Kesehatan

5 Langkah Pemulihan yang Bisa Dilakukan Jika Kamu Terpapar COVID-19

annehsannehs - Kamis, 02 April 2020
5 Langkah Pemulihan yang Bisa Dilakukan Jika Kamu Terpapar COVID-19

Ini hal penting yang harus dilakukan jika mengalami gejala ringan COVID-19. (Foto: pixabay/15734951)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI TENGAH pandemi COVID-19, sebagian masyarakat telah siaga dan melakukan simpanan bahan makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga lainnya untuk persiapan karantina. Meskipun begitu, apakah kamu telah memikirkan tentang apa saja yang kamu butuhkan jika kamu terpapar COVID-19?

Dilansir dari US National Library of Medicine National Institutes of Health, diperkirakan 80% dari mereka yang terinfeksi virus Corona di Tiongkok hanya mengalami gejala ringan sampai sedang.

Jika kamu mulai merasakan gejala COVID-19, jangan panik.

Dilansir dari Healthline, Jennifer Williams selaku ilmuwan dan ahli hidrasi di perusahaan perangkat medis dan produk Abbott mengatakan bahwa ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu pemulihanmu.

Baca juga:

Self-Quarantine Bagai LDR, Lakukan 4 Cara Pacaran Ala Pandemi Corona!

1. Hubungi Call Center

Call Center COVID-19 Jakarta. (Foto: corona.jakarta.go.id)
Call Center COVID-19 Jakarta. (Foto: corona.jakarta.go.id)

Ketika kamu merasakan gejala-gejala dari COVID-19, segera menghubungi Call Center di 112 atau 0812-8837-6955. Kamu juga bisa mengecek informasi seputar data pantauan COVID-19 di Jakarta pada situs corona.jakarta.go.id.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang yang terinfeksi COVID-19 kemungkinan akan merasakan sakit selama satu sampai 14 hari sebelum mengalami gejala. Beberapa gejala yang biasa dirasakan adalah demam, letih, dan batuk kering.

Baca juga:

Seorang Bayi di AS Diduga Meninggal Karena Corona

2. Jangan panik, buat rencana isolasi

Lakukan rencana isolasi selama dua minggu. (Foto: pixabay/congerdesign)
Lakukan rencana isolasi selama dua minggu. (Foto: pixabay/congerdesign)

Kamu harus memahami bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami kekurangan tenaga medis, sehingga saat ini para ahli medis yang tersedia sedang berjuang menghadapi para pasien yang dianggap membutuhkan pertolongan segera.

Jangan panik, karena CDC melaporkan bahwa 80% dari orang-orang yang terinfeksi COVID-19 pulih dengan sendirinya tanpa membutuhkan perawatan khusus. Maka dari itu langkah-langkah berikut sangatlah penting untuk dilakukan.

Dr. Lisa Ide mengatakan bahwa pastikan kamu memiliki daftar kontak darurat, cara berkomunikasi dengan keluarga dan rekan kerja. "Buat persediaan makanan untuk dua sampai empat minggu," ungkap Dr. Lisa.

Untuk persediaan makanan, pikirkan makanan yang bergizi dan tahan lama seperti beras, pasta, kacang-kacangan kaleng, buah kaleng, kornet, sayur beku, dll.

Jika kamu memiliki binatang, pastikan juga untuk menyetok bahan makanan hewan peliharaanmu. Isolasikan diri selama dua minggu untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Baca juga:

Meskipun Positif Corona, Pangeran Charles Merasa Sehat

3. Perpanjang masa simpan untuk buah dan sayur

Siapkan bahan makanan bergizi. (Foto  (Foto: pixabay/Engin_Akyurt)
Siapkan bahan makanan bergizi. (Foto (Foto: pixabay/Engin_Akyurt)

Buah dan sayur segar juga penting untuk menjaga kesehatan dan membantu pemulihan. Karena isolasi, kamu bisa melakukan cara ini untuk memperpanjang masa simpan buah dan sayuran.

Buatlah sop sayur dan saus untuk pasta atau makanan lainnya sekaligus dalam skala besar, kemudian bekukan. Kamu bisa menggunakan tempat es batu dan meletakkannya di freezer.

Baca juga:

Tom Hanks dan Istri Pulang ke AS, Sudah Sembuh Dari Corona?

4. Obat-obatan

Siapkan obat-obatan yang mengandung asetaminofen. (Foto: pixabay/frolicsomepl)
Siapkan obat-obatan yang mengandung asetaminofen. (Foto: pixabay/frolicsomepl)

Dr. Roy Benaroch di Emory University mengatakan bahwa obat yang paling berguna untuk pusing, demam, dan nyeri badan adalah yang mengandung asetaminofen atau paracetamol.

"Banyak orang yang menggunakan ibuprofen, namun ada beberapa kekhawatiran terutama di Eropa yang mengatakan bahwa ibuprofen kurang aman. Meskipun belum terbukti benar, namun jika ingin ekstra hati-hati, kamu bisa menggunakan asetaminofen sebagai gantinya," ungkap Dr. Roy.

Baca juga:

4 Manfaat Teh Jahe, Nomor 3 untuk Cegah Virus Corona?

5. Zinc dan vitamin C

Minum Vitamin C dan zink untuk memperkuat sistem imun tubuh.  (Foto: pixabay/ivabalk)
Minum Vitamin C dan zink untuk memperkuat sistem imun tubuh. (Foto: pixabay/ivabalk)

Dr. Morton Tavel dari Indiana University School of Medicine mengatakan bahwa Zinc menjadi salah satu zat paling popular untuk memerangi virus Corona.

"Meskipun belum terbukti secara langsung bahwa tablet hisap zinc bisa mencegah atau mengobati COVID-19, tetapi zinc memang memiliki sifat antivirus dan ditunjukkan dalam penelitian laboratorium untuk menghambat replikasi virus Corona dalam sel tubuh," ungkapnya.

Asli Elif Tanugur Samanci selaku ilmuwan makanan juga mengatakan bahwa Vitamin C juga baik untuk kekebalan tubuh, apalagi ketika mereka sedang bekerja lebih berat ketika sedang terjangkit virus. (shn)

Baca juga:

Apakah Aman Berenang di Tengah Pandemi Virus Corona?

#Virus Corona #Penyakit Corona #Pasien Corona #Penyebaran Virus #Virus #Kesehatan #Info Kesehatan #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dunia
Kasus Pertama Virus Shamonda pada Manusia Ditemukan di Prancis, Ini Fakta Medisnya!
Kasus perdana infeksi virus Shamonda pada manusia baru saja terdeteksi di Prancis dan memicu investigasi. Apakah patogen dari hewan ternak ini berbahaya bagi publik? Cek faktanya!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2026
Kasus Pertama Virus Shamonda pada Manusia Ditemukan di Prancis, Ini Fakta Medisnya!
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan