Alasan Mengapa Orang Gemar Koleksi Boneka

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 08 Maret 2023
Alasan Mengapa Orang Gemar Koleksi Boneka

Orang gemar mengoleksi boneka. (Foto: Freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT kamu pergi ke gudang, mungkin akan menemukan setumpuk boneka berdebu dan usang. Lalu terlintas dalam pikiranmu, "Kenapa aku dulu mengoleksi banyak boneka ya?"

Atau malah hingga sekarang saat menapak masa dewasa, kamu masih menyimpan boneka di kamarmu. Kerap bikin orang di sekitarmu terheran-heran. "Kenapa sampai sekarang kamu masih mengoleksi boneka?"

Jawabannya, mengutip thesprucecrafts.com, ada di bawah ini


1. Memberikan Rasa Tenang

Siapa sangka bahwa boneka yang ditampilkan dalam film horor yang kerap memberikan rasa cemas dan takut penontonnya, justru kenyataannya berbanding terbalik dalam kehidupan nyata?

Faktanya, boneka yang terlihat sangat hidup dapat menenangkan rasa emosional yang memuncak dalam dirimu. Contohnya ketika kamu sedang kesepian atau berduka, ternyata koleksi boneka yang kamu miliki bisa meningkatkan perasaanmu menjadi lebih baik. Selain itu, boneka juga dapat melepaskan emosimu yang selama ini terpendam.

Jika pernah memiliki hewan peliharaan, pastinya kamu pernah mengajak ngobrol hewanmu. Meski mereka tak merespons, entah bagaimana mereka bisa memberikanmu perasaan lebih baik setelah berbicara dengannya. Perasaan ini sama dengan ketika kamu berbicara dengan boneka.

Baca juga:

Teror Boneka M3GAN akan Kembali di 2025

boneka
Memeluk boneka dapat melepaskan emosimu. (Foto: Freepik/88Photo)


2. Rasa Nostalgia


Salah satu alasan mengapa kamu masih mengoleksi boneka di usia dewasa adalah karena sadar atau tidak, ada sesuatu di dalam boneka yang keberadaannya membuatmu merasa nostalgia.

Dalam beberapa kasus, orang-orang tetap mempertahankan boneka yang ia miliki dari dulu tak peduli seberapa rusak kondisinya lantaran tak ada boneka lain yang dapat menggantikan rasa kedekatan yang diberikan oleh boneka lama.

3. Boneka Membantu Penderita Demensia

Tak banyak yang tahu, ternyata memberikan boneka kepada penderita demensia dapat menenangkan mereka. Terapi boneka adalah salah satu cara yang paling kontroversial untuk mereka.

Dari semua cara non-obat yang digunakan dokter dan cara terapis untuk membantu penderita demensia alzheimer seperti terapi seni, terapi hewan, terapi berkebun, dan terapi musik, ternyata , ternyata terapi boneka bekerja dengan baik untuk mereka

Boneka digunakan di beberapa panti jompo dan unit perawatan. Pengelola memberikan boneka kepada penyandang demensia. Mereka bak memegang bayi. Mereka juga menimang-nimang, menyanyi, dan memeluk boneka layaknya bayi manusia sungguhan.

Namun, tetap saja sesi memberikan bayi ini di bawah pantauan suster panti jompo dan terapis. Ada juga pengelola panti yang memberikan boneka secara cuma-cuma dan bisa disimpan secara pribadi.

Baca juga:

Kreator Chucky Sambut M3GAN ke Keluarga Boneka Pembunuh

boneka
Menimang boneka dapat tenangkan pasien demensia (Foto: Heidi deMarcoKHN)

“Kami memiliki boneka bayi khusus yang disumbangkan oleh salah satu mantan perawat kami. Bayi boneka itu sangat terlihat hidup. Jika tingkat energi pasien demensia sedikit lebih tinggi dari biasanya dan mereka merasa lebih gelisah, sering kali kami akan mengeluarkan bayi istimewa itu," kata Mandy Otto, direktur pengayaan hidup untuk Cambrian Senior Living di Tecumseh, Michigan.

Setelah itu, pasien sudah pasti langsung diam karena sang bayi bohongan terlihat sedang tidur. Itu benar-benar mengurangi agitasi, tidak hanya dengan pasien wanita tetapi juga dengan pria.

Nah, barusan tiga alasan mengapa orang mengoleksi boneka. Sekarang kamu tahu, kan, alasan mengapa boneka digemari dan bermanfaat bagi beberapa orang. (Kmp)

Baca juga:

Barbie Ponytail, Gaya Rambut bak Boneka

#Hobi #Boneka
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Fun
Nutrisi Tepat Jaga Kesehatan Anabul, Bisa Habiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Kesayangan
Para pemilik hewan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anabul kesayangan mereka.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Nutrisi Tepat Jaga Kesehatan Anabul, Bisa Habiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Kesayangan
Fun
CRYBABY Berubah Jadi Ikon Nusantara, POP MART Hadirkan Edisi Khusus Indonesia
POP MART merayakan dua tahun di Indonesia lewat CRYBABY Indonesia Limited Edition yang terinspirasi alam, budaya, dan kehidupan pesisir Tanah Air.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
CRYBABY Berubah Jadi Ikon Nusantara, POP MART Hadirkan Edisi Khusus Indonesia
Fun
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Secara sepintas, tampilannya menyerupai tongkat atau kail berukuran besar dengan lengkungan alami yang hampir membentuk huruf 'U'.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Lifestyle
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Ikan sapu-sapu ternyata berbahaya jika dilepas ke alam liar. Simak dampak, cara penanganan, dan ancaman hukumnya di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Fun
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Minat pelihara ular meningkat. Ball python jadi pilihan pemula karena jinak, mudah dirawat, dan minim risiko gigitan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Fashion
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Kolaborasi Black Sabbath dan Lawless Jakarta menghadirkan koleksi eksklusif "Heavier Than Ever" berupa apparel, helm, dan skate deck edisi terbatas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Desember 2025
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Fun
GJAW 2025 Hadirkan Program Komunitas Seru, Dari Campervan Show hingga Diecast
GJAW 2025 menghadirkan program komunitas seperti Campervan Show dan Diecast On GJAW, memperkaya pengalaman pengunjung di ICE BSD.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 November 2025
GJAW 2025 Hadirkan Program Komunitas Seru, Dari Campervan Show hingga Diecast
ShowBiz
Fenomena Labubu Berlanjut, Sony Kembangkan Film dari Boneka yang Viral Berkat Lisa BLACKPINK
Sony resmi mengembangkan film karakter Labubu. Boneka viral ini menjadi fenomena global dan siap memasuki dunia waralaba film.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
Fenomena Labubu Berlanjut, Sony Kembangkan Film dari Boneka yang Viral Berkat Lisa BLACKPINK
Fun
Dari Miniatur ke Mahakarya: Geliat Karya Anak Bangsa di Dunia Custom Diecast
Costum diecast telah menjadi gerakan kreatif yang menumbuhkan kebanggaan, kolaborasi, dan inovasi anak bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 November 2025
Dari Miniatur ke Mahakarya: Geliat Karya Anak Bangsa di Dunia Custom Diecast
Bagikan