MerahPutih Politik- Usai dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2014 silam, Juru Bicara jaringan aktivis Prodem Iwan Sumule menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah dikepung kekuatan para pengutang, pemburu proyek dan jabatan.
Iwan Sumule yang juga politikus Partai Gerindra menegaskan, bahwa para pengutang tersebut adalah partai politik (parpol) pengusung, pengusaha, aktivis yang tergabung dalam relawan, kemudian tokoh masyarakat dan pemuka agama, kaum intelektual dan jaringan internasional. Mereka menagih janji kepada Presiden Joko Widodo.
"Karena itu bila Jokowi tidak segera digulingkan maka negara dan bangsa sedang dipertaruhkan keutuhannya," kata Iwan Sumule dalam siaran persnya belum lama ini di Jakarta.
Iwan yang juga mantan Caleg nomor urut pertama di daerah pemilihan (dapil) Papua Barat menambahkan, sebagai seorang kepala pemerintahan Presiden Joko Widodo dituding sebagai Presiden yang lemah karakter, tidak memiliki wibawa dan disandera oleh kekuatan pada pemburu utang (debt collector).
Baca Juga: Benarkah ada Skenario Pemakzulan Presiden Jokowi?
Kini, para pengutang tersebut makin mengamuk lantaran saat jatuh tempo utang, Jokowi tak membayar utang kepada mereka yang merasa memberi utangan paling besar ketika berlangsung Pilpres.
"Jokowi justru dituduh membagi-bagi jabatan kepada mereka yang tak punya jasa memberi utangan bagi pemenangan Jokowi," sambung Iwan.
Masih kata Iwan, saat tampil sebagai calon Presiden (capres) Joko Widodo disokong penuh oleh para pemberi utang tersebut. Joko Widodo tampil dalam panggung politik nasional di saat kondisi bangsa Indonesia sedang mengalami kehancuran di berbagai bidang. Runtuhnya nilai-nilai moral, etika dan karakter bangsa menjadi pemicu utama kekuatan materi. Segala sesuatu ditentukan uang dan meteri.
"Karena itu, para pengutang tersebut merasa paling berhak mendapatkan giliran utama untuk dibayarin utangnya yang telah dikeluarkan saat Pilpres," akhir Iwan. (bhd)