5 Fakta tentang Lumpia Semarang, Sudah Tahu?

Rina GarminaRina Garmina - Rabu, 21 Februari 2018
5 Fakta tentang Lumpia Semarang, Sudah Tahu?

Lumpia

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LUMPIA dengan cita rasanya yang gurih, asin, manis, merupakan kuliner legendaris dari Tiongkok. Dibuat dari kulit berbahan tepung terigu dengan isian rebung, telur dan daging ayam atau udang.

Kehadiran rebung menjadikan lumpia memiliki aroma yang khas. Meski tidak semua orang menyukai rebung, banyak travellers yang memburu kuliner ini saat berlibur di Semarang.

Di balik rasanya yang lezat, lumpia menyimpan banyak fakta. Apa saja fakta tersebut? Dapatkan jawabannya di sini.

1. Kuliner legendaris

Lumpia telah ada sejak abad ke-19. Negara asalnya adalah Tiongkok. Di Indonesia, lumpia yang paling terkenal ada di Semarang. Lumpia Semarang pertama diciptakan oleh seorang keturunan Tionghoa bernama Tjoa Thay Joe yang menikah dengan perempuan Indonesia, Mbok Wasih.

Makanan ini dijajakan pertama kali saat pesta olahraga GANEFO di era pemerintahan Presiden Soekarno berlangsung. Awalnya lumpia Semarang berisi rebung dan daging babi. Kemudian dimodifikasi dengan daging ayam dan udang.

2. Perlambang kemakmuran

Lumpia atau lun pia adalah makanan khas Imlek. Warnanya yang kuning keemasan dan berbentuk gulungan dianalogikan sebagai batangan emas simbol kekayaan. Kehadiran lumpia di hari Imlek menjadi perlambang kekayaan dan kemakmuran.

Nah, jadi enggak heran kan kalau lumpia kerap hadir di Hari Imlek? Maknanya amat bagus.

3. Beragam modifikasi lumpia

Kini lumpia telah menjadi jajanan yang tersebar di berbagai kota. Tidak melulu dibuat dalam versi asli yang menggunakan rebung. Tapi juga ada yang dimodifikasi memakai bengkuang agar aromanya lebih disukai orang.

Di Bandung, bahkan ada lumpia basah yang dibuat dari orak-arik telur dan tauge, lalu dibungkus dengan kulit berbahan terigu. Di Jakarta, lumpia ada yang diisi dengan bihun. Di Yogyakarta, lumpia ada pula yang dimasak dari campuran wortel dan bengkuang. Karena tidak menggunakan ayam atau udang, harganya juga jadi lebih murah.

4. Berasal dari kata Olympia

Tidak banyak orang yang mengetahui silsilah lumpia Semarang. Lumpia buatan Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasih berasal dari kata Olympia.

Dikisahkan, keduanya dahulu menjual lumpia di pasar malam Belanda, Olympia Park. Dari nama Olympia Park ini lah kata Olympia diambil. Enggak sangka, kan?

5. Pengolahan rebung makan waktu lama

Enggak usah protes kalau harga lumpia asli mahal. Selain dibuat dari ayam dan udang, lumpia juga menggunakan rebung yang pengolahannya membutuhkan waktu sampai satu bulan.

Dengan waktu pengolahan yang lama, proses fermentasi rebung jadi sempurna. Dan ini tentu saja berdampak pada kelezatan rasa rebung.

Dari lima fakta tentang lumpia tersebut, Anda sudah tahu fakta yang mana? (*)

Mau makan lumpia Semarang enak di mana? Dapatkan jawabannya di sini.



#Lumpiah Basah Bandung #Imlek #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Rina Garmina

Cooking Mama :)
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kuliner
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Ini merupakan kreasi spesial dengan rasa hotteok brown sugar pancake yang dibuat bersama BTS dan didedikasikan khusus bagi para penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Oreo X BTS Resmi Hadir di Indonesia, Cookie Enak dengan Cita Rasa Korea
Kuliner
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
PRJ 2026 menghadirkan ragam kuliner Nusantara, mulai dari Kerak Telor, Ayam Betutu, Mie Aceh, hingga Soto Banjar dalam satu lokasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Juli 2026
Jelajah Kuliner Nusantara di PRJ Kemayoran 2026, dari Kerak Telor hingga Soto Banjar
Bagikan