MerahPutih.com - Allan Andersn kembali merilis karya terbaru melalui single berjudul Mau But Malu. Lagu ini menghadirkan perpaduan pop emosional dengan nuansa city pop modern, sekaligus melanjutkan ciri khas musikal yang selama ini melekat pada karya-karyanya.
Ditulis langsung oleh Allan, Mau But Malu mengangkat cerita tentang perasaan cinta yang terpendam kepada sahabat sendiri—keinginan untuk mengungkapkan rasa, namun tertahan oleh ketakutan merusak hubungan yang sudah terjalin.
Judul lagu tersebut berasal dari frasa mau suka tapi malu, yang menggambarkan dilema antara keberanian untuk jujur terhadap perasaan dan kekhawatiran kehilangan kedekatan yang sudah ada.
Dengan lirik bilingual serta hook yang mudah melekat di telinga, lagu ini menyoroti kerentanan, kebimbangan, sekaligus harapan yang kerap dirasakan generasi muda ketika menghadapi batas tipis antara persahabatan dan percintaan.
Baca juga:
Allan Andersn Rilis Single 'Senafas', Kolaborasi Internasional dengan Komposer Malaysia
Berasal dari Tahuna, sebuah pulau kecil di Sulawesi Utara, Allan dikenal melalui gaya penulisan lagu yang jujur, intim, dan terasa sinematik.
Melalui single ini, ia kembali menegaskan identitas musikalnya dengan memadukan pop emosional dan sentuhan city pop kontemporer, menciptakan lagu yang terasa dekat bagi pendengar, baik di Indonesia maupun di kancah internasional.
Mau But Malu juga dijadwalkan akan dibawakan secara langsung untuk pertama kalinya dalam sebuah intimate showcase di Kuala Lumpur, Malaysia pada 6 Februari 2026, serta di Johor Bahru pada 14 Februari 2026.
Penampilan tersebut rencananya akan direkam dan dirilis dalam format konten digital guna memperluas jangkauan lagu sekaligus memperkuat interaksi dengan para penggemar.
Baca juga:
Sebelumnya, Allan sempat menarik perhatian publik lewat lagu Rindu yang berhasil masuk dalam daftar Spotify Viral 50 Indonesia dan Spotify Viral 50 Malaysia, serta menembus Top 10 Newcomers Billboard Indonesia selama dua minggu berturut-turut.
Album debutnya, Dear AA (2025), juga semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu musisi emotional pop yang tengah naik daun di kawasan Asia Tenggara.
Untuk mendukung perilisan single terbaru ini, Allan turut menyiapkan kampanye digital melalui berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Kampanye tersebut mengusung konsep storytelling dan user-generated content dengan tema confession serta friendzone, yang diharapkan mampu mendorong keterlibatan penggemar.
Sepanjang 2026, Allan juga berencana merilis sejumlah single lanjutan yang akan menjadi bagian dari proyek EP hingga album berikutnya, memperluas eksplorasi musikalnya sekaligus memperkuat kehadirannya di skena pop Asia Tenggara. (Far)

