Menhub: Tidak Ada Larangan Truk, Hanya Pembatasan Operasional Demi Kelancaran Lebaran 2025
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. (ANTARA/HO-Humas Kemenhub)
Merahputih.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa selama masa Angkutan Lebaran 2025/1446 Hijriah, truk tidak dilarang beroperasi, melainkan hanya dikenakan pembatasan operasional.
Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan meningkatkan keselamatan di jalan raya.
“Aturan pembatasan ini dibuat dengan mempertimbangkan aspek pelayanan kepada seluruh masyarakat. Tidak ada pelarangan angkutan barang. Jadi angkutan barang dan arus mudik bisa berjalan beriringan,” kata Menhub, Selasa (18/3).
Baca juga:
Tiga Polisi Tewas Ditembak di Bagian Kepala Saat Gerebek Sabung Ayam di Lampung
Menhub menjelaskan bahwa pembatasan operasional angkutan barang diberlakukan untuk menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Meskipun demikian, ia menekankan bahwa pembatasan ini tidak berarti larangan total terhadap pengoperasian angkutan barang. Truk tetap dapat beroperasi dengan mematuhi beberapa ketentuan.
Baca juga:
Lirik Lagu 'Yellow' TREASURE, Menandakan Comeback ke Industri Musik
"Aturan pembatasan ini dirancang untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Tidak ada larangan bagi angkutan barang. Dengan demikian, angkutan barang dan arus mudik dapat berjalan beriringan," ujar Menhub di Jakarta, Senin.
Pembatasan operasional dilakukan dengan mengatur waktu operasional untuk mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, serta mobil barang yang mengangkut hasil galian, tambang, dan bahan bangunan.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Pencurian Baut Rel di Blitar, KAI: Ancaman Serius Keselamatan Penumpang
KAI Hemat Duit Puluhan Juta saat Angkutan Nataru 2026, Terapkan Teknologi Face Recognition yang Juga Ramah Lingkungan
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Lebih daripada 800 Ribu Orang Datang ke Jakarta setelah Libur Nataru, Datang Naik KA Jarak Jauh
Penjualan Tiket KAI saat Nataru 2025/2026 Tembus 4,17 Juta, ini 10 Stasiun Kereta Paling Favorit
Arus Balik Nataru 2026, KAI Catat Penjualan Tiket Tembus 4 Juta, Melonjak Ketimbang Periode Lalu
51 Ribu Lebih Penumpang Kereta Jarak Jauh Tiba di Jakarta, Sabtu (3/1), Jelang Puncak Arus Balik Nataru 2026
Penumpang KAI Tembus 3,9 Juta Selama Periode Nataru 2026, KA Joglosemarkerto Relasi Solo-Semarang Jadi Primadona
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur