Hari Pangan Sedunia

5 Olahan Makanan yang Mulanya Dibuat dari Bahan Sisa

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 16 Oktober 2019
5 Olahan Makanan yang Mulanya Dibuat dari Bahan Sisa

5 olahan makanan ini ternyata awalnya terbuat dari bahan sisa (Foto: Pixabay/igorovsyannykov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH enggak sih kebingungan saat makanan di meja masih tersisa tapi semua orang udah kenyang? Jangan dibuang gengz. Mubazir! Mending disimpan untuk esok hari dijadikan makanan daur ulang. Memang bisa?

Enggak cuma mengolah sisa makanan, di beberapa negara maju bahkan sedang berkembang mengolah makanan dari bahan sisa memasak, atau dikenal dengan istilah food wasting. Jadi, enggak ada bahan makanan terbuang. Selain bisa berhemat, tentu cara itu membantu mengurangi masalah kerentanan pangan.

Baca juga:

Hindari Memboroskan Bahan Makanan, Sayuran Layu masih Layak Konsumsi Loh

Kalau kamu masih bingung apa bisa mendaur ulang sisa bahan makanan atau malah sisa makanan, berikut merahputih.com sajikan contoh beberapa hidangan populer nan semula dibuat dari sisa bahan memasak atau sisa makanan. Mungkin satu di antaranya makanan kegemaranmu!

1. Nasi Goreng

Nasi Goreng Bahan Sisa
Nasi goreng, solusi nasi yang tidak habis di rumah (Foto: Pixabay/jonathanvalencia5)

Ingat Barack Obama, pasti ingat teriakan "Nasi Goreng!". Ya, sajian berbahan dasar nasi, bawan putih dan merah, di beberapa tempat menggunakan kecap, dan telur mata sapi, sangat digemari Presiden ke-44 Amerika Serikat itu.

Nasi goreng menjadi menu paling populer di Indonesia. Jelang sore, biasanya penjaja menggunakan gerobak sudah berkeliling menjual nasi goreng. Meski kini jadi menu utama, namun tahukah kamu kalau nasi goreng di masa lalu merupakan menu alternatif.

Nasi goreng, catat Gloria Bley Miller pada The Thousand Recipe Chinese Cook Book, telah ada di masa Dinasti Sui (589-618 M), dari kota Yangzhou, Provinsi Jiangsu Timur.

Nasi goreng, lanjut Bley Miller, merupakan menu serbaguna, berbahan nasi, bawang, kecap, terkadang telur, dan hampir semuanya merupakan bahan sisa. Menu itu lahir dari kebiasaan orang Tiongkok menolak makanan dingin namun juga tak mau membuang makanan. Alhasil, makanan sisa itu pun kemudian dimasak kembali dan ditambah beberapa bumbu sehingga kembali hangat dan siap disantap.

Saat ini, khusus di Indonesia, nasi goreng seakan jadi menu nasional. Tiap kota-kota besar bisa ditemukan penjaja nasi goreng dengan berbagai varian dan kekhasannya

2. Batagor

Batagor Olahan Makanan
Siapa sangka asal muasal batagor dari bakso yang awalnya tidak laku (Foto: Cookpad)

Batagor atau akronim Bakso Tahu Goreng banyak dijumpai di kota-kota besar sebagai kudapan siang atau sore hari. Kuliner nan semula populer di kota Bandung, Jawa Barat, memang membuat siapa saja meleleh liurnya melihat bulatan tak beraturan berbahan dasar tepung tapioka, tahu, serta campuran ikan dan udang, dibalur saus kacang, kecap, dan air perasan jeruk nipis. Nyam!

Namun, di balik kelezatannya, siapa sangka Batagor lahir dari ketidaksengajaan pedagang bakso. Tukang bakso biasa berjualan keliling di seputar Jalan Kopo, Bandung, 1973, menurut Murdijati Gardjito dalam Makanan Tradisional Indonesia seri 3, mencoba cari akal ketika dagangannya, bakso dan tahu, tak laku. Ia kemudian menggoreng sisa bakso dan tahu, lalu membagikannya kepada tetangganya.

Di luar dugaan, tetangganya menyukai dan meminta lagi. Seiring dengan tingginya permintaan, tukang bakso itu lalu banting setir menjual makanan kreasinya nan kemudian dinamakan batagor.

Dari ketidaksengajaan tukang bakso, batagor lalu hadir dan menyebar dari kota Bandung sampai ke berbagai daerah di Indonesia. Mau nambah sepiring batagor lagi?

3. Rengginang

Rengginang Makanan Sisa
Rengginang, cemilan dari olahan nasi sisa yang dijemur (Foto: Cookpad)

Tidak asing lagi bagi pecinta kerupuk atau camilan, ternyata rengginan juga merupakan olahan dari bahan sisa. Pembuatannya menggunakan nasi sisa yang dijemur hingga kering yang kemudian digoreng seperti kerupuk pada umumnya. Saat ini rengginang pun masih banyak rumah tangga yang mengolahnya sendiri. Di samping itu menjadi penghasilan bagi sebagian orang.

Baca juga:

Begini Cara Tepat Menyimpan Makanan Berlebih

4. Ramen

Ramen Food Wasting
Siapa sangka ramen ternyata awalnya memanfaatkan sisa bahan masakan yang ada (Foto: Pixabay/p750010)

Ramen, salah satu makanan yang terkenal dari Jepang ini ternyata mulanya merupakan olahan yang terbuat dari bahan sisa.

Ramen aslinya berasal dari Tiongkok (lamian), namun pada saat perang dunia II, tentara jepang mulai melirik ramen karena pengolahannya untuk mencegah pembuangan bahan makanan. Dari situ ramen diolah menggunakan untuk bahan sisa makanan lain. Dengan alasan yang sama yakni agar tidak terbuang sia-sia.

5. Pizza

Toping Pizza
Pizza pun awalnya merupakan olahan dengan toping dar bahan sisa (Foto: Pixabay/igorovsyannykov)

Makanan khas Italia ini tentu tidak asing lagi bagi orang Indonesia, apalagi saat ini banyak toko makanan yang menyajikan pizza sebagai menu makanannya.

Pada awalnya pizza merupakan makanan untuk kalangan kurang mampu. Pada awalnya toping yang digunakan menggunakan bahan sisa, seperti ikan dan tomat. Pizza berubah menjadi makanan 'mewah' setelah berbagai toping ditambahkan.

Dari situ toping pizza yang awalnya hanya berupa garam, ragi, minyak zaitun dan dari bahan sisa lainnya, akhirnya ditambahkan bahan lain seperti saus tomat, daun basil hingga keju untuk merepresentasikan bendera Italia, yaitu merah putih dan hijau. (Jhn)

Baca juga:

4 Tips Menyimpan Makanan di Kulkas agar Tahan Lama

#Hari Pangan Sedunia #Lampu Kuning Oktober #Food Combining #Stok Pangan #Nasi Goreng #Pizza #Ramen #Batagor
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Cadangan Beras Capai 5,36 Juta Ton, 2,8 Juta Ton Dierap dari Petani di 2025
Bulog memiliki sarana dan prasarana yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gudang, jaringan logistik, hingga fasilitas pengolahan gabah dan beras.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Cadangan Beras Capai 5,36 Juta Ton, 2,8 Juta Ton Dierap dari Petani di 2025
Indonesia
Pemprov DKI Jaga Harga Pangan Jelang Idul Adha 2026, Warga Diminta tak Panic Buying
Pemprov DKI memantau harga pangan menjelang Idul Adha 2026. Warga pun diminta tak panic buying.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Pemprov DKI Jaga Harga Pangan Jelang Idul Adha 2026, Warga Diminta tak Panic Buying
Indonesia
Bulog Tebar 828.000 Ton Beras SPHP, Jaga Harga Pasar Tetap di Bawah Rp 13.500 per Kg
Beras SPHP dikemas dalam ukuran 5 kilogram dengan kualitas medium sesuai standar pemerintah, dan kini juga disiapkan dalam kemasan 2 kilogram.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026
Bulog Tebar 828.000 Ton Beras SPHP, Jaga Harga Pasar Tetap di Bawah Rp 13.500 per Kg
Indonesia
Kisah Ketahanan Pangan dari Kebun SD Kanisius Pucangsawit, Solo
Bapak dan ibu guru bersama siswa bersama-sama menjalankan kebun sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Kisah Ketahanan Pangan dari Kebun SD Kanisius Pucangsawit, Solo
Indonesia
Antisipasi Dinamika Global, Pemprov DKI Tambah Pasokan Sapi Bulan Depan
Selain daging sapi, Dharma Jaya juga memastikan ketersediaan protein hewani lainnya, seperti ayam, melalui kerja sama antardaerah.
Dwi Astarini - Senin, 27 April 2026
Antisipasi Dinamika Global, Pemprov DKI Tambah Pasokan Sapi Bulan Depan
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Stok MinyaKita Aman, Fokus Distribusi ke Pasar Rakyat
Pemprov DKI Jakarta memastikan, pasokan MinyaKita aman. Selain itu, harga minyak goreng di pasar tradisional dan modern pun tetap dipantau.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
Pemprov DKI Pastikan Stok MinyaKita Aman, Fokus Distribusi ke Pasar Rakyat
Indonesia
Update Harga Pangan 23 April 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp66 Ribu, Beras Super dan Daging Sapi Kompak Ikut-ikutan Naik
Komoditas pokok seperti beras juga tidak luput dari kenaikan. Beras kualitas super I saat ini mencapai Rp17.350 per kg, sedangkan kualitas medium I berada di angka Rp16.100 per kg
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 April 2026
Update Harga Pangan 23 April 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp66 Ribu, Beras Super dan Daging Sapi Kompak Ikut-ikutan Naik
Indonesia
Update Harga Pangan Nasional Terbaru 21 April 2026: Cabai Rawit Merah 'Meledak' Nyaris Rp 90 Ribu, Daging Sapi Kualitas Wahid Dekati Rp 150 Ribu
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah menyentuh angka Rp89.650 per kilogram (kg).
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 April 2026
Update Harga Pangan Nasional Terbaru 21 April 2026: Cabai Rawit Merah 'Meledak' Nyaris Rp 90 Ribu, Daging Sapi Kualitas Wahid Dekati Rp 150 Ribu
Indonesia
Stok Pangan Indonesia Diprediksi Surplus Jelang El Nino ‘Godzilla’, Jagung hingga Daging Ayam Aman
Bapanas proyeksikan pangan RI surplus hingga Mei 2026. Jagung, gula, telur, dan daging ayam melimpah, harga tetap stabil di tengah ancaman El Nino.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 April 2026
Stok Pangan Indonesia Diprediksi Surplus Jelang El Nino ‘Godzilla’, Jagung hingga Daging Ayam Aman
Indonesia
Punya Stok 4,6 Juta Ton Pangan, Mentan Anggap Indonesia Aman Dari Goncangan Global
Dengan capaian tersebut, pemerintah menilai kondisi cadangan beras nasional sangat kuat dan mampu menjaga stabilitas pasokan serta harga di tengah ketidakpastian global
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Punya Stok 4,6 Juta Ton Pangan, Mentan Anggap Indonesia Aman Dari Goncangan Global
Bagikan