Airlangga Hartarto Siap Gantikan Setnov, Asalkan...
Koordinator Bidang Ekonomi Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Airlangga Hartarto. ( ANTARA FOTO/Moch Asim)
MerahPutih.com - Koordinator Bidang Ekonomi Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Airlangga Hartarto mengisyaratkan kesediaannya menduduki jabatan ketua umum jika memperoleh dukungan dari mayoritas pengurus di daerah.
"Tentu sebagai kader, jika diminta pengurus di setiap daerah (menjadi Ketum Golkar) tentu siap," kata Airlangga seperti dikutip dari Antara di Bekasi, Kamis (23/11).
Hal itu dikatakan pria yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian RI usai meresmikan pabrik obat injeksi PT Ethica Industri Farmasi di Jalan Science Timur 2, Kawasan Industri Jababeka V Kavling B1B1, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Meski demikian, ia pun menjelaskan bahwa harus melewati mekanisme internal partai sebagai respons atas kasus dugaan korupsi e-KTP yang kini menjerat Ketum Golkar Setya Novanto di balik jeruji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dikatakan Airlangga, partainya memiliki mekanisme dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi kader, termasuk kasus yang menjerat Setya Novanto.
"Tentunya kita semua berharap agar proses itu (mekanisme penyelesaian internal partai) bisa berjalan lancar," katanya.
Sementara itu, Wasekjen DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan mengungkapkan saat ini ada empat nama kandidat pengganti Setya Novanto yang muncul ke permukaan.
Mereka adalah Airlangga Hartarto, Ade Komarudin, Aziz Syamsudin, dan Bambang Soesatyo. Dia menilai empat nama tersebut mempunyai rekam jejak yang baik di internal Golkar. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Indonesia Bidik Investasi Perusahaan Teknologi Nvidia, Amazon, Docusign dan Crowdstrik
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sambangi KPK Bahas Tarif Resiprokal Amerika Serikat
Bahas Tarif Trump dan Impor Energi, Menko Airlangga Datangi KPK
Defisit Anggaran Capai Rp 695 Triliun, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal 4 Tumbuh Tinggi
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
Work From Mall, Padukan Kebutuhan Pekerja Fleksibel Sambil Ngopi
Pemerintah Sarankan Work From Mall, Demi Gig Economy
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana