MerahPutih.com - Pemerintah Kota Bandung ingin mempermudah warga Kota Bandung memperoleh akses keuangan, agar masyarakat segera pulih dari dampak COVID-19 yang selama 2 tahun ini melanda Indonesia.
Pemerintah Kota Bandung melakukan sejumlah langkah terobosan, melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan meluncurkan ada 6 program yang dapat diakses warga.
Baca Juga:
Peluncuran Bulan Fintech Nasional, Fokus pada Layanan Keuangan Digital
Enam program TPAKD yakni Simpanan Pelajar, Kredit Usaha Rakyat, Bandung Melawan Rentenir, Program Bank Sampah (Kang Pisman), Buruan Sae dan Salapak Mircoshop.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap program yang digulirkan Pemkot Bandung membawa angin segar bagi warga pada bidang keuangan agar masyarakat lebih produktif dan meningkatkan peran dalam pembangunan ekonomi daerah.
"TPAKD sebagai forum Kordinasi antar instansi, menjadi peran vital mewujudkan keterbukaan akses keuangan bagi masyarakat,” katanya pada acara Rapat Pleno TPAKD Kota Bandung, Kamis (7/4).
Ia berharap, melalui TPAKD ini akan muncul terobosan baru yang lebih produktif dalam mengembangkan ekonomi dan lembaga jasa keuangan bisa berperan aktif dalam mendorong pembangunan daerah terutama menggali berbagai potensi ekonomi.
Kepala Ororitas Jasa Keuangan Regional ll Jawa Barat, Indarto Budiwitono menjamin warga Kota Bandung dapat memperoleh akses keuangan sesuai dengan kebutuhan.
Ia berharap, program yang direncanakan bisa mendorong lembaga jasa keuangan baik bank maupun non bank lebih meningkatkan perannya.
"Bisa terealisasi, kami yakin kuncinya memperluasan akses keuangan bagi masyarakat juga produk dan layanan keuangan digital," katanya.
Berikut penjelasan 6 program akses keuangan di Kota Bandung:
- Program Simpanan Pelajar, merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung agar pelajar memiliki simpanan dan menanamkan literasi keuangan sejak dini. Melalui simpanan pelajar ini, dapat mendorong pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024.
- Program Kredit Usaha Rakyat. Program ini dapat mendorong akses pembiayaan bagi pelaku usaha dalam upaya pemilihan ekonomi akibat dampak pandemi COVID-19.
- Bandung Melawan Rentenir. Ini meliputi pengumpul data dsn informasi, verifikasi koperasi ilegal, san dukungan legal juga sosial kepada masyarakat yang terjerat rentenir.
- Program Bank Sampah (Kang Pisman). Didorong untuk diimplementasikan di sekolah sehingga pelajar dapat sejak dini peduli kepada lingkungan san mandiri dalam keuangan dengan cara menabung.
- Buruan Sae. Mengoptimalisasi pemasaran produk segar dan olahan dari program ini melalui jejaring media online maupun ofline. Hal ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam mendukung program Ketahan pangan.
- Salapak Microshop. Merupakan sarana layanan pemasaran produk koperasi dan UMKM yang menjabarkan produk unggulan para pelaku usaha. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga:
Pemerintah Janjikan Layanan Keuangan Formal di Daerah Tertinggal
Baca Juga: