Kesehatan

5 Makanan untuk Umur Panjang

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 09 Agustus 2021
5 Makanan untuk Umur Panjang

Lima jenis makanan untuk umur panjang.(Unsplash/Brooke Lark)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MAKANAN yang kamu asup bisa menentukan kualitas kesehatanmu. Pilihan makanan yang tepat, istirahat yang cukup, dan berolahraga secara teratur telah lama disarankan sebagai kunci kesehatan prima dan umur yang panjang.

Beberapa jenis makanan bahkan dipercaya punya andil dalam memberikan umur yang panjang. Kandungan nutrisi baik di dalam bahan makanan tersebut berkontribusi pada tubuh yang sehat.

BACA JUGA:

Tidur Awal Baik Menjaga Imun Tubuh


1. Cabai

cabai
Makan cabai mengurangi 13 persen risiko kematian. (Unsplash Alexander Schimmeck)


Dapat dikatakan cabai sangat baik untuk kesehatan jantung kita. Studi jurnal PLOS One menemukan orang yang mengonsumsi cabai merah secara teratur memiliki risiko 13 persen lebih rendah untuk meninggal daripada orang yang tidak mengonsumsinya.


Selain dapat membuat umur panjang, cabai dapat memelihara kesehatan pencernaan. Kok bisa ya? Tentu saja bisa jika dikonsumsi secukupnya. Jadi ketika capsaicin ini masuk ke pencernaan, saraf pencernaan akan menghasilkan anadamide yang dipercaya menimbulkan rasa senang.


2. Ikan

ikan
Ikan kaya akan omega-3. (Unsplash Jakub Kapusnak)

Ikan memiliki omega 3 yang sehat untuk tubuh. Kandungan itu mampu memerangi peradangan dan juga dapat melindungi jantung serta otak. Beberapa penelitian menunjukkan orang mengonsumsi 2 porsi ikan setiap minggu itu dapat menurunkan 33% risiko kematian akibat serangan jantung mendadak.


Tak hanya untuk umur panjang, ternyata ikan dapat berguna untuk kesehatan mental. Ikan dikenal dapat mencegah dan mengatasi depresi. Asam lemak omega 3 dalam ikan dapat melawan gejala depresi dan mampu meningkatkan efektivitas obat antidepresan.

3. Cokelat

cokelat
Cokelat bisa bikin umur panjang. (Unsplash Charisse Kenion)


Penelitian Journal of Heart menunjukkan orang yang makan cokelat sebanyak setengah sampai tiga setengah ons per harinya 25% lebih rendah terkena penyakit stroke. Flavonoid pada cokelat ini dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah yang dapat menurunkan tekanan dan pembekuan darah. Cokelat hitam memiliki banyak flavonoid serta gula yang sedikit.


Cokelat dapat mengendalikan nafsu makan kita. Dalam sebuah studi disebutkan cokelat dapat memberikan efek kenyang sehingga membuat kita dapat mengurangi keinginan mengonsumsi camilan yang memicu bertambahnya berat badan.

4. Gandum

gandum
Tujuh porsi gandum utuh memperbesar kemungkinan terhindar penyakit.(Unsplash Evi Radauscher)

Sebuah studi menyebut makan 7 porsi gandum utuh setiap harinya memperbesar kemungkinan terhindar dari penyakit apa pun. Gandum juga memiliki fungsi lain seperti mengurangi risiko kanker, diabetes tipe 2, penyakit jantung, obesitas, serta gangguan pernapasan.

Makan gandum utuh setiap harinya dapat mencegah sekaligus mengatasi sembelit, mampu mendukung sistem pencernaan menghilangkan bakteri jahat di usus, mengurangi peradangan kronis, serta mengurangi risiko terkena kanker usus besar.

5. Kacang tanah

kacang-kacangan
Cocok untuk membantu menurunkan berat badan. (Unsplash Maddi Bazzocco)

Orang yang mengonsumsi kacang 2 sampai 4 kali per minggunya memiliki 13% lebih tinggi berkesempatan berumur panjang. Berdasarkan studi dari New England of Medicine, ditemukan jika mengonsumsi sekurang-kurangnya 1 ons kacang-kacangan memiliki 20% risiko yang lebih rendah terkena penyakit kanker, jantung, dan masalah pernapasan.

Kacang juga cocok sebagai makanan diet karena kacang dapat membantu menurunkan berat badan. Jurnal Nutrition Research menyebutkan konsumsi kacang tanah dapat membantu menjaga berat badan serta mengurangi risiko obesitas.(Mic)

#Kuliner #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan