Bisnis

Agen Ekspedisi Bersiasat Cari Keuntungan Berlipat

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 30 Juni 2024
Agen Ekspedisi Bersiasat Cari Keuntungan Berlipat

Pengguna jasa ekspedisi memarkir motornya di depan konter agensi. (Foto: MerahPutih.com/Febrian Adi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SEORANG lelaki masuk ke agen Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Durian di Jalan Durian, Jagakarsa, Jakarta Selatan, (24/6) pagi. Ia lalu disapa ramah oleh pegawai agen.

“Selamat pagi, selamat datang di JNE Durian. Silakan duduk. Ada yang bisa saya bantu, Mas?” kata Ricky Ferdian, pegawai agen, yang duduk di balik komputer.

“Saya mau kirim baju ke alamat ini.” Lelaki itu menyerahkan sebuah bungkusan ke Ricky.

Ricky kemudian melihat dan menimbang paket itu.

“Mas, alamatnya cuma ini ya? Enggak ada kecamatannya, RT atau RW?” tanya Ricky.

“Saya hanya dikasih begitu saja,” balas si lelaki.

“O, begitu. Takutnya nanti nyasar. Saya cek di Google dulu ya,” jelas Ricky. Ia lantas menemukan letak kecamatan si penerima. Ia menambahkannya ke data pengiriman di komputernya. “Oke, sekarang sudah lengkap. Enggak akan nyasar. Ada lagi yang bisa saya bantu?”

Si lelaki mengatakan cukup, berterima kasih, lalu keluar.

Baru setarikan napas, pengunjung lain datang lagi. Di bagian dada kemejanya tertera tulisan ‘Penerbit Mizan’. “Biasa,” ucap pengunjung itu sembari menyerahkan bungkusan kotak kecil. Ia lalu keluar sambil tersenyum.

Ricky sudah hafal pengunjung itu. Ia bergerak cepat mendata paket. “Dia langganan di sini,” ucapnya kepada Merahputih.com, Senin (24/6).

Ricky bilang Mizan kerap mengirim buku-buku pesanan pelanggannya melalui JNE Durian Jagakarsa. Selain Mizan, penerbit buku Republika dan Marjin Kiri juga menjadi pelanggan tetap JNE tersebut.

Menurut Ricky, keramahan merupakan kunci utama untuk merekatkan hubungan agen dan pengguna. “Keramahan bagian dari pelayanan. Bisnis ini adalah bisnis jasa. Dan jasa yang diberikan yakni pelayanan pengiriman. Di dalamnya termasuk keramahan,” kata Ricky.

Ia mengaku mendapatkan resep ini dari Ripqi Hidayat, pemilik agen JNE Durian.

Baca juga:

JNE Tidak Menimbun, Tapi Mengubur Beras yang Rusak

Tren Ekspedisi Saat Ini, Analisa dari Ramadan

Semangat Melayani

JNE

Pegawai agen ekspedisi JNE Durian melayani pengguna jasa (Foto: MerahPutih.com/Febrian Adi)

Ripqi telah membuka usaha agen JNE sejak 2009. Kali pertama ia membuka usaha agen di Dharmawangsa, dekat kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Kawasan itu dipadati kantor pemerintahan. Ripqi berpikir agennya bakal mudah dapat pengguna. Namun, dugaannya meleset.

Kantor pemerintahan jarang menggunakan jasa ekspedisi untuk mengirim dokumen dan barang. Mereka memiliki kurir internal.

Omzet usaha Ripqi kala itu terhitung minim. “Satu hari cuma dapat satu sampai 10 pengiriman. Sedangkan peraturan manajemen JNE, omzet per bulan minimal harus Rp 10 juta,” katanya.

JNE Pusat memiliki kebijakan memantau tiga bulan pertama usaha agen. Jika sepanjang waktu tersebut omzet per bulan tak sampai Rp 10 juta, agen tersebut akan ditutup.

Ripqi lantas mengajukan permohonan pemindahan lokasi kepada manajemen JNE. Ia memilih kawasan Kampung Kandang, Cilandak, Jakarta Selatan. Ripqi menilai kawasan itu berpotensi lebih menguntungkan. Ada kantor swasta, pertokoan, dan perumahan.

Kali ini penilaiannya tepat. JNE Agen Ripqi Hidayat meraih omzet lebih tinggi daripada di Dharmawangsa. Sebulan mencapai Rp 300 juta - Rp 400 juta. Usahanya pun lulus dari pantauan JNE pusat. “Kami dulu masuk tiga besar agen JNE di Jakarta Selatan. Dulu lagi ramai-ramainya tuh. Perdagangan daring lewat Blackberry Messenger (BBM). Belum ada marketplace. Penjual bayar langsung ongkos kirim lewat kami,” terang Ripqi.

Ripqi membuka layanannya hingga pukul 00.00 karena melihat kebutuhan masyarakat di sana. Kala itu, masih jarang agen buka hingga larut malam. Untuk itu, ia membagi shift pegawai.

“Jam buka sampai malam itu membantu banget. Saya pernah disuruh mengirim dokumen warisan keluarga oleh om saya. Dia hubungi pukul 21.00. Harus segera dikirim. Untung JNE Kampung Kandang buka sampai malam. Kalau enggak, susah juga,” cerita Syifaunsyah, salah seorang pelanggan agen JNE Kampung Kandang.

Ketika bisnisnya stabil, Ripqi membuka agen lain di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, bersama sang adik, Harry Darmawan. Omzet tempat itu juga besar. Namun, belum sampai setahun, usahanya harus berpindah sebab pemilik tempat yang Ripqi sewa ingin memugar bangunannya menjadi apartemen.

Ripqi memindahkan usahanya ke kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Usahanya di sana juga berkembang karena pemilihan tempat dan siasat pelayanan yang tepat.

Terakhir, Ripqi membuka agen di Jalan Durian, Jagakarsa, pada 2016. Tadinya agen ini milik kenalannya, tapi tak laku. Ia mengambil-alih usaha tersebut hingga bertahan sampai sekarang.

Ripqi meyakini pelayanan merupakan kata kunci bagi bisnis jasa ekspedisi. “Yang namanya jasa, kita tekankan pelayanan. Ujung tombaknya pegawai agen yang langsung bertemu dengan pengguna. Ada komplain-komplain dari pengguna, dan sebagainya, ya kita harus layani. Misal soal paketnya belum sampai atau hilang, kita bantu telusuri,” bebernya.

Selain menekankan betul hal itu ke pegawai-pegawainya. Ia juga memberi contoh langsung dengan turun bersama pegawainya melayani pengguna. Ripqi mengaku terbantu dengan perkembangan teknologi dari JNE Pusat. Salah satunya pelacakan barang dalam fitur MY JNE.

Melalui fitur itu, pengguna dan agen tinggal memasukkan kode pengiriman di situs. Setelahnya, akan muncul keterangan keberadaan paket kirimannya secara real time.

JNE juga menyiapkan call center untuk memudahkan pelanggan beroleh informasi lain dan menyampaikan keluhannya.

Ripqi menyadari agen lebih tahu seluk-beluk pengiriman daripada pelanggan. Karena itu, ia menggunakannya untuk membantu pelanggan. “Dulu, sebelum teknologi secanggih sekarang, kadang sistem tidak valid. Barang dianggap hilang oleh sistem, kami telusuri. Ternyata ketemu dua-tiga hari kemudian,” kenang Ripqi.

Selain ikut membantu pengguna mencari barangnya, Ripqi juga membuka layanan jemput barang ke pengguna. Ia tak mau sekadar menunggu bola datang. Ripqi akan mengirim kurir ke tempat pengguna untuk mengambil paket dengan jumlah minimal tertentu.

Dengan layanan itu, Ripqi berhasil menjaring pelanggan yang letaknya jauh dari tempat usahanya. Padahal, di sekitar tempat pelanggan tersebut ada banyak agen ekspedisi.

“Sekali lagi pelayanan. Kalau pelayanan kita baik sih, Insya Allah, customer tetap ke kita,” ujar Ripqi.

Baca juga:

Supir Ekspedisi Negeri Aing Tetap Tangguh Kirim Barang Walau Pandemi

Bersiasat dalam Koridor Nilai

JNE

Ricky Ferdian (kiri) dan Ripqi Hidayat (kanan) menunggu pengiriman. (Foto: MerahPutih.com/Febrian Adi)

Sebagai entitas bisnis, JNE Pusat punya empat nilai yang melandasi gerak usahanya, seperti tersua dalam situsnya, yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab, dan visioner

Ripqi mencoba meneruskan nilai-nilai tersebut ke usahanya. Ia memandang keempat nilai tersebut juga diajarkan keluarganya melalui tradisi kebudayaan yang melingkupi hidupnya.

Jika ada masalah dengan pengiriman dan pengguna komplain, Ripqi berupaya menjelaskan apa adanya. Ia tak mau menutup-nutupi masalah tersebut. Dengan begitu, pengguna merasa dihargai. Ripqi memandang pengguna bukan sekadar angka statistik yang digunakan hanya untuk mencapai keuntungan ekonomi. Ia menganggap pengguna yang datang sebagai sebagai tamu yang harus dihormati.

“Nilai budaya yang berkembang dalam keluarga kami salah satunya memuliakan tamu. Saling mengakrabkan diri,” ujar Ripqi.

Di sini Ripqi melihat kebudayaan mendukung perputaran roda bisnis. Karena itu, Ripqi meminta pegawainya membangun keakraban dengan pengguna. Misalnya dengan mengobrol-ngobrol ringan seputar usaha yang dijalani pengguna dan paket kirimannya.

Namun, jika ada pelanggan yang kurang bersemangat mengobrol, pegawai tak akan melanjutkannya. “Kalau ada pengguna yang mau, ya kami ajak ngobrol. Bercanda-bercanda. Sering itu. Kalau yang enggak mau, ya enggak kami terusin,” tutur Yunus, salah seorang pegawai Ripqi.

Ripqi percaya keakraban dengan pengguna akan membawa keuntungan berlipat. Bukan hanya dari segi finansial, melainkan juga hubungan sosial dan kultural.

“Ada pegawai di sini yang akhirnya menikah dengan pengguna. Mulanya dia menjemput barang ke tempat pengguna, terjalin keakraban, saling jatuh cinta, lalu menikah,” ungkap Ripqi.

Dari penerapan nilai budaya itu, pegawai terpacu melayani pengguna lebih daripada yang mereka butuhkan. Hasilnya beberapa pengguna tak segan mengungkap rasa terima kasihnya. “Mereka mengirim bingkisan saat hari raya kepada kami atau malah memberikan voucer diskon produknya,” tambah Harry Darmawan.

Sementara itu, bagi pegawai agen, dorongan mengakrabkan diri ke pengguna berpengaruh terhadap pengembangan kemampuan bersosialisasinya. "Dulu saya introvert banget. Setelah bekerja di sini, saya malah jadi ekstrovert. Karena harus bersosialisasi, mengobrol. Hehehe," sahut Ricky.

Sedikit-Sedikit Pengalaman Pahit

Tak hanya cerita manis, Ripqi juga berbagi sedikit soal pengalaman pahit menjalani bisnis agen ekspedisi. “Pernah suatu hari pengguna marah-marah, menggebrak meja, bahkan nyaris memukul karyawan. Paketnya nyangkut,” terang Ripqi.

Namun, pegawai yang jaga saat itu menahan diri. Ia berupaya mendengarkan semua kekesalan pengguna. Lalu membantu melacak paketnya. “Padahal paket itu, setelah di-drop dari agen ke JNE pusat, menjadi tanggung jawab pusat. Tapi karena kami ujung tombak, ya kami ikut bantu,” ungkap Ricky.

Beberapa hari kemudian, paket pengguna tersebut tiba di tangan penerima. Pengguna itu lantas minta maaf. Ia sekarang malah jadi salah satu pelanggan JNE.

Ripqi mengenang masa pahit lainnya ketika awal perkembangan industri kreatif melalui perdagangan-el (e-commerce) di lokapasar (marketplace) sekira pada 2016.

“Pengirim tak lagi bayar langsung ke kami, para agen, tapi ke pusat. Platform e-commerce dan pusat punya kesepakatan pembayaran. Kami dapat komisi saja,” terang Ripqi.

Skema itu, menurut Ripqi, memang sempat mengurangi pendapatan agen. Namun, Ripqi melihat skema itu juga mendorong pertumbuhan penggunaan jasa ekspedisi secara luas.

Idham Azka, Head of Mass Media Relations of JNE pada 2016 mengatakan pertumbuhan perdagangan-el membuka kesempatan bagi perusahaan logistik untuk berkontribusi dalam pengiriman. “Penguatan bisnis di industri kreatif menjadi daya dorong yang yang baik secara bisnis di segmen logistik,” katanya, seperti terekam dalam Kominfo.go.id (9/2/2016).

Selain keputusan pusat, Ripqi menilai kebijakan pemerintah ikut berpengaruh terhadap pendapatan agen. Contohnya tentang pajak, ekspor-impor, bea-cukai, dan sebagainya.

Jika kebijakan itu merugikan pebisnis lokal atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi pengguna tetap jasa ekspedisi, usaha agen Ripqi juga akan ikut kena pahitnya.

Meski begitu, Ripqi tak mau menyalahkan keadaan. Ia justru melihat kebijakan makro dari pusat dan pemerintah jadi tantangan bagi para agen untuk bersiasat mencari pengguna dan mempertahankan loyalitas mereka. Ripqi optimistis agen punya siasat kreatif masing-masing setelah melihat potensi sekitar dan pertumbuhan ekspedisi.

“Potensi itu ada karena luas Indonesia dan jaringan dari JNE di tiap provinsi. Jadi, saya berpikir, sampai kapan pun, karena kita provinsinya banyak, jadi masih besar potensi ekspedisi,” tutup Ripqi.

Ripqi yakin usaha agen ekspedisi akan terus berkembang selama agen punya kreativitas.(far)

Baca juga:

Kurir Ekspedisi akan Sibuk Pada Periode Natal dan Tahun Baru

#JNE ##Connectinghappiness ##JNE33Tahun ##GasssTerusSemangatKreativitasnya ##JNEContentCompetition2024 #Bisnis #Jasa Ekspedisi
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Dunia
Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Penunjukan Ternus menjadi sinyal bahwa Apple mencari diferensiasi dalam produknya.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
 Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Dunia
Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Apple menunjuk John Ternus sebagai chief executive officer (CEO) baru untuk menggantikan Tim Cook yang mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
  Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Indonesia
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Perubahan direksi ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Indonesia
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Olahraga
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Marcus Rashford menarik Rp 193 miliar dari bisnisnya, menjelang ia meninggalkan Manchester United.
Soffi Amira - Jumat, 20 Februari 2026
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Indonesia
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Bagikan