6,9 Juta Kendaraan Diprediksi Melintas Tol Saat Mudik, Rest Area Jadi Sorotan
Sejumlah kendaraan pemudik berplat luar kota saat berparkir di Res Area Tol KM 487 A Bale Nglaras Boyolali. ANTARA/Alosius JarotNungroho.
Merahputih.com - Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dari unsur masyarakat, Tulus Abadi, menekankan pentingnya perhatian terhadap kepadatan di rest area jalan tol. Kepadatan ini sering kali menjadi penyebab kemacetan pada musim mudik Lebaran.
Tulus Abadi mengimbau pengelola rest area untuk meningkatkan kualitas pelayanan selama musim mudik Lebaran. Pihak berwenang juga perlu mengantisipasi kepadatan di rest area jalan tol selama periode tersebut.
"Di luar musim mudik Lebaran, pelayanan di rest area sudah berjalan. Namun, pada musim mudik, peningkatan pelayanan sangat diperlukan," ujar Tulus, Jumat (13/3).
Baca juga:
Arus Mudik ke Bali Dihentikan Saat 28 Maret Karena Berbarengan Dengan Hari Raya Nyepi
Umumnya, pemudik mengunjungi rest area untuk menggunakan fasilitas toilet, masjid, atau beristirahat sambil makan. Oleh karena itu, pelayanan yang dibutuhkan pengguna jalan di rest area harus ditingkatkan. Misalnya, dengan menambah jumlah toilet untuk menghindari antrean panjang selama musim mudik Lebaran.
"Kami mengimbau pemudik untuk tidak berlama-lama di rest area, maksimal 30 menit, agar dapat bergantian dengan pengguna lain," kata Tulus.
Imbauan ini disampaikan karena rest area sering menjadi titik kemacetan di jalan tol saat musim mudik Lebaran. Kondisi ini disebabkan oleh antrean panjang kendaraan yang hendak masuk ke rest area, yang sering kali mengular hingga ke jalan tol utama.
Oleh karena itu, pihak kepolisian, badan usaha jalan tol, dan pengelola rest area perlu bekerja sama untuk mengelola kepadatan di rest area dan mencegah kemacetan di jalan tol.
Menurutnya, pengaturan keluar-masuk kendaraan ke rest area sangat penting. Meskipun pemudik membutuhkan rest area untuk beristirahat dan mencegah kelelahan, jika ingin beristirahat lebih lama, mereka disarankan untuk keluar dari jalan tol.
Baca juga:
Kuota Awal Ludes, Kadishub Jakarta Masih Rahasiakan Jumlah Bus Tambahan Mudik Gratis 2025
Sementara itu, Astra Infra, sebagai pengelola jalan tol, memproyeksikan sekitar 6,9 juta kendaraan akan melintasi jalan tol yang dikelolanya selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2025/Idul Fitri 1446 H.
Jutaan kendaraan tersebut akan melewati ruas tol yang dikelola, antara lain Tol Tangerang-Merak sepanjang 75,2 km dengan proyeksi 3,4 juta kendaraan, Tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8 km dengan proyeksi 2,3 juta kendaraan, dan Tol Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 km dengan proyeksi 1,2 juta kendaraan.
Proyeksi ini telah mempertimbangkan program pemerintah untuk meningkatkan kelancaran arus mudik dan arus balik, seperti kebijakan Work from Anywhere (WFA) dan cuti bersama.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Menag Minta Pengurus Masjid Berikan Layanan Bagi Para Pemudik Nataru dan Musafir
Pantau Mudik Nataru di Stasiun Gambir, AHY Ingatkan Keselamatan dan Kesiapan Operasional
Polri Prediksi Adanya Lonjakan Pergerakan Masyarakat saat Libur Nataru 2025/2026
Puncak Arus Mudik Nataru 2025/2026 Diprediksi 24 Desember, Ini Jadwal Arus Baliknya
Penjualan Tiket Kereta Nataru 2025/2026 Tembus 1,44 Juta, Rute Jakarta–Surabaya Paling Banyak Dipesan
Masyarakat Bisa Nikmati Mudik Gratis Nataru 2025/2026, Begini Cara Mendaftarnya
Mudik Gratis Nataru 2025/2026 dari Kemenhub Bakal Ada Kirim Motor Tanpa Biaya, Catat Lokasi Tujuannya
Pakai Drone Thermal, Rata-Rata Respons Situasi Darurat Basarnas 2 Kali Lebih Cepat Jadi 15,7 Menit
Legislator Gerindra Sebut WFA Jadi Salah Satu Teroboson Urai Puncak Saat Arus Mudik
Polisi Jerat Petugas Palang Pintu Kereta Api Akibatkan Kecelakaan 4 Pemudik Tewas