Aktivis Seoul Bikin 'Balon Pintar' untuk Sebar Pesan ke Korut

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 14 Juni 2024
Aktivis Seoul Bikin 'Balon Pintar' untuk Sebar Pesan ke Korut

Bendera Korea Selatan. (Foto: Unsplash/Daniel Bernard)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - 'Perang balon' antara Korea Utara dan Korea Selatan mungkin bisa berlanjut. Untuk mempersiapkan diri, aktivits Korea Selatan mengembangkan balon berteknologi nan dilengkapi pengeras suara yang mampu menyebarkan selebaran hingga ratusan kilometer melintasi perbatasan antara dua negara itu.

Dibuat menggunakan printer 3D dan komponen yang diperoleh secara online dan terkadang dilengkapi dengan pelacakan GPS, 'balon pintar' ini dapat berharga hingga USD 1.000 setiap unitnya.

Sekali atau dua kali sebulan dari musim semi hingga musim gugur, ketika angin baik bertiup ke utara, kelompok rahasia pencipta balon ini yang diduga aktivis di Seoul menerbangkan balon-balon tersebut saat malam tiba.

Tujuannya adalah untuk menjatuhkan kargo lebih jauh ke Korea Utara, termasuk melewati ibu kota Pyongyang, dengan jangkauan lebih jauh. Satu balon telah terbang sampai ke Tiongkok.

Baca juga:

Lagi, Korut Kirim Balon Sampah ke Korsel

“Balon pintar kami mahal tapi kami pikir mereka seratus kali lebih kuat dibandingkan balon yang diterbangkan oleh kelompok lain,” kata salah satu anggota kelompok tersebut, seperti dikutip dari CNA, Jumat (14/6).

Kelompok tersebut, yang memiliki sekitar 30 anggota inti dan didanai oleh keuangan dan sumbangan anggotanya sendiri, sebelumnya tidak merinci kegiatannya kepada media.

Taktik balon menjadi pusat perhatian dalam hubungan dingin antara kedua negara Korea itu sejak akhir bulan lalu. Korea Utara, yang dalam beberapa tahun terakhir merupakan negara yang jarang mengirimkan balon, telah mengirim lebih dari 1.000 balon ke selatan - sebagian besar berisi sampah dan beberapa di antaranya tampak seperti kotoran hewan.

Hal ini telah meningkatkan ketegangan antar negara, yang secara teknis masih berperang setelah Perang Korea tahun 1950-1953 berakhir dengan perjanjian gencatan senjata dan bukan perjanjian damai. Korea Selatan pada hari Minggu melanjutkan siaran pengeras suara yang ditujukan ke Korea Utara untuk pertama kalinya sejak 2018.

Baca juga:

Korsel Balas Korut, Kirim Balon Isi USB Drakor dan Lagu KPop

Seberapa efektif balon-balon tersebut masih menjadi perdebatan, karena tidak ada verifikasi independen mengenai di mana balon-balon tersebut mendarat atau apa pendapat rata-rata warga Korea Utara tentang isinya. (ikh)

#Korea Utara #Korea Selatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
Duet Drum PM Jepang dan Presiden Korea Selatan, Diplomasi K-Pop untuk Hubungan Rumit
Tak sembarang main drum, aksi tersebut menjadi bagian dari pendekatan diplomatik Jae-myung kepada kekuatan regional, termasuk Jepang.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Duet Drum PM Jepang dan Presiden Korea Selatan, Diplomasi K-Pop untuk Hubungan Rumit
Dunia
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Para jaksa khusus menggambarkan deklarasi darurat militer tersebut sebagai tindakan perusakan konstitusi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat serius.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
 Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Sidang Putusan Dijadwalkan 19 Februari
Dunia
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Para jaksa khusus menyebut deklarasi darurat militer tersebut sebagai tindakan perusakan konstitusi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat serius.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dituntut Hukuman Mati, Dituduh Makar dan Antinegara
Indonesia
Aksi Kemanusiaan Nelayan Indramayu Sugianto di Korea Selatan Diganjar Penghargaan dari Presiden Lee Jae-myung
Pemerintah Korea Selatan menilai tindakan Sugianto sebagai bentuk kemanusiaan luar biasa yang dilakukan tanpa pamrih, meski dengan risiko besar terhadap keselamatan diri.
Frengky Aruan - Minggu, 04 Januari 2026
Aksi Kemanusiaan Nelayan Indramayu Sugianto di Korea Selatan Diganjar Penghargaan dari Presiden Lee Jae-myung
ShowBiz
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
Film pendek Natal Shin Wooseok’s Urban Fairy Tale: The Christmas Song Part 1 resmi dirilis. Dibintangi Karina aespa, Jang Wonyoung, hingga Byeon Woo Seok.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
ShowBiz
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Video yang dihapus itu berisi permintaan maaf Chef Paik terkait dengan isu pelanggaran label asal produk, iklan menyesatkan, serta tuduhan penyalahgunaan siaran.
Dwi Astarini - Selasa, 25 November 2025
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Fashion
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
JF3 Fashion Festival mewujudkan visi Recrafted: A New Vision demi mengangkat kreativitas dan keahlian tangan Indonesia ke tingkat global melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Indonesia
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Menyebut Korea bangsa yang tangguh.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Indonesia
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Hal ini disampaikan saat meresmikan PT Lotte Chemical Indonesia, pabrik petrokimia terbesar se-Asia Tenggara di Cilegon
Angga Yudha Pratama - Kamis, 06 November 2025
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Indonesia
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian
Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan bahaya nyata bagi masa depan perekonomian kita.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Oktober 2025
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian
Bagikan