Ahli Kebijakan Publik Kritik Gentingisasi Cuma Program Kosmetik
Produksi genteng pabrik rumahan. (MP/Rizki Fitrianto)
MerahPutih.com - Wacana pemerintah memberlakukan kebijakan gentingisasi untuk rumah-rumah di daerah miskin menuai sorotan. Pengamat kebijakan publik Achmad Nur Hidayat menilai kebijakan ini lebih menekankan pada penampilan ketimbang substansi kebutuhan masyarakat.
Ahli Kebijakan Publik itu mengibaratkan program Gentingisasi hanya bersifat kosmetik, alias mempercantik rumah tanpa menyelesaikan masalah mendasar yang dihadapi rakyat Indonesia.
“Gentingisasi itu seperti mengganti cat rumah ketika instalasi listriknya korsleting. Cat baru terlihat indah. Ia membuat rumah tampak ‘naik kelas’. Tapi korsleting yang tidak dibereskan menunggu waktu untuk membakar semuanya,” kata Achmadd, di Jakarta, Rabu (3/2).
Baca juga:
Target Mulai Tahun Ini, Pemerintah Putar Otar Cari Skema Pembiayaan Program Gentengisasi
Lebih Penting Anggaran Pemulihan Bencana
Menurut Achmad, pemerintah seharusnya lebih fokus pada program mendesak, salah satunya anggaran mitigasi kebencanaan yang tahun ini malah turun drastis.
Anggaran BNPB dalam RAPBN 2026 hanya Rp 491 miliar, terendah dalam 15 tahun, turun tajam dari outlook 2025 sekitar Rp 2,01 triliun.
Di sisi lain, pemerintah mengklaim dana darurat bencana di APBN 2026 bisa mencapai Rp 60 triliun melalui mekanisme dana siap pakai dan pemulihan.
“Di sinilah gentingisasi makin problematik. Karena pada saat yang sama, publik juga melihat sinyal yang membingungkan tentang anggaran kebencanaan,” kata tutur pengajar UPN Veteran Jakarta itu.
Baca juga:
Prabowo Ingin Rumah Pakai Genteng Bukan Seng, Kemenperin Sebut Produksi Sudah Siap
Usulan Alternatif
Achmad menekankan gentingisasi tidak boleh menjadi proyek nasional seragam yang melompati prioritas. Menurut dia, kebijakan harusnya difokuskan pada wilayah yang benar-benar membutuhkan intervensi termal dan kelayakan dasar.
“Lebih dari itu, pemerintah perlu membangun dana jangkar di daerah untuk bencana 2026, bukan hanya mengandalkan pusat,” tandasnya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto tengah menggaungkan gerakan gentingisasi sebagai bagian dari program nasional. Gerakan ini bertujuan mengganti atap seng dengan genting karena dinilai lebih sejuk dan ramah lingkungan. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Ahli Kebijakan Publik Kritik Gentingisasi Cuma Program Kosmetik
Target Mulai Tahun Ini, Pemerintah Putar Otar Cari Skema Pembiayaan Program Gentengisasi
Pemerintah Siapkan Pendanaan Gentenisasi, Tidak Andalkan APBN dan APBD
Ikuti Arahan Prabowo, Pramono Siap Terapkan Gentengisasi di Jakarta
Prabowo Ingin Rumah Pakai Genteng Bukan Seng, Kemenperin Sebut Produksi Sudah Siap
1 Tahun Berjalan, 55% Rakyat Indonesia Belum Tahu Ada Program Cek Kesehatan Gratis
Jelang Penetapan UMP 2026, DPR Tekankan Keseimbangan Kepentingan Pekerja dan Pengusaha
Presiden Prabowo Berencana Pangkas Jumlah BUMN Jadi 200, Targetkan Standar Bisnis Internasional
Pemerintah Buka Pendaftaran Magang Bergaji Rp 3,3 Juta Mulai 15 Oktober, Daftar Lewat SIAPkerja
Cara Menkes Evaluasi Program MBG: Ukur Tinggi Siswa Tiap 6 Bulan Sekali