Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

8 Negara OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Untuk Atasi Krisis

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 06 April 2026
8 Negara OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Untuk Atasi Krisis

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/REUTERS/Nick Oxford)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kenaikan harga minyak dunia telah mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diberbagai negara, akibat berkurangnya pasokan dari Timut Tengah.

Delapan negara OPEC+ yang menerapkan pemangkasan produksi minyak secara sukarela, sepakat menaikkan batas gabungan produksi minyak mereka sebesar 206.000 barel per hari (bpd) pada Mei 2026 dibandingkan level April.

Delapan negara OPEC+ tersebut adalah Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman.

"Dalam komitmen kolektif mereka untuk mendukung stabilitas pasar minyak, delapan negara peserta memutuskan untuk menerapkan penyesuaian produksi sebesar 206 ribu barel per hari dari penyesuaian sukarela tambahan sebesar 1,65 juta barel per hari yang diumumkan pada April 2023," tulis penyataan organisasi tersebut,

Baca juga:

Jokowi Beri Perintah Relawan Gibran Tidak Bikin Gaduh, Harga Minyak Lagi Tinggi

Ia mengatakan, dalam komitmen bersama untuk mendukung stabilitas pasar minyak, delapan negara peserta memutuskan untuk menerapkan penyesuaian produksi sebesar 206 ribu barel per hari dari tambahan penyesuaian sukarela sebesar 1,65 juta barel per hari yang diumumkan pada April 2023.

"Penyesuaian ini akan diterapkan pada Mei 2026 sebagaimana perincian berikut," katanya.

Rusia akan dapat meningkatkan produksi minyak sebesar 62 ribu barel per hari pada Mei dari tingkat April, mencapai 9,699 juta barel per hari, kata OPEC.

Pada April, produksi maksimum yang diizinkan untuk Rusia berada di angka 9,637 juta barel per hari, tambahnya.

Kuwait diizinkan untuk meningkatkan produksi sebesar 26 ribu barel per hari menjadi 2,612 juta barel per hari, sementara Oman dapat meningkatkan produksi sebesar 5 ribu barel per hari menjadi 821 ribu barel per hari, kata OPEC.

Pada April, batas produksi masing-masing adalah 2,596 juta barel per hari dan 816 ribu barel per hari, menurut pernyataan tersebut.

Arab Saudi diizinkan untuk meningkatkan produksi menjadi 10,228 juta barel per hari, UEA menjadi 3,447 juta barel per hari, dan Irak menjadi 4,326 juta barel per hari, kata organisasi tersebut.

Kazakhstan dapat meningkatkan produksi sebesar 10 ribu barel per hari menjadi 1,589 juta barel per hari, sementara Aljazair dapat meningkatkan produksi sebesar 6 ribu barel per hari menjadi 983 ribu barel per hari, menurut data OPEC.

OPEC adalah singkatan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries atau Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi. Didirikan pada 14 September 1960 di Bagdad, Irak, organisasi ini bertujuan mengatur produksi dan harga minyak dunia untuk kepentingan negara anggota. Indonesia sempat menjadi anggota pada 1962, namun keluar pada tahun 2016.

Delapan negara OPEC+ yang menerapkan pemangkasan produksi minyak secara sukarela, sepakat menaikkan batas gabungan produksi minyak mereka sebesar 206.000 barel per hari (bpd) pada Mei 2026 dibandingkan level April, kata OPEC pada Minggu (5/4).

Delapan negara OPEC+ tersebut adalah Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman.

"Dalam komitmen kolektif mereka untuk mendukung stabilitas pasar minyak, delapan negara peserta memutuskan untuk menerapkan penyesuaian produksi sebesar 206 ribu barel per hari dari penyesuaian sukarela tambahan sebesar 1,65 juta barel per hari yang diumumkan pada April 2023," menurut pernyataan itu.

“Dalam komitmen bersama untuk mendukung stabilitas pasar minyak, delapan negara peserta memutuskan untuk menerapkan penyesuaian produksi sebesar 206 ribu barel per hari dari tambahan penyesuaian sukarela sebesar 1,65 juta barel per hari yang diumumkan pada April 2023," demikian pernyataan tersebut.

"Penyesuaian ini akan diterapkan pada Mei 2026 sebagaimana perincian berikut," katanya.

Rusia akan dapat meningkatkan produksi minyak sebesar 62 ribu barel per hari pada Mei dari tingkat April, mencapai 9,699 juta barel per hari, kata OPEC.

Pada April, produksi maksimum yang diizinkan untuk Rusia berada di angka 9,637 juta barel per hari, tambahnya.

Kuwait diizinkan untuk meningkatkan produksi sebesar 26 ribu barel per hari menjadi 2,612 juta barel per hari, sementara Oman dapat meningkatkan produksi sebesar 5 ribu barel per hari menjadi 821 ribu barel per hari, kata OPEC.

Pada April, batas produksi masing-masing adalah 2,596 juta barel per hari dan 816 ribu barel per hari, menurut pernyataan tersebut.

Arab Saudi diizinkan untuk meningkatkan produksi menjadi 10,228 juta barel per hari, UEA menjadi 3,447 juta barel per hari, dan Irak menjadi 4,326 juta barel per hari, kata organisasi tersebut.

Kazakhstan dapat meningkatkan produksi sebesar 10 ribu barel per hari menjadi 1,589 juta barel per hari, sementara Aljazair dapat meningkatkan produksi sebesar 6 ribu barel per hari menjadi 983 ribu barel per hari, menurut data OPEC. Pertemuan OPEC+ berikutnya dijadwalkan pada 3 Mei 2026. (*)

#OPEC #Harga Minyak Dunia #Harga BBM
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Menteri Bahlil Kasih Sinyal BBM Nonsubsidi Bakal Turun Harga
Selain membahas harga BBM, Bahlil melaporkan hasil kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dari sejumlah negara kepada Presiden Prabowo Subianto
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
Menteri Bahlil Kasih Sinyal BBM Nonsubsidi Bakal Turun Harga
Indonesia
Bahlil Berikan Sinyal Penurunan BBM Nonsubsidi, Tapi Ada Syaratnya
Bahlil mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dengan sejumlah negara.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Bahlil Berikan Sinyal Penurunan BBM Nonsubsidi, Tapi Ada Syaratnya
Indonesia
Distribusi BBM di Sumatera Utara Bermasalah, Brimob Dikerahkan Jaga SPBU
Pengamanan itu dilaksanakan oleh personel Batalyon A Pelopor, Batalyon B Pelopor, dan Batalyon C Pelopor sebagai langkah preventif untuk memastikan proses distribusi dan pelayanan pengisian BBM berjalan lancar.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Distribusi BBM di Sumatera Utara Bermasalah, Brimob Dikerahkan Jaga SPBU
Indonesia
Harga BBM Khusus Nelayan Turun, Legislator Ingatkan Harus Tepat Sasaran
Kebijakan tersebut dinilai menjadi angin segar bagi para pelaku usaha perikanan, khususnya pemilik kapal berukuran 30 gross ton (GT) hingga 200 GT.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Harga BBM Khusus Nelayan Turun, Legislator Ingatkan Harus Tepat Sasaran
Indonesia
Pengusaha Kapal Ikan 30 Sampai 200 Gross Ton Dapat Harga BBM Khusus, Rp 15.000 Per Liter
Harga tersebut dihitung dari rata-rata biaya produksi solar dalam negeri sebesar Rp 18.600 per liter. Selisih sekitar Rp 3.600 per liter akan ditanggung melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Pengusaha Kapal Ikan 30 Sampai 200 Gross Ton Dapat Harga BBM Khusus, Rp 15.000 Per Liter
Dunia
IRGC Kembali Blokade Total Selat Hormuz dan Tembak Kapal Pelanggar, Rute Kapal Tanker Dunia Berubah Total
IRGC menuduh sejumlah kapal asing sengaja melintasi zona terlarang serta mengabaikan instruksi navigasi internasional
Angga Yudha Pratama - Minggu, 12 Juli 2026
IRGC Kembali Blokade Total Selat Hormuz dan Tembak Kapal Pelanggar, Rute Kapal Tanker Dunia Berubah Total
Indonesia
Harga Minyak Dunia Turun, Harga BBM Nonsubsidi Harus Diturunkan Juga
Harga BBM bersubsidi ditentukan berdasarkan kebijakan pemerintah karena melibatkan anggaran subsidi, sedangkan BBM nonsubsidi mengikuti dinamika pasar.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Harga Minyak Dunia Turun, Harga BBM Nonsubsidi Harus Diturunkan Juga
Indonesia
Kabar Baik! Menkeu Purbaya Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan, bahwa harga Pertamax berpotensi turun. Hal itu dikarenakan pergerakan harga minyak dunia.
Soffi Amira - Selasa, 23 Juni 2026
Kabar Baik! Menkeu Purbaya Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun
Indonesia
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
DPR minta pemerintah manfaatkan momentum perdamaian AS–Iran untuk menurunkan harga BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
Indonesia
DPR Tekankan Transparansi ESDM, Publik Berhak Nikmati Penurunan Harga BBM
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim minta pemerintah transparan soal harga BBM pasca MoU AS–Iran. Dorong kemandirian energi nasional agar Indonesia tak rentan gejolak global.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
DPR Tekankan Transparansi ESDM, Publik Berhak Nikmati Penurunan Harga BBM
Bagikan