5 Hal Yang Perlu Dipahami Saat Gunakan Jasa Terapis

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juli 2024
5 Hal Yang Perlu Dipahami Saat Gunakan Jasa Terapis

Kesehatan mental. Foto Freepik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Saat sedang mengalami depresi atau masalah, mencari bantuan orang lain adalah hal yang wajar. Apalagi jika memakai ahli atau terapis, yang diyakini mempermudah menyelesaikan masalah seseorang.

Dengan bantuan terapis, persoalan biasanya dicarikan jalan keluar dari yang paling dasar hingga ke atasnya.

Terapis bekerja dengan profesional, semua kegiatannya berdasarkan metode ilmu yang terpercaya dan teruji, tidak dilakukan sembarang sehingga menghasilkan hasil yang baik bagi kliennya.

Namun bisa menjadi percuma, jika ketika mencoba menyelesaikan masalah namun terapis yang ditemui tidak sesuai sesuai keinginan.

,

Baca juga:

Apa itu Dejavu? Ada Pengaruh Kesehatan Mental

Berikut ini ada 5 hal yang bisa dilakukan untuk menemukan terapis yang tepat.

1. Tentukan tujuan menggunakan tenaga terapis

Dalam melakukan apapun, tujuan adalah komponen penting. Termasuk dalam mencari tenaga bantuan seperti terapis. Dengan menentukan tujuan, biasanya motivasi untuk terus menjalani aktivitas terapi akan berjalan konsisten. Hal ini berbeda jika tidak menentukan tujuan terapi yang sesuai.

Tanyakan pada diri sendiri seperti apa yang ingin dicapai dalam kegiatan terapi ini?, apa terapis yang sesuai dengan kebutuhan?, dan tentu nantinya jangan lupa untuk menyampaikan tujuan tersebut ke terapis.



2. Sesuaikan budget

Melakukan terapi tentu perlu mengeluarkan uang. Tak bisa dinafikan bahwa terapi bisa sangat mahal, maka sesuaikan budget yang tersedia, jika ada asuransi coba konsultasikan hal tersebut untuk dapat mengakses terapis yang seperti apa.

Hal ini tidak boleh sampai terlewatkan, transaksi akan terjadi berulang sebab terapi tidak pernah berlangsung hanya 1 kali, melainkan terus berlanjut sampai akhirnya semuanya selesai.

Jika memiliki asuransi, maka periksalah paket asuransi yang menyediakan bantuan layanan kesehatan mental. Pertimbangkan aspek pengeluaran tak terduga, seperti layanan jasa terapsi yang lain akankah dikenai biaya di luar asuransi atau seperti apa.

3. Cari rekomendasi

Biasanya hasil dari rekomendasi bekerja lebih efektif, sebab sudah ada pengalaman sebelumnya. Walaupun ini tidak bisa dijadikan patokan tunggal. Rujukan dari teman, kolega, atau dokter yang dipercaya adalah cara lain untuk menemukan terapis yang mungkin cocok.

Ingatlah, setiap orang punya ciri khas dan kebutuhan yang berbeda, sehingga solusi kebutuhannya juga berbeda.

4. Gunakan database online terverifikasi

Dengan mengecek database seperti ini akan membantu untuk mengecek latar belakang dari terapis yang dibutuhkan. Hal ini juga bisa membantu meyakinkan bahwa terapis yang dituju memiliki sertifikasi yang sesuai dengan masalah yang ditangani.

5. Ajukan pertanyaan tentang hal-hal yang penting

Saat menggunakan pelayanan terapis, maka lakukan apa yang harus dilakukan dengan terbuka dan menurut anda penting. (*)

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Bagikan