama dengan kepolisian karena ini cukup mencemaskan warga juga," terang Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Azis saat dikonfirmasi, Selasa (27/10).

Baca Juga:

Polisi Selidiki Penjambretan terhadap Pesepeda di Kawasan Medan Merdeka Barat

"Kalau ada CCTV di daerah-daerah rawan kan bisa paling tidak mengurangi atau juga mencegah orang-orang yang ingin berperilaku kriminal," ungkapnya.

Untuk masyarakat sendiri, Politikus PKS ini meminta, agar tak berolahraga sepeda melewati jalan-jalan yang sepi, karena rawan akan kriminalitas.

"Kalau untuk warga, ya saya kira harus tanggap, maksudnya daerah-daerah rawan ini kan kita tahu sebenarnya daerah mana saja," terangnya.

Ilustrasi. Pesepeda melintasi jalur sepeda di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Minggu (19/7/2020). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.)

Ilustrasi. Pesepeda melintasi jalur sepeda di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Minggu (19/7/2020). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.)

Kemudian, lanjut dia, bagi warga untuk menghindari menghindari bersepeda sendiri, sebisa mungkin lebih dari 3 orang atau rombongan. Berkelompok ini membuat para pelaku kejahatan berpikir ulang jika ingin melangsungkan aksinya.

"Sehingga kalau ada banyak orang kan jadi mikir-mikir (pelaku). Tapi juga jangan terlalu banyak, apalagi yang enggak serumah, itu kan risiko Covid-19 makin tinggi," tutupnya.

Seperti diketahui, Kolonel (Mar) Pangestu Widiatmoko menjadi korban begal sepeda saat bersepeda alias gowes di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Senin (26/10) kemarin sekitar pukul 06.45 WIB.

Pelaku yang hingga kini sedang diburu oleh jajaran kepolisian, berhasil menggasak tas milik Kolonel Pangestu. Didalam tas tersebut, terdapat handphone milik Kolonel Pangestu.

Baca Juga:

Kapolda Metro Angkat Suara saat Jakarta Jadi Marak Begal Sepeda

Kolonel Pangestu mengalami luka robek di pelipis kiri dan memar di bagian kepala belakang usai terjatuh saat berusaha melawan begal tersebut.

Pangestu saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo Jakarta.

Sebelumnya, Aktor senior Anjasmara juga menjadi korban begal sepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan ketika sedang gowes.

Akibat kejadian itu Anjasmara terluka, bahkan dia harus mengenakan penyangga leher. Meskipun tidak ada barangnya yang hilang, Anjasmara terluka.

Artis peran itu sempat melawan dengan memukul salah seorang pelaku. Namun Anjas jatuh dari sepeda dan terseret sejauh 3 meter. (Asp)

Baca Juga:

Google Maps Kenalkan Fitur untuk Pesepeda

#Sepeda #Aksi Begal #Anies Baswedan
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Komisi I DPR Tegaskan Pemberantasan Begal Tugas Polisi, Bukan Tupoksi TNI
Komisi I DPR menegaskan pemberantasan begal adalah tugas Polri. TNI hanya bisa terlibat jika ada permintaan resmi dan koordinasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Komisi I DPR Tegaskan Pemberantasan Begal Tugas Polisi, Bukan Tupoksi TNI
Indonesia
Polda Metro Jaya Harus Fokus Tindak Kejahatan Jalanan, Tegas dan Terukur
Kejahatan jalanan seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor berdampak langsung terhadap rasa aman masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Polda Metro Jaya Harus Fokus Tindak Kejahatan Jalanan, Tegas dan Terukur
Indonesia
Aksi Begal Kini Sudah Berada di Level Mengkhawatirkan, Polisi Didukung Bertindak Keras
Habiburokhman menyoroti korban begal yang kini bukan hanya masyarakat biasa. Aparat kepolisian hingga warga negara asing pun disebut ikut menjadi sasaran para pelaku.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Aksi Begal Kini Sudah Berada di Level Mengkhawatirkan, Polisi Didukung Bertindak Keras
Indonesia
Hasil Interogasi, Polda Metro Jaya Pastikan Model AWS Bukan Korban Begal
Polda Metro Jaya menegaskan model sekaligus selebgram berinisial AWS yang sempat dikabarkan menjadi korban begal di kawasan Jakarta Barat bukanlah korban tindak kriminal.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Hasil Interogasi, Polda Metro Jaya Pastikan Model AWS Bukan Korban Begal
Indonesia
Menteri HAM Natalius Pigai: Begal Tak Boleh Ditembak Mati Tanpa Proses Hukum
Menteri HAM Natalius Pigai menolak instruksi Kapolda Lampung soal tembak di tempat pelaku begal. Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip HAM dan hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Menteri HAM Natalius Pigai: Begal Tak Boleh Ditembak Mati Tanpa Proses Hukum
Indonesia
Teror Pocong Ramai di Tangerang, Polisi Turun Tangan
Tim penyidik kepolisian kini masih melakukan pendalaman terhadap motif orang yang melakukan penyebaran konten bohong di dengan teror mistis sosok 'pocong'.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Teror Pocong Ramai di Tangerang, Polisi Turun Tangan
Indonesia
Polda Metro Bentuk Tim Pemburu Begal, Sahroni Minta Pelaku Ditembak di Tempat
Polda Metro Jaya bentuk Tim Pemburu Begal untuk menekan maraknya aksi kriminal di Jabodetabek.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Polda Metro Bentuk Tim Pemburu Begal, Sahroni Minta Pelaku Ditembak di Tempat
Indonesia
Begal Marak di Jakarta, Pemprov DKI Harus Ikut Bertindak
Masalah begal ini menyangkut banyak hal, mulai dari keamanan masyarakat sampai dengan citra Jakarta yang berambisi menjadi kota global.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Begal Marak di Jakarta, Pemprov DKI Harus Ikut Bertindak
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Berita Foto
Kondisi Pembatas Jalur Sepeda Warisan Anies di Jalan Palmerah Timur Rusak dan Tak Terawat
Sejumlah kendaraaan melintas dekat separator pembatas jalur sepeda di Jalan Palmerah Timur, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
Didik Setiawan - Senin, 20 April 2026
Kondisi Pembatas Jalur Sepeda Warisan Anies di Jalan Palmerah Timur Rusak dan Tak Terawat
Bagikan