MerahPutih.com - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menegaskan bahwa fraksinya menolak tes cepat atau rapid test COVID-19 yang akan dilakukan Setjen DPR kepada 575 anggota DPR beserta keluarganya.
"Dahulukan rakyat, karena mereka yang benar membutuhkan," kata Ibas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (24/3).
Baca Juga:
Partai Demokrat Siapkan Program Prioritas untuk Kesejahteraan Rakyat
Menurut Ibas, seharusnya anggota DPR memiliki rasa empati serta kemanusiaan terhadap masyarakat yang terinfeksi COVID-19 yang kini masih dalam perawatan. Karena, masyarakat masih kesulitan mengikuti pemeriksaan tes COVID-19 untuk memastikan kondisi kesehatannya.
FPD menolak dilakukan tes tersebut, karena rasa kemanusiaan yaitu di saat banyak gugurnya tenaga medis yang merawat para pasien COVID-19.
"Intinya negara harus perhatikan keadilan untuk semua warga termasuk akses mendapatkan kepastian, perlindungan dan distribusi alat-alat kesehatan," ujar putra bungsu Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Namun, Ibas tetap mengapresiasi protokol COVID-19 yang sudah dilakukan Setjen DPR. Hanya saja, kata dia, setiap anggota DPR harus hadir dalam memerangi COVID-19 bersama rakyat di saat kondisi krisis sekarang ini.
Anak SBY itu juga merujuk data pemerintah hingga Senin (23/3), COVID-19 telah menjangkiti 579 warga Indonesia dan merenggut 49 nyawa rakyat Indonesia. Bahkan, lanjut dia, wabah virus sudah tersebar di 22 provinsi. “Terpenting selamatkan rakyat,” tutup Ibas. (Knu)
Baca Juga: