Ahok-Djarot Buncit, Ray Rangkuti: Elektabilitas Ahok Meningkat

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 08 Februari 2017
Ahok-Djarot Buncit, Ray Rangkuti: Elektabilitas Ahok Meningkat

Ray Rangkuti berpeci dalam sebuah diskusi di Jakarta (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Survei Manilka menemukan elektabilitas Ahok-Djarot berada pada posisi buncit dengan persentase 21 persen. Posisi tersebut di bawah pesaingnya Agus-Sylvi dan Anies-Sandi.

Menanggapi hal itu, Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai ada kenaikan prosentase elektabilitas walaupun berada pada angka terendah.

Ray mengatakan peningkatan elektabilitas tersebut disebabkan semakin rasionalnya pemilih. Mereka tidak lagi tertarik dengan sekat-sekat isu agama.

"Semakin kondusif karena ada suasana di mana isu-isu agama semakin tidak memikat publik. Kalau kita melihat hasil survei, memperlihatkan naiknya elektabilitas Ahok, justru menurut saya salah satu efek dari persidangan di pengadilan," katanya di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2).

Jika dibandingkan sebelum sidang perkara penistaan agama, pada bulan Oktober hingga Desember 2016, elektabilitas Ahok anjlok hingga titik yang paling rendah.

Rilis Survei Manilka
Suasana jumpa pers rilis hasil survei Manilka (MP/Fadhli)

Namun setelah perkara masuk persidangan, posisi Ahok berangsur meningkat. Di arena sidang, Ahok mampu memberikan klarifikasi terkait pasal yang dituduhkan kepadanya.

"Persidangan menjadi ruang yang bagus bagi Ahok untuk menjelaskan kepada publik," urainya.

Selain itu, kata Ray, debat publik sangat berkontribusi besar bagi peningkatan elektabilitas Ahok-Djarot.

Sementara itu, tim sukses paslon Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul menanggapi sinis terkait temuan survei Manilka. Ia mempertanyakan kapabilitas Survei Manilka hingga menempatkan Ahok-Djarot pada posisi paling bawah.

"Ini Manilka sudah berapa kali bikin Survei, kok tiba-tiba menemukan hasil begitu," katanya.

Meski demikian, Ruhut tetap menghormati hasil riset Manilka.

"Kita menghormati, tapi kami tetap meyakini Ahok-Djarot menang satu putaran. Sudah ada tanda-tanda dari Tuhan. Umat Islam bisa bikin aksi 212 itu berkah dari Allah. Itu pertanda bagi kami, nomor urut dua, satu putaran, dua periode," terang Ruhut, berkelakar.

#Pasangan Ahok-Djarot #Hasil Survei #Ray Rangkuti #Pilgub DKI 2017
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Menkeu Purbaya Mengguncang Media Sosial: Dari Kritik Cukai Rokok Sampai Ajak Gen Z Kaya, Penilaian Positif Tembus 83,7 Persen
?IDSIGHT melakukan analisis terhadap tanggapan pengguna media sosial (Instagram, X/Twitter, Facebook Page, dan Tiktok) pada akun milik menteri/kepala badan atau kementerian selama rentang waktu 24 September hingga 3 Oktober 2025.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Oktober 2025
Menkeu Purbaya Mengguncang Media Sosial: Dari Kritik Cukai Rokok Sampai Ajak Gen Z Kaya, Penilaian Positif Tembus 83,7 Persen
Indonesia
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Ray mencontohkan kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Indonesia
Survei IPO: Kinerja Presiden Prabowo Subianto Dinilai Memuaskan, Program MBG Unggul di Mata Publik
Secara keseluruhan, kinerja Presiden Prabowo Subianto sejak Oktober 2024 dinilai memuaskan oleh 81% masyarakat
Angga Yudha Pratama - Minggu, 01 Juni 2025
Survei IPO: Kinerja Presiden Prabowo Subianto Dinilai Memuaskan, Program MBG Unggul di Mata Publik
Indonesia
Pengamat Nilai RUU ASN Hambat Otonomi, Berpotensi Munculkan Konflik Pemerintah Pusat dan Daerah
Wacana perubahan dalam UU ASN tersebut mengusulkan agar kewenangan itu nantinya dapat dikembalikan kepada pemerintah pusat
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 03 Mei 2025
Pengamat Nilai RUU ASN Hambat Otonomi, Berpotensi Munculkan Konflik Pemerintah Pusat dan Daerah
Indonesia
Hasil Survei Pilkada Jateng 2024: Ahmad Luthfi Unggul Tipis dari Andika Perkasa
Hasil survei LSI di Pilkada Jateng 2024 mengungkapkan, Ahmad Luthfi unggul tipis dari Andika Perkasa.
Soffi Amira - Minggu, 17 November 2024
Hasil Survei Pilkada Jateng 2024: Ahmad Luthfi Unggul Tipis dari Andika Perkasa
Olahraga
Survei Indikator Politik Indonesia: 71,5% Warga Indonesia Indonesia Dukung Naturalisasi Timnas
Survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan, bahwa 71,5 persen warga Indonesia mendukung naturalisasi timnas.
Soffi Amira - Selasa, 05 November 2024
Survei Indikator Politik Indonesia: 71,5% Warga Indonesia Indonesia Dukung Naturalisasi Timnas
Indonesia
Elektabilitas Luthfi Kalah dari Andika, Jokowi: Yang Masih Bimbang Harus Diyakinkan
Elektabilitas Luthfi kalah dari Andika, Jokowi ikut angkat bicara. Ia ingin yang belum menentukan pilihan, maka harus diyakinkan.
Soffi Amira - Selasa, 05 November 2024
Elektabilitas Luthfi Kalah dari Andika, Jokowi: Yang Masih Bimbang Harus Diyakinkan
Indonesia
Persepi Sanksi Poltracking, Imbas Beda Hasil Survei Pilkada Jakarta
Persepi sanksi Poltracking akibat bedanya hasil survei di Pilkada Jakarta.
Soffi Amira - Senin, 04 November 2024
Persepi Sanksi Poltracking, Imbas Beda Hasil Survei Pilkada Jakarta
Indonesia
Bukan Ahok, Ini Lawan Tangguh Anies di Pilkada Jakarta Versi Indikator
Sementara margin antara Anies dan Ridwan Kamil terpaut sekitar 11 persen
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juli 2024
Bukan Ahok, Ini Lawan Tangguh Anies di Pilkada Jakarta Versi Indikator
Indonesia
Ray Rangkuti Sebut Wacana Gubernur Ditunjuk Presiden sebagai Ambisi Menempatkan Orang Dekat
Usulan penghapusan Pilkada DKI Jakarta, yang termaktub dalam RUU DKJ menuai polemik.
Frengky Aruan - Senin, 11 Maret 2024
Ray Rangkuti Sebut Wacana Gubernur Ditunjuk Presiden sebagai Ambisi Menempatkan Orang Dekat
Bagikan