5 Makanan untuk Meningkatkan Memori

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 15 Agustus 2022
5 Makanan untuk Meningkatkan Memori

Banyak orang yang mengalami penyakit ingatan. (Foto: Pexels/Brett Sayles)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DAYA ingat setiap orang berbeda-beda. Sebagian orang mungkin sulit untuk mengingat suatu kejadian yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini juga terjadi tidak pada usia-usia tertentu saja, namun untuk semua usia dan siapapun. Terlebih bagi pengidap penyakit Alzheimer, daya ingat mereka amat lemah.

Namun, bukan berarti kamu tidak bisa memiliki daya ingat yang baik. Menurut Alodokter, daya ingat bisa ditingkatkan dengan makanan tertentu. Bagi kamu yang sulit untuk mengingat, lima makanan ini membantu memperkuat memori kamu, antara lain:

Baca Juga:

Studi Baru Menunjukkan Minyak Zaitun Mampu Menurunkan Risiko Penyakit Jantung dan Alzheimer

1. Ikan

Salmon, tuna, dan ikan lainnya yang kaya akan asam lemak omega-3 yang menyehatkan jantung, termasuk DHA bisa membantu untuk meningkatkan memori kamu. Pada otak, DHA sangat penting untuk fungsi normal neuron. Tidak hanya meningkatkan memori, mengonsumsi ikan juga menjaga kemampuan mengingat yang kita miliki.

Memiliki daya ingat yang rendah juga bsia terjadi pada siapa saja. (Foto: Pexels/koolshooters)

2. Apokat

Apokat merupakan buah yang memiliki kandungan vitamin E dan kaya antioksidan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Morris dan juga rekan-rekannya yang diterbitkan dalam Archives of Neurology, makanan yang kaya akan vitamin E, termasuk apokat yang sebenarnya juga tinggi akan vitamin c, menurunkan risiko terkena penyakit alzheimer.

3. Kacang tanah dan selai kacang

Meskipun sama-sama tinggi lemak, kacang tanah dan selai kacang merupakan sumber lemak sehat. Di dalamnya juga terdapat kandungan vitamin E. Kedua makanan tersebut dapat membantu menjaga jantung dan otak agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik.

Baca Juga:

Baik bagi Orang Dewasa, Bahan Pangan Ini Tidak Penting untuk MPASI Si Kecil

4. Beri

Menurut penelitian pada 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Current Nutrition Reports, buah beri yang mengandung flavonoid, seperti blueberry dan anggur, bisa melindungi penurunan kognitif yang berkaitan dengan usia. Oleh karena itu, buah-buah tersebut sangat baik dikonsumsi apabila kamu ingin meningkatkan memori kamu.

Ada makanan yang bisa membantu meningkatkan daya ingat kamu. (Foto: Pexels/Trang Doan)

5. Biji-bijian Utuh

Biji-bijian yang kaya akan serat merupakan integral dari diet mediterania. Dalam sebuah studi pada 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Neurology mengungkapkan bahwa diet mediterania mungkin menjadi faktor pelindung terhadap penurunan memori pada orang tua. Selain itu, diet mediterania ternyata bisa mengurangi peradangan, stres, oksidatif, dan juga faktor risiko vaskular. (yos)

Baca Juga:

Pencinta Sushi, Pikir Dua Kali Sebelum Mencampur Wasabi dan Kecap Asin

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan