Aksi Bela Palestina di Kedubes AS Tegur Nurani Dunia

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 01 Juni 2024
Aksi Bela Palestina di Kedubes AS Tegur Nurani Dunia

Warga membawa bendera Palestina saat Aksi Bela Palestina di depan Kedubes AS Jakarta, Sabtu (1/6/2024). ANTARA/Khaerul Izan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Massa Aksi Bela Palestina yang tergabung dalam "All Eyes On Raffa" menuntut pemerintah RI untuk segera mengirimkan pasukan militer ke Palestina. Tuntutan itu didasari karena Israel terus melancarkan serangan ke Raffah yang menewaskan banyak warga Palestina, meski mendapat kecaman dunia internasional.

"Yang kita tuntut adalah segera kirimkan pasukan militer perdamaian sedunia. Indonesia khususnya, jangan ragu ragu lagi segera menjadi inisiator terdepan untuk mengirimkan pasukan militernya," kata Bachtiar Nasir, selaku Korlap Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis saat berorasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (1/6). .

Bachtiar Nasir secara tegas mengatakan penjajahan yang dilakukan Israel tidak sesuai dengan pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di dunia harus dihapuskan.

"Maka tuntutan tertinggi kita pada hari ini adalah menuntut nurani sedunia agar kita kembali kepada kemanusiaan kita semua, mari semua jalan di atas jalan yang benar, patuh kepada hukum hukum internasional," ungkapnya.

Baca juga:

Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup Imbas Demo Bela Palestina di Kedubes AS

"Karena itu All Eyes On Rafah mengajak seluruh manusia agar kembali ke lini kemanusiaanya, kembali kepada nuraninya, kalau bahasa agamanya kembali kepada fitrahnya agar masyarakat dunia yang seharusnya menjadi satu penduduk yang damai, satu penduduk yang saling menjaga satu sama lain, penduduk dunia yang saling menguntungkan satu sama lain, harusnya terbangun. Tapi kalau ini dibiarkan, maka apa yang terjadi? Kacaulah tatanan sosial dunia ini," papar Bachtiar.

Sebagai informasi, seruan "All Eyes on Rafah" menggema di media sosial. Seruan yang memiliki arti "Semua Mata Tertuju ke Rafah" ini bukan sekedar rangkaian kalimat semata. Ini merupakan seruan agar banyak orang memusatkan perhatian ke Rafah dan sebagai ajakan misi kemanusiaan.

Dilansir dari AFP, kondisi terkini Raffah kian tak kondusif akibat serangan langsung ke kamp pengungsi terus dilancarkan tentara zionis Israel. Pihak Palestina menyebut 50 orang tewas dan 249 orang luka-luka akibat serangan Israel saat itu. N

Namun, ternyata itu bukan serangan sekali. Ada serangan yang kedua kali. Selasa (28/5) waktu setempat, Israel menyerang Rafah lagi. Otoritas Gaza melaporkan sedikitnya 21 orang tewas akibat agresi Zionis itu.

Baca juga:

China Bakal Gelontorkan Rp 1,1 Triliun Bagi Palestina

Pada Kamis (30/5), Israel masih saja melanjutkan serangan mematikan di Rafah. Perintah Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mengakhiri serangan seolah tidak digubris Israel. (Pon)

#Palestina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
Florence Pugh mengaku tak takut kehilangan ratusan ribu pengikut di media sosial karena vokal mendukung Palestina dan rutin menyerukan bantuan kemanusiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
ShowBiz
Macklemore Umumkan Tur 'Free Palestine', Sumbang Semua Hasilnya untuk Palestina
Hasil penjualan tiket untuk pertunjukan tur ini akan disalurkan ke organisasi-organisasi yang mendukung rakyat Palestina.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Macklemore Umumkan Tur 'Free Palestine', Sumbang Semua Hasilnya untuk Palestina
Dunia
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Debat umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Indonesia
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan tindakan sementara yang mengikat secara hukum dalam perkara terkait penerapan Konvensi Genosida di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
ShowBiz
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
Macklemore berencana mendonasikan 1 juta dolar AS atau sekitar Rp 17,7 miliar kepada enam organisasi yang membantu rakyat Palestina.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan Rp 17,7 Miliar untuk Bantu Rakyat Palestina
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
ShowBiz
Macklemore Dicoret dari Sisa Tur Ed Sheeran di AS, Polemik Dukungan Palestina
Macklemore dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di AS setelah sejumlah venue keberatan dengan pernyataan politik dan dukungannya terhadap Palestina.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Macklemore Dicoret dari Sisa Tur Ed Sheeran di AS, Polemik Dukungan Palestina
Dunia
Bantuan Kemanusian ke Gaza Masih Dihambat Israel, 95 Persen Warga Gaza Butuh Bantuan
Sebelas negara Eropa dan Kanada mengumumkan rencana untuk memberlakukan pembatasan nasional terhadap perdagangan barang dengan permukiman Israel yang dinilai ilegal
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Bantuan Kemanusian ke Gaza Masih Dihambat Israel, 95 Persen Warga Gaza Butuh Bantuan
Dunia
Israel Gempur Gaza, 5 Orang Tewas dan Puluhan Terlukan Dalam 24 Jam
Kemungkinan masih ada korban tewas yang tertimbun di bawah reruntuhan rumah yang hancur atau di jalan-jalan yang belum dapat dijangkau tim ambulans dan pertahanan sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Israel Gempur Gaza, 5 Orang Tewas dan Puluhan Terlukan Dalam 24 Jam
Indonesia
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Menko Hukum HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan Abdul Karim Raeq Miqdad bukan ulama Palestina atau aktivis Gaza. Ia akan menemui MUI untuk klarifikasi kasus deportasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Menko Yusril Bantah Warga Palestina yang Dideportasi Ulama Gaza, Buka-bukaan Datangi MUI
Bagikan