Anak Sekolah Zaman Now Sudah Bisa Kuasai ChatGPT, Guru Dituntut Bukan Hanya Pemberi Materi
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali (Pemprov DKI)
Merahputih.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah Matali berpesan agar para guru di lingkungan Pemprov DKI Jakarta bisa menyesuaikan perkembangan zaman, baik dalam memberikan bahan ajaran maupun memahami cara mendidik para peserta didik.
Oleh karena itu, ia berharap, para guru mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga dan menumbuhkan adab serta etika para peserta didik.
"Saat ini, para guru dituntut tidak hanya sebagai pemberi materi saja, karena zaman sekarang teknologi telah lebih canggih, anak-anak sudah bisa mengakses Google, bahkan ChatGPT," jelas Marullah, dalam keterangannya, Rabu (4/12).
Namun, sosok guru tetap dibutuhkan, karena masalah adab dan etika tidak bisa diajarkan oleh mesin atau teknologi. Oleh karena itu, dengan perkembangan zaman, para guru dituntut lebih adaptif.
"Serta tetap menjunjung tinggi adab dan etika kepada peserta didiknya," sambungnya.
Baca juga:
Gaji Guru Honorer Naik, Awal Perubahan Besar di Dunia Pendidikan
Ia juga mengingatkan para guru agar menjadi sumber ilmu dan rujukan bagi masyarakat, khususnya anak murid. Marullah menyampaikan, guru adalah profesi yang sangat mulia.
Ilmu yang diajarkan kepada orang lain akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bahkan setelah kita meninggal. Pada kesempatan itu, Marullah juga berpesan agar para guru menjaga kehormatan, wibawa, dan nama baik profesi.
“Jadilah guru yang dihormati, memiliki etika, akhlak dan budi pekerti. Guru adalah teladan bagi murid-muridnya. Berikan contoh terbaik, jaga nama baik DKI Jakarta, korps guru, dan dunia pendidikan,” katanya.
Marullah juga meminta para guru untuk menyayangi dan mendidik murid-murid mereka dengan penuh kasih sayang.
Baca juga:
Indonesia Butuh 20 Ribu Guru Pendidikan Khusus untuk Murid Disabilitas
“Anggap murid-murid Anda sebagai anak sendiri. Jika memberikan hukuman, lakukan dengan kasih sayang. Karena pada hakikatnya, mereka adalah bagian dari tanggung jawab Anda,” ucapnya.
Marullah mengingatkan, peran guru sangat penting dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global. Terlebih lagi, Jakarta akan berusia lima abad.
“Jakarta yang sudah setua ini jaga nama baiknya, Anda punya kebanggaan menjadi guru di Jakarta. Anda memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus yang akan membawa Jakarta menjadi kota global yang unggul dan berdaya saing,” tandasnya.
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Anggaran Transjakarta 2026 Disunat, Pemprov DKI Jakarta Putar Otak Cari Tambahan Triliunan Rupiah
Flyover Pesing Berlubang, Belasan Kendaraan Menepi Akibat Ban Pecah di Daan Mogot
Dinas Bina Marga Targetkan Perluasan Jalan Rasuna Said Pasca Bongkar Tiang Monorel
Pemprov DKI Gelontorkan Rp100 Miliar Buat Bongkar Tiang Monorail di Kuningan
Pemprov DKI Siap Sulap Tiang Monorel di Rasuna Said Jadi Trotoar Estetik, Dikerjakan Mulai Pekan Depan
Guru Meradang Nominal TPG Tak Sama, Begini Penjelasan Kemendikdasmen
Update Tinggi Air Jakarta: Pasar Ikan Siaga 2, Sunter Hulu Siaga 3, Lokasi Lain Masih Anteng di Level Normal
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, Komisi X DPR Soroti Upah di Bawah UMR
Warga Jakarta Siapkan Saldo E-Wallet! Donasi Digital Menjamur Saat Malam Tahun Baru di Lokasi Berikut
Pramono Beri 'Lampu Hijau' Tender Proyek Jakarta Dimulai Lebih Awal, Biar Enggak Numpuk di Akhir Tahun